Peluncuran Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan dan 10 Tahun di Kompasiana Lahirkan 30 Buku, Saya Terberkati

Peluncuran Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan dan 10 Tahun di Kompasiana Lahirkan 30 Buku, Saya Terberkati

‘Iam not Lucky, iam blessed’. Saya yakin kalian pernah bahkan mungkin sering mendengar kalimat tersebut, kalimat pendek namun sarat makna.

Dan tak berlebihan rasanya jika saya katakan kalimat itu menggambarkan pribadi saya, bahwa saya tidak beruntung tetapi saya diberkati. Namun dengan diberkati maka saya pun merasa beruntung.

Diberkati tak melulu berupa materi tetapi dengan kita diberi kesehatan adalah berkat, kita dipertemukan dengan orang-orang hebat, orang-orang baik, itupun adalah berkat. Termasuk saya bisa mengenal Pak Thamrin Dahlan atau biasa disapa teman-teman dengan sebutan ‘Pak TD’ adalah berkat, meskipun belum lama saya mengenal beliau.

Namun lama atau singkatnya waktu bukanlah menjadi tolak ukur seseorang itu menjadi lebih “Dekat” semua tergantung manusianya, kata saya. Dan hari pertama saya mengenal Pak TD, saya merasa langsung dekat, kita seperti punya “chemistry” tak hanya beliau juga ada beberapa teman lainnya, mungkin karena saya senang berteman, atau itu perasaan saya saja? Semoga tidak ya….

Satu hal saya menganggap beliau seperti Ayah saya, sifat baiknya, mengingatkan hal-hal yang baik, senang menolong sesama, itu mengingatkan saya akan alm. Ayah saya. Semoga beliau tidak keberatan dengan ucapan jujur saya, selain itu Pak TD adalah pribadi yang bertanggung jawab, disiplin sudah pasti.

Dan ketika saya menerima undangan ‘Peluncuran Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan dan Buku Ke-30 Sepuluh Tahun di Kompasiana’, senangnya luar biasa, meskipun saat itu kondisi kurang sehat. “Saya pasti datang”, jawab saya ketika Pak TD kembali mengingatkan saya dan ini pun adalah berkat yang harus disyukuri karena bisa kembali berjumpa dengan teman-teman setelah sekian lama terkungkung akibat dampak Pandemi Covid-19.

Banyak ilmu yang saya dapatkan di acara Peluncuran Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan yang di gelar di Coffee Tofee Depok dengan diikuti sekitar 15 kompasioner dari Jabodetabek.

Kagum sudah pasti, betapa tidak Pak TD diusia yang tak lagi tergolong muda, meskipun masih terlihat muda karena semangat dan energynya, sudah melahirkan 30 buku selama 10 tahun menulis di Kompasian, terhitung sejak 19 Agustus 2010.

Dan saat ini juga telah mendirikan sebuah Badan Hukum berbentuk yayasan dengan nama Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, dengan surat Keputusan KEMENHUMHAM RI, Nomor AHU-0013926.AH.01.12 Tahun 2019, Tanggal 29 Juli 2019, Alamat: Bumi Harapan Permai (BHP) Jl. Bumi Pratama VIII Blok A 23 kelurahan Dukuh Jakarta Timur 13550 Telp. (021)87799665.

Bahkan menjelang usia ke 70 tahun, Pak TD menargetkan 10 buku lagi, sepertinya produksifitasnya memang tak diragukan mengingat beliau merupakan pensisunan Dinas Kesehatan di kepolisian RI dipastikan disiplin dalam mengelola waktunya.

Kedisiplinan mengolah waktu membuat beliau berhasil melahirkan bermacam karya, baik itu reportase, opini atau karya sastra yang dikemas dalam bentuk puisi atau pantun termasuk menulis artikel politik.

Buku pertamanya dengan Judul: Bukan Orang Terkenal (2012) sedangkan buku yang ke-30 Judulnya: PSBB Jakarta (2020)

Karya besarnya yang berhubungan dengan politik adalah buku dengan judul “Prabowo Presidenku” buku biografi tentang Prabowo Subianto.

Sebagai pemula dari usaha penerbitan buku ini, YPTD memberikan gratis pengurusan ISBN bagi mereka yang menerbitkan buku mereka di YPTD, baik bukan?

Terimakasih untuk Pak Thamrin Dahlan, Sukses selalu, karya mu kan selalu dikenang dan kebaikan hati bapak pun kan selalu saya ingat.

-Sukma-

Tinggalkan Balasan