Kuliah Hanya 2 Tahun Dapat 2 Gelar

Alumni Pasca Sarjana Universitas Indonesia Kajian Timur Tengah dan Islam ketika Reuni sembari buka Puasa Bersama

 

Tidak  Linier

Kuliah Hanya 2 Tahun Mendapat 2 Gelar M.Si.  Begini kisahnya sobat.   Ketika itu awak dipaksa kuliah lagi oleh istri.  Mungkin karena dilihat suaminya banyak nganggur dalam jabatan kelompok ahli, jadi disuruhlah mengambil gelar S2.

Pilihannya tidak banyak, mau mengambil Kajian Kepolisian atau Kajian Islam.  Keduanya merupakan Program  Pasca Sarjana Universitas Indonesia..  Cobalah awak mendaftar di Kajian Timur Tengah dan Islam.   Inilah pilihan dunia akherat kata isteri.

Tidak memilih Kajian Kepolisian karena pertama awak hampir expired di dinas dan kedua ilmu  itu mungkin lebih pantas dipelajari oleh perwira polisi yang masih gress.  Disamping itu memilihProgram  Kajian Timur Tengah dan Islam ada baiknya.

Siapa tahu nanti berguna ketika menjabat purnawirawan, minimal bisa diangkat menjadi marbot masjid atau kalau beruntung menjadi ustazd. Mahasiswa S2 Pasca Sarjana Universitas Indonesia Kajian Timur Tengah dan Islam sangat heterogen dilihat dari latar belakang pendidikan S1.

Sarjana  awak dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.  Ya linier Universitas saja, masih tetap di UI. Ada beberapa teman dari teknologi, psikologi dan bahkan ada yang dari poesantren.

Hanya beberapa shohibs yang benar benar linier , yaitu rekan yang bergelas Sarjana Ekonomi. Mereka inilah yang menjadi andalan untuk bertanya tanya tentang ekonomi syariah.

Ada mata kuliah bahasa arab 2 SKS. Hanya Mas Minan yang Faseh berbahasa Arab, karena beliau alumni Mesir. Makanya ketika mengikuti kuliah bahasa Arab, Mas Minan menjadi asisten kelas. Mahasiswa lainnya faseh berbahasa minang seperti Uda Arif, Angku Yudha dan Tede.

Sedangkan Mas Godo dan Pak Taufik Faseh berbahasa Iinggris bersebab bekerja separuh tahun di luar negeri. Sisa shohibs minimal menguasai 3 bahasa, yaitu bahasa daerah masing masing dan bahasa Indonesia bonus bahasa betawi.

Takdir mengumpulkan kami selama lebih 2 tahun di Salemba. Mahasiswa bermutu Nah awak adalah mahasiswa paling bermutu di antara 35 shohibs.  Bermutu karena awak ber muka tua, paling senior sudah lama hidup dibumi hampir 53 tahun.

Dibawah awak hanya 4 orang mahasiswa yang usianya mendekati 40 tahun yaitu Mas Chandra Anom, Mas Godo, Pak Taufik dan Ibu Farida Lubis.  Sisanya adalah anak anak muda yang baru lulus S1.  Hebatnya mereka masih single alias bujangan ibnu jomblo.

Ilmu anak anak muda itu segar demikian pula semangatnya. Awak lulus S1 tahun 1990 artinya sudah 15 tahun tidak duduk termenung menung  di bangku kuliah. Lama banget ya. Sebagain shohibs bekerja.

Oleh karena itu kami memilih kuliah sore sampai malam selepas dinas dengan sisa tenaga yang masih ada.  Uzur adalah alasan tepat untuk tertidur ketika kuliah. Terkadang terdengar dehem Dosen untuk membagunkan mahasiswa yang terlelap.

Mungkin saja bermula dari posisi awak paling senior diangkatlah awak menjadi ketua suku.  Menjadi ketua kelas diantara anak anak cerdas. Kami sangat kompak belajar terutama ketika akan Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester.

Awak suka sekali ikutan berlajar kelompok.  Kesukaan itu berdasarkan S1 awak tidak Linier denga S2, kemudian catatan kuliah yang kurang lengkap. Apalagi ketika di sodorkan kurva demand and supply.pada bahasan ilmu ekonomi makro dan mikro.

