Suami Pensiun, Istri Malahan Tidak Betah di Rumah

Mengapa Bisa Terjadi Demikian?

Kita semua tahu ,bahwa suatu waktu semua orang pasti akan turun panggung. Para  suami yang bekerja suatu waktu pasti pensiun. Tidak peduli posisi nya dalam perusahaan. Waktu pensiun ini ditunggu tunggu karena merupakan kesempatan menikmati kebersamaan dengan pasangan hidup.

Dimana tak usah kuatir tentang waktu harus siap siap kekantor dan sebagainya. Karena kalau pensiun semua kegiatan untuk urusan pekerjaan sudah purna Masa pensiun merupakan kesempatan untuk menikmati hidup bersama pasangan..

Bagi yang kondisi keuangan mencukupi, maka setelah suami pensiun merupakan kesempatan untuk traveling ke negara yang sudah lama dicita citakan untuk dikunjungi. Bagi yang hidupnya pas pasan dapat menikmati kebersamaan dengan berbagai cara dan gaya.

Tetapi ternyata ada istri yang bukannya senang,  malahan menjadi tidak betah dirumah saat suami pensiun .

Ada  beberapa keadaan yang berbeda dengan biasanya. Dimana sang isteri menjadi tidak betah dirumah. Sebelum suami pensiun, isteri yang menjadi bos dirumah, begitu kalau suami berangkat kerja. Mau window shopping ke mall,bertandang kerumah teman dan baru pulang jelang sore.

Tetapi sejak suami pensiun terjadi hal yang berbeda dimana isteri merasa di ambil hak kebebasannya karena ada suami dirumah sepanjang hari. Mau keluar rumah ditanyai suami :”mau kemana !’

ingin kerumah tetanggapun ditanyai. . Segala sesuatu harus diberi tahu pada suami.Sehingga isteri merasa kebebasannya direbut suami Sehingga merasa tidak betah dirumah. Belum lagi segala aturan yang selama ini diterapkan pada anggota keluarga, tetiba berubah sejak suami pensiun.

Hal semacam ini yang harus dihindari antara suami dan isteri,karena bisa menimbulkan dampak  negatif dalam hubungan kekeluargaan . Karena imbasnya tidak hanya bagi isteri, tetapi juga bagi suami. Bayangkan, isteri yang biasanya dengan senyuman manis menyambut dirinya pulang kerja, sejak pensiun , senyuman manis,berganti dengan wajah isteri yang tidak sedap di pandang mata sepanjang hari.

Sebagai salah satu contoh , anak sahabat kami,sebut saja namanya Rini, bersuamikan Tono(bukan nama sebenarnya) Mereka sangat rukun satu sama lainnya. Ketika suaminya Tono pensiun Rini merasakan perbedaan dalam hidupnya. Biasanya  dia yang mengatur segala sesuatu dalam rumah dan menentukan keputusan mau apa yang dilakukan anak anaknya

Semenjak suami nya  pensiun, Rini merasa suaminya mengambil alih posisinya sebagai boss dalam mengatur segala sesuatu mengenai anak anak mereka. Sejak itu sering terjadi perselisihan pendapat yang membuat keharmonisan dalam rumah tangga menjadi rusak..Yang mengakibatkan Tono sedih. Kemana perginya kehidupan yang rukun dulu?

Bayangan bahwa masa pensiunnya merupakan sebuah kesempatan untuk menikmati kebersamaan dengan isteri tercinta, ternyata mendapatkan sambutan yang sangat melukai hatinya.. Saking sedih Tono jatuh sakit dan meninggal. Rini sangat menyesal tapi semuanya sudah terlambat

Kesimpulan;

Alangkah eloknya,bila suami pensiun sebagai seorang isteri mampu menyesuaikan keadaan. Mengingat dalam keluarga, suami adalah Kepala keluarga. Terimalah kenyataan bahwa setelah Suami pensiun,  merupakan suatu yang berbeda bagi suami.. Biasanya pagi pagi ke kantor dan baru pulang sore hari. Kini sepanjang hari dirumah. Perlu bersama sama berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan Demi menjaga keharmonisan dalam rumah tangga.

Masa pensiun merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk dapat menikmati kebersamaan dengan pasangan hidup kita.

27 Agustus 2023.

Salam saya,

Roselina

Tinggalkan Balasan