Jaringan Internet Ngadat, Apa Boleh Buat

Baru terasa betapa pentingnya Plan B. Malah kalau perlu sampai Plan C. Plan A gagal setengah jalan ketika wifi mati. Inilah kisah nyata separuh nyawa sewaktu kosentrasi menyampaikan materi Pembekalan Bela Negara.

Sesuai jadwal awak diminta Direktur Akper Pelni memberikan Pembekalan untuk Mahasiswa Baru. Selasa 15 September 2020 pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat pembelajaran jarak jauh dimulai.
Lancar, terkoneksi bagus dengan mahasiswa setelah awak menyapa Assalamualaikum,  Selamat siang. Laiknya kuliah non tatap muka maka komunikasi harus lebih intens. Pemberlakuan two way communication guna memastikan apakah proses belajar mengajar tidak ada hambatan.
Hambatan utama terjadi pada sistem IT. Sistem IT sangat memerlukan tenaga listrik. Tenaga listrik itulah yang menyambungkan jaringan internet. Belum lagi hambatan lain sperti penyedia  jasa Wifi.
Beberapa pekan lalu menyampaikan materi kuliah secara Daring lancar lancar saja. Tetapi Hari ini Selasa tiba tida Wifi dari penyedia jasa intenet First Media tiba tiba terputus. Apa mau dikata pembelajaranpun terhenti. Plan A gagal.
Dibantu oleh putri bungsu mengatasi masalah jaringan internet dengan menggunakan jaringan alternatif berupa hot spot. Kalau boleh dikatakan inilah Plan B. tetapi komunukasi tetap terhambat.
Untungnya teman teman Dosen di Akper Pelni bisa memaklumi keterputusan jaringan bersebab sesuatu diluarr kemampuan penulis. Kami sepakat melalui komunuikasi telpon pembekalan dianggap sudah memadai.  27 menit dari 60 menit yang direncanakan.
Slide materi kuliah bentuk power pont (ppt) di share kepada seluruh mahasiswa baru. Inilah pengalaman pertama gagal menuntaskan tugas bersebab post major. Apa boleh buat,  manusia boleh merencanakan namun keputusan atas kuasa Illahi.
Peristiwa ini menjadi pembelajaran Harus ada Plan C. Artinya mengatasi secara cepat putus jaringan Wifi wajib segera di ganti dengan hot spot yang kuat pula. Pengalaman berharga yang mungkin tak terlupakan, semoga tidak terulang lagi.
Awak segera menghubungi Manajemen First Media.   Sebagai konsumen protes keras.  Bisa jadi bukan awak saja yang menjadi korban, Ada ratusan bahkan ribuan pelanggan di era pandemi covid 19 bekerja dirumah (work from home) dikecewakan
Berapa besar kerugian yang dialami baik dari sisi finansial, waktu maupun kesempatan hilang sekejab begitu saja. Awak protes keras menuntut kompensasi atas terputusnya jaringan secara mendadak tanpa pemberitahuan sama sekali.
Inilah permasalahan umum pendidikan jarak jauh. Ketergantungan para pihak yang menggunakan jaringan internet sangat besar. Oleh karena itu hendaknya penyedia jasa benar benar memperhatikan kenyamanan konsumen agar mereka tidak beralih ke penyedia jasa yang lebih kompeten.
Inilah Plan D. Disiapkan dari sekarang  2 – 3 jaringan internet di kediaman guna jaga jaga, Ya jaga jaga.
Salamsalaman
TD

Tinggalkan Balasan