Pengalaman Mengikuti Pelatihan Microsoft Office 365

Pengalaman mengikuti pelatihan Microsoft 365

Pandemi corona membuat saya merasa banyak kehilangan. Saya kehilangan kesempatan untuk melakukan proses belajar mengajar. Semakin waktu berjalan saya baru menyadari betapa berharganya kegiatan belajar mengajar secara bertatap muka yang saya jalani semenjak menjadi guru tahun 2008. Seorang pemuka agama mengatakan bahwa perasaan kehilangan justru membuat stress. Sebagai makhluk bertuhan saya berusaha meyakini bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak-NYA. Ada hikmah di balik kejadian Corona yang mendunia ini. Salah satu hikmah saya dapatkan melalui pelatihan Microsoft 365. Berikut saya jabarkan nilai apa saja yang saya latih selama mengikuti pelatihan.

  1. Usaha untuk berbagi

Saya mendapatkan info pelatihan ini dari postingan teman