Sebenarnya bagi awak bukan belajar kelompok, tetapi mendengarkan shohib itu berdiskusi  ekonomi islam. Menyemangati diri agar rajin  belajar dan berusahan menyelesaikan kuliah sesuai waktu sebagai pertanggung jawabkan bea siswa yang awak diperoleh dari Yayasan ISTERI.

Awak termasuk beruntung dalam dunia pendidikan karena selalu mendapat bea siswa.  Ketika SR(SD) bea siswa dari Yayasan ADI (ayah dan ibu). SMP dan SMA bea siswa dari Yayasan MABA (Mak dan Bapak) sedangkan S1 baru mendapat Bea Siswa beneran dari negara yaitu  Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ,

Alhamdulillah. Poligami Suatu ketika menjelang dosen masuk kelas, awak bercanda kepada shohib yang masih sendirian dalam kehidupan.  Ada Mas Minan, Arif Budiman, Andryan, di pihak jomblo lelaki dan ada Mbak Tini, Elly dan beberapa nona lainnya.

Awak berucap di depan kelas kepada pejomblo itu, bahwa kalian setelah 2 tahun menjadi umat yang paling beruntung di dunia ini. Kalian akan menikmati kebahagiaan  luar biasa karena akan mendapatkan 2 gelar M.Si. selama kuliah di kampus UI Salemba.

Dua gelar  komendan ?  Uda Arief nyeletuk.  Ya Gelar pertama adalah gelar akademik dari Pasca Sarjana UI.  Gelar kedua kalian akan mendapatkannya dari Penghulu.  Ya M.Si awak plesetkan menjadi arti Mendapat Suami untuk  si  nona berhijab, sedangkan sang bujangan akan mendapat gelar M.Si artinya mendapatkan isteri.

Ahai, memang terjadi.  Ternyata Uda Arief yang memecahklan rekor.  Gelar M.Si pertama. Barulah kuliah 2 semester si Uda telah meminang gadis pujaannya.  Jadilah kami saksi wisuda M.Si pertama Arief di Masjid Rawamangun.

Kemudian berturut turut shobib menikah menjelang penyusunan tesis. Alhamdulillah pertemuan di Salemba merupakan berkah dan hikmah sehingga beberapa teman mendapatkan doeble degree.  Hanya saja tidak ada shobib awak yang menikah sesama mahasiswa.

Ternyata mereka lebih laris di dunia luar. Mungkin mereka mengenalkan dirinya sebagai Mahasiswa Pasca Sarjana UI yang katanya mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Itulah sekelumit kisah nyata di kampus Arief Rahman Hakim Salemba periode tahun 2006-2008.

Ada beberapa shohib mendapatkan gelar M.Si ke duanya setelah lulus dari UI.  Resepsi pernikahan menjadi ajang reuni kangen kangenan. Hanya saja awak kurang beruntung karena selama kuliah 2 tahun itu hanya mendapat 1 gelar Magister of Science (M.Si) saja.

Ketidak beruntungan ini karena awak dan shohibs yang telah berkeluarga tidak mendapatkan exit permit alias izin nikah lagi dari isteri,…hahahahahaha

Sebagai ungkapan terimakasih kepada almamater, Awak, Pak Taufik, Andryan, Abu Zaid serta beberapa alumni lainnya kini aktif di organisasi ILUNI  Program Studi kajian Timur Tengah dan Islam (PSKTTI).

Kegiatan demi kegiatan kami gagas dalam rangka memberdayakan masyarakat terkait dengan bidang keilmuan ekonomi syariah, Psikologi Islam dan Budaya Islam.  Beberapa kegiatan ILUNI PSKTTI  mendapatkan apresiasi dari Ketua Umum ILUNI Pusat Ayuanda DR. Chandra Motik.

Beliau selalu hadir dan memberikan semangat agar kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap di jalankan di lingkungan Universitas Indonesia dan sekitarnya

 

4 Juni 2013

Salam Salaman

PenasehatpenakawanpenasaraN

[TD]

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Kuliah Hanya 2 Tahun Mendapat 2 Gelar M.Si.”, Klik untuk baca:

https://www.kompasiana.com/thamrindahlan/552895a3f17e61a8658b464a/kuliah-hanya-2-tahun-mendapat-2-gelar-m-si

Kreator: Thamrin Dahlan

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

News Feed