Batik Kesukaan Anda

Soal kemeja batik awak memberitakan beberapa kisah nyata dalam perjalanan hidup. Busana bercorak Batik sudah merupakan gaya hidup bangsa Indonesia. Pengakuan internasional ditasbihkan ketika Unesco satu badan Dunia menetapkan pakaian bercorak khas ini menjadi hak patent Indonesia.

Tentu saja hak patent itu perlu ditegaskan.  Tujuannya  agar negara negara lain jangan pula mengakui corak khas nusantara itu berasal dari negeri mereka. Sudah dapat dipastikan setiap rakyat Indonesia memiliki baju batik. Bagaimanapun kondisi ekonomi rakyat merasa bangga ketika kondangan mengenakan baju batik.

Tentu saja setiap orang memiliki koleksi baju batik kesenangan dan kesaayangan. Kesenangan plus kegembiraan diterjemahkan dengan kosa kata favourite artinya baju batik spesial tersebut memiliki kenangan nan sulit dilupakan.

Awak paling tidak memiliki 3 baju batik yang saat ini terus disimpan rapi. Baju kenangan itu sebagai bukti tak terbantahkan keberadaan sosok sorang budak Tempino Jambi memiliki kebanggaan luar biasa.

Desember 2015 merupakan hari sejarah bagi para kompasianer. Jurnalis  magang media kompasiana.com di jamu Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo ke Istana. Undangan makan siang tersebut terkait ulang tahun kompasiana ke 6. Seratus orang Jurnalis aktif mendapat kesempatan hadir di rumah negara. Dress code : Batik.

Jadilah awak membeli kemeja batik. Sebagai penghormatan dipilihlah corak batik terbaik khusus  dibeli isri tercinta. Warna yang di pilih dominant kuning dengan corak bunga warna hitam.

“Biar Uda kelihatan gagah dan cerah kalau berbaju warna ceria itu” ,

demikian kecek urang rumah AKBP (P) Hj Enida Busri, SKM, SKep.

Kami hadir di istana bersalam salaman dan berfoto ria di rumah rakyat.

Kemeja batik bercorak khas warna kuning berlengan panjang menjadi sejarah ketika awak terpilih bersama  10 penulis secara bergiliran diberi kesempatan berpidato di depan Bapak Presiden.

Isi pidato lebih kepada pangakuan jujur kepada Bapak Presiden Jokowi bahwa awak pendukung militant Prabowo Subianto. Bukan sekedar pendukung namun juga menerbitkan buku bertajuk Prabowo Presiden ku.

Point ke 2 selaku jurnalis menyampaikan saran kiranya Bapak Presiden berkenan mengajak kami pada kesempatan kunjungan kenegaraan. (Alhamdulilah disetujui)

Dokumen  ini konon menjadi foto kenangan terindah dan membanggakan keluarga sedusun Tempino Jambi.

Bisa jadi inilah kesempatan ke – 3 berada di Istana Negara. Namun kali ini sangat berkesan dalam kapasitas sebagai Jurnalis seorang Purnawirawan Komisaris Besar Polisi masih aktif dan produktif menyampaikan inspirasi di dunia maya dan dunia nyata.

Kemeja  batik favourite tersimpan rapi di lemari. Kemeja spesial hanya dipakai pada acara acara istimewa pilihan guna menghormati sejarah. Inilah baju pusaka nan dirawat dengan baik dan menjadi warisan keluarga.

Salam Literasi

YPTD

Tinggalkan Balasan