Solusi Blusukan Ke Pesantren Saat Bullying Marak, Tepatkah?

Di tengah maraknya kasus bullying yang terjadi dikalangan remaja, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menggelar program Jaksa Masuk Pesantren. Program ini telah diluncurkan di Ponpes Ulil Albab Kabupaten Bandung. Aktifitas blusukan ini dimaksudkan untuk mencegah maraknya kasus bullying antarsantri di pesantren. Di samping itu juga ditujukan untuk mencegah santri dari paparan terorisme.

Digelarnya program blusukan ke pesantren ini juga merupakan upaya untuk memberikan edukasi tentang hukum kepada santri agar mengenal dan menaatinya.

Sementara itu Mubaligah Endah Siti Muwahidah menilai, maraknya kasus bullying, termasuk di pesantren tidak terlepas dari pola kehidupan masyarakat secara umum yang liberal. Menurutnya, untuk menyolusi tidak tepat. Solusi atas ramainya kasus bullying tidak bisa hanya dengan memberikan sosialisasi hukum sekuler ini dengan harapan agar santri menaatinya. Sebab, penyebab maraknya kasus bullying, justru karena diterapkan sistem Kapitalisme liberal yang sekuler. (Muslimahnews.com, 04/05/24).

Ia menyayangkan tentang program yang bertujuan menyosialisasikan pencegahan terorisme di kalangan pesantren. Menurutnya, justru progarm itu akan menyulut sikap santri untuk memusuhi muslim lain yang memperjuangkan tegaknya Islam kafah. Hal itu karena telah menjadi rahasia umum bila isu terorisme selalu dilekatkan dengan perjuangan Islam kafah. Padahal muslim pejuang Islam kafah adalah saudara mereka, yaitu para santri.

Maraknya kasus bullying jelas tidak akan mampu tidak dicegah selama pola hidup liberal yang lahir dari sistem Kapitalisme masuh terus eksis.

Perlu Penguatan Keimanan

Seharusnya kepada para santri ditanamkan keimanan yang kuat lewat kurikulum pesantren. Selain itu, diajarkan dan dipahamkan bahwa syariat Islam lalu dibangun kesadaran untuk menerapkan dan memperjuangkannya. Dengan landasan keimanan ini kasus bullying bisa diselesaikan disaat muslim menyadari bahwa tindakan bullying yang mereka lakukan merupakan larangan agama.

Selain itu, justru harus ditegaskan bahwa isu terorisme sengaja dibuat oleh musuh Islam untuk melemahkan umat Islam. Isu terorisme, julukan radikalisme dan semacamnya adalah istilah buatan musuh Islam untuk membuat generasi muda jauh dari Islam kafah. Mengapa?

Karena eksistensi Islam kaffah dalam penerapan oleh negara akan mengancam sistem Kapitalisme global yang dipaksakan penerapannya oleh negara pengekor. Penerapan sistem kapitalisme ini di banyak negara akan berperan sebagai pilar penjaga sistem kapitalis global penjajah negara bangsa yang ada, termasuk Indonesia. Padahal Islam kafah merupakan ajaran islam, yaitu perintah untuk melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangaNya secara menyeluruh. Kaffah  sendiri bermakna menyeluruh. Wallahualam bissawab.

 

Tinggalkan Balasan

News Feed