butir butir pancasila sila ke 5

Selvi istiyah wulandari
20034
Pancasila
Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan

Sila ke 5 pancasila berbunyi ‘keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia’ lafalan pancasila pasti sudah sangat tidak asing bagi masyarakat indonesia, karena pancasila merupakan pondasi dari negara indonesia dimana selalu dibacakan pada saat upacara maupun pada saat kegiatan penting lainnya, simbol sila ke 5 itu sendiri merupakan padi dan kapas yang dilambangkan sebagai pangan dan sandang yang mempunyai makna yaitu tidak ada kesenjangan antar masyarakat, seperti banyak contoh yang dapat kita ambil dalam kehidupan sehari hari yaitu dalam lingkungan tempat tinggal kita,yaitu kita harus dapat bersikap adil kepada sesama dan hanya memihak pada kebenaran dan tidak memandang dari sudut pandang apapun.
Seperti halnya ketika saya menjabat sebagai sekertaris pramuka di sekolah saya dulu, ada sebuah masalah yang melibatkan oknum oknum badan pengurus harian lainnya, yang membuat kegiatan pramuka menjadi terbengkalai,saya sebagai bagian dari BPH tersebut mengadakan musyawarah untuk membicarakan masalah yang sedang terjadi agar kegiatan pramuka dapat kembali berjalan normal seperti biasa, dan setelah dilakukan musyawarah akhirnya masalah tersebut dapat terselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Adapun hal lain yang dapat kita ambil dari butir butir pancasila sila ke 5 tersebut yaitu, gotong royong, dilingkungan tempat kita tinggal pasti selalu melaksanakan kegiatan kerja bakti, pada kegiatan tersebut tentu dapat mengikat tali silahturahim antar sesama, kegiatan tersebut dilakukan dengan adil, tidak ada perbedaan perlakuan terhadap masing masing anggota, mereka tentu saling bersikap gotong royong demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Hal nya sama pada waktu itu,pada tanggal 30 Desember 2019 saya mengunjungi rumah nenek saya yang berada di yogyakarta, saya keyogya untuk mengadakan acara 3 bulan almarhum kake saya, toleransi warga disana sangat amat indah, nenek saya merupakan seorang muslim sedangkan tetangga tetangga nenek saya rata rata seorang nasrani, namun mereka sangat amat memiliki sifat gotong royong yang sangat patut dicontoh oleh warga ibukota sekarang.
Dari yang masih mudah maupun yang sudah berumur, tetap mau membantu nenek saya untuk melangsungkan acara ini, semisalnya ketika sedang dilangsungkannya pengajian,tetangga saya ikut serta namun dengan cara yang berbeda mereka berdoa menurut kepercayaannya masing masing, setelah acara selesai ada salah satu oknum warga desa yang berdoa dengan cara masyarakat dulu, yaitu dengan cara membakar kemenyan dan berdoa kepada batu yang dibawa olehnya, namun warga sekitar tetap menghargai cara oknum tersebut berdoa.
Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil dari beberapa pengalaman yang saya alami adalah, bahwa kita sebagai warga negara indonesia harus dapat menghormati dan bersikap adil terhadap sesama,demi terciptanya lingkungan yang rukun dan tentram.

Tinggalkan Balasan