oleh

WFH dan Dampaknya

-Ekonomi, Humaniora, Karir-Telah Dibaca : 553 Orang

Sumber gambar :Sumber gambar :http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/

Pandemi Covid-19 telah membawa dampak di berbagai aspek, salah satunya adalah dengan diberlakukannya Bekerja Dari Rumah atau WFH (Work From Home ) terhadap para pegawai atau karyawan di berbagai instansi maupun perusahaan. Hal ini dilakukan untuk tujuan utama, yaitu menekan laju penularan Covid-19.

Mungkin di antara  kita ada yang lebih nyaman dengan diberlakukannya WFH, karena selain lebih merasa aman dari ancaman penularan Covid-19, juga dapat bekerja sambil menemani anak-anak dalam mengikuti pembelajaran di rumah. Di mana sudah sama-sama kita ketahui, bahwa dunia pendidikanpun sangat terdampak sehingga para siswa dan guru terpaksa melakukan aktifitas pembelajaran secara jarak jauh.

Kelebihan WFH

Ada beberapa dampak positif yang dapat kita petik selama menjalani WFH (Work From Home), di antaranya :

  1. Transportation cost savings. Dengan adanya Bekerja Dari Rumah, berarti kita tidak perlu berangkat ke tempat kerja, yang artinya akan terjadi pengehematan terhadap biaya transportasi. Sebagai contoh misalnya; jika dalam sehari kita mengeluarkan biaya transportasi sebesar Rp 30.000,- dikalikan selama 20 hari dalam sebulan, maka kita akan mengehemat pengeluaran sebesar Rp 600.000,-
  2. Reducing air pollution. Dengan berkurangnya jumlah orang yang keluar rumah untuk bekerja, berarti juga akan mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya. Ini artinya, polusi udara di jalan rayapun akan ikut berkurang. Karena sudah sama-sama kita ketahui bahwa, asap kendaraan bermotor merupakan penyumbang terbesar polusi udara di kota-kota besar.
  3. Increased family time. Dengan Bekerja Dari Rumah, setelah kita mengerjakan kewajiban sebagai pegawai atau karyawan, maka di sela-sela waktu yang ada dapat kita gunakan untuk keluarga, seperti mendampingi anak belajar, atau bahkan makan siang bersama keluarga. Kalau hal ini dapat kita gunakan secara maksimal, paling tidak kondisi demikian merupakan salah satu solusi dari adanya kesenjangan komunikasi antara anak dan orang tua yang selama ini kerap terjadi pada kedua orang tua yang bekerja di luar rumah.
  4. Increased hygiene and health awareness. Pandemi Covid-19 yang memaksa sebagian besar orang untuk Bekerja atau Belajar dari Rumah, juga akan berdampak pada adanya peningkatan kesadaran akan kebersihan dan kesehatan. Kebiasaan baru dengan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak, akan menjadi lebih efektif manakala ada peran orang tua yang selalu mengingatkan kepada para anak-anaknya. Karena bagaimanapun, seorang anak masih membutuhkan arahan dari orang dewasa (termasuk kedua orang tua) dalam menanamkan sebuah kebiasaan baru, sehingga menjadi sesuatu yang dengan mudah untuk dilaksanakan.
  5. Increasing use of information technology. Bekerja dari rumah juga akan membawa perubahan tersendiri terhadap pola bekerja seseorang. Di mana bagi sebagian orang yang belum terbiasa dengan penggunan teknologi informasi, maka ia akan “dipaksa” untuk dapat beradaptasi dan mampu dalam memanfaatkan teknologi informasi yang disesuaikan dengan tujuan dari pekerjaannya.

Kekurangan WFH

Selain dampak positif di atas, tidak kita pungkiri bahwa WFH juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah adanya keterbatasan komunikasi dan interaksi antar rekan kerja. Katakanlah, komunikasi antar rekan kerja masih bisa dilakukan melalui plat form virtual, seperti google meet, zoom, atau video call WhatsApp, namun ternyata interaksi secara langsung secara tatap muka memiliki sensasi tersendiri dan bahkan dapat meningkatkan motivasi kerja. Selain itu, dengan adanya WFH ternyata dapat pula menambah pos pengeluaran baru untuk pengadaan kuota internet atau penyediaan jaringan Wifi. Perlu diingat pula, bahwa tidak semua pekerjaan dapat dilakukan dari rumah, apalagi jika seorang karyawan tidak memiliki perlengkapan yang dibutuhkan seperti: laptop / komputer, printer, dan akuota internet yang memadai.

Bagaimanapun juga kita patut bersyukur, di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, kita masih diberikan kesehatan dan memiliki pekerjaan. Berapa banyak saudara kita yang terdampak langsung dengan adanya pandemi ini, mereka harus dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri karena terpapar virus corona, atau bahkan harus meninggal dunia akibat ganasnya peyebaran virus ini. Sebagian lagi terpaksa diPHK karena tempat mereka bekerja mengalami kerugian atau bahkan gulung tikar.

Kita terus berdo’a dan berharap kepada Allah SWT, semoga pandemi Covid-19 ini segera hilang. Do’a yang tulus dan diiringi dengan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, mudah-mudahan akan segera menghentikan pandemi ini. Sehingga pada akhirnya kehidupan akan berjalan kembali normal; bekerja secara normal, belajar kembali di sekolah, dan interaksi dan komunikasi antar manusia kembali seperti sedia kala. Aamiin Ya Robbal  ‘Alamiin.***

Komentar

Tinggalkan Balasan