Investasi Kesehatan

Beberapa orang anak bermain bola di suatu taman.  Bola karet itu ditendang tendangnya, dipantulkan, dibenturkan dan disondolnya.  Sang bola untungnya terbuat dari karet, jadi benda itu sangat lentur, mental kesana sini.   Coba saja seandainya bola itu terbuat dari kaca maka so pasti pecah berkeping keping hancur  berantakan. Ya bola kaca nan indah disebut sebagai bola kristal sangat bernilai harganya.

Saudara, bola karet itu diibaratkan sebagai pekerjaan sedangkan bola kristal di misalkan sebagai kesehatan.  Demikian Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, berujar tentang pengalaman hidupnya mengibaratkan seseorang pemain sirkus yang bermain lima buah bola. Brian mengatakan bahwa ke – 5 bola itu adalah yang sangat dekat dengan kehidupan manusia, yaitu

  1. Pekerjaan,
  2. Keluarga,
  3. Kesehatan,
  4. Sahabat,
  5. Semangat

Selanjutnya Bryan berpesan agar  semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yang terjatuh. Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tersebut, lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET. Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah Bola Kaca.

Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal. Paradigma kesehatan  menyatakan bahwa kesehatan itu bukan segalanya, namun tanpa kesehatan semuanya menjadi tidak berarti. Health is not everything but without health everything is nothing

Hidup ini sepatutnya di jalani dengan keseimbangan.  Jangan sampai mengorbankan yang lainnya terutama keluarga karena mengejar rezeki.  Kata orang orang tua, rezeki itu tidak usyah dicari, tetapi rezeki itu tinggal diambil.

Rezeki telah disiapkan oleh Tuhan Yangg Maha Kaya, syariatnya anda harus keluar rumah untuk mengambilnya. Bekerja secara serampangan (work alkoholic) akan mengorbankan kesehatan tubuh, sehingga apabila  jatuh sakit  maka semuanya (harta, wanita, tahta, toyota, unta dan permata) menjadi tidak  berarti.

Menurut pakar kesehatan L Blum, pada dasarnya derajat kesehatan masyarakat itu sangat di pengaruhi oleh 4 faktor yaitu :

  1. Lingkungan
  2. Perilaku
  3. Keturunan
  4. Pelayanan kesehatan

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan prioritas utama dalam mempertahankan kondisi tubuh tetap bugar.  Lingkungan adalah kepedulian bersama untuk selalu menjaganya sedangkan pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab dari Pemerinah dalam hal ini Kementerian Kesehatan.

Kewajiban Pemerintah untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang terjangkau (covered) baik dalam artian geografis maupun biaya.  Puskesmas dan Posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan wajib di beriakan prioritas dalam pengembangan agar warga mendapat pelayanan etrbaik.

Anak anak yang bermain bola di taman itu belum mengerti akan hidup dan kehidupan.  Sepantasnya kita memberikan pemahaman kepada mereka akan pentingnya menjaga dan memelihara kesehatan.

Sejak dini anak anak diajarkan perilaku hidup bersih dan sehat, karena sesungguhnya menurut Undang Undang Kesehatan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009, kesehatan itu adalah investasi untuk merubah paradigma lama yang mengatakan bahwa Kesehatan adalah Cost (biaya)

 

Salam Literasi

BHP 111120

YPTD

Tinggalkan Balasan