Kisah Sepasang Buku yang Menginspirasi

Hari ini sejak siang sampai sore saya dan sobat sobat yang bergabung di YPTD pada berkumpul di kawasan Margonda untuk menerbitkan buku tulisan masing-masing.

 

Ada Uda Dian Kelana , Pak Nurwendo, Bu Muthiah , mbak yang selain cantik yaitu Sukma Tom dan dua pemuda asal Flores yang baru saya kenal.  Tentu saja hadir sebagai tian rumah yaitu Syed Thamrin Dahlan .

 

Siang tadi saya menerbitkan buku Jejak Langkah Menuju Baitullah jilid kedua .

jilid pertama yang dicetak minggu lalu terdiri dari 34 artikel mengenai masjid di 17 negara dari Amerika , Argentina , Armenia, Australia, Austria, Azerbaijan , Belanda, Belarus, Belgia, Brunei sampai India, Inggris , Irlandia dan tentu saja Indonesia..  

 

Kisah dalam jilid kedua perjalanan makin seru karena dimulai dari Jepang dimana kita berkelana dari Kamakura, Nagoya , Okinawa dan tentunya Tokyo dimana penulis bertemu dengan masjid peti kemas di Okinawa.

 

Dari Jepang kita pergi ke Jerman, Kamboja, Korea, Macau, Malaysia, Maroko, Mesir dan kuga Myanmar.

 

Namun buku jilid dua ini juga menjadi istimewa karena dipersembahkan untuk sobat penulis yang menjadi syuhada dalam serangan teroris di Masjid Annur di Christchurch di Selandia Baru.  Tulisan mengenai sahabat yang berj nama Lilik Abdul Hamid ditempatkan sebagai pembuka kisah dan kisah perjalanan saya bersamanya dalam beberapa kali berkunjung ke Selandia baru ada dalam kunjungan  ke masjid masjid di Pulau Selatan dari Christchurch hingga Dunedin dan juga Oamaru. 

 

Perjalanan dalam buku kedua diakhiri di negara paling makmur di Timur Tengah yaitu Qatar .  

Disini kita mengunjungi beberapa masjid baik yang berbentuk kue apem, kue pengantin, dan juga benteng .

 

Kini dua buku itu sudah bersanding sebagai abang adik sambil menunggu adik bungsu yang akan memuat perjalanan lanjutan ke Rusia, Rwanda , Serbia hingga Tiongkok Vietnam dan akan ditutup di Zanzibar . 

 

Terimakasih sekali lagi buat Syed TD dan juga YPTD. 

 

23 September 2020


tulisan masing-masing.

 

Ada Uda Dian Kelana , Pak Nurwendo, Bu Muthiah , mbak yang selain cantik yaitu Sukma Tom dan dua pemuda asal Flores yang baru saya kenal.  Tentu saja hadir sebagai tian rumah yaitu Syed Thamrin Dahlan .

 

Siang tadi saya menerbitkan buku Jejak Langkah Menuju Baitullah jilid kedua .

 

jilid pertama yang dicetak minggu lalu terdiri dari 34 artikel mengenai masjid di 17 negara dari Amerika , Argentina , Armenia, Australia, Austria, Azerbaijan , Belanda, Belarus, Belgia, Brunei sampai India, Inggris , Irlandia dan tentu saja Indonesia..  

 

Kisah dalam jilid kedua perjalanan makin seru karena dimulai dari Jepang dimana kita berkelana dari Kamakura, Nagoya , Okinawa dan tentunya Tokyo dimana penulis bertemu dengan masjid peti kemas di Okinawa.

 

Dari Jepang kita pergi ke Jerman, Kamboja, Korea, Macau, Malaysia, Maroko, Mesir dan kuga Myanmar.

 

Namun buku jilid dua ini juga menjadi istimewa karena dipersembahkan untuk sobat penulis yang menjadi syuhada dalam serangan teroris di Masjid Annur di Christchurch di Selandia Baru.  Tulisan mengenai sahabat yang berj nama Lilik Abdul Hamid ditempatkan sebagai pembuka kisah dan kisah perjalanan saya bersamanya dalam beberapa kali berkunjung ke Selandia baru ada dalam kunjungan  ke masjid masjid di Pulau Selatan dari Christchurch hingga Dunedin dan juga Oamaru. 

 

Perjalanan dalam buku kedua diakhiri di negara paling makmur di Timur Tengah yaitu Qatar .  

Disini kita mengunjungi beberapa masjid baik yang berbentuk kue apem, kue pengantin, dan juga benteng .

 

Kini dua buku itu sudah bersanding sebagai abang adik sambil menunggu adik bungsu yang akan memuat perjalanan lanjutan ke Rusia, Rwanda , Serbia hingga Tiongkok Vietnam dan akan ditutup di Zanzibar . 

 

Terimakasih sekali lagi buat Syed TD dan juga YPTD. 

 

23 September 2020

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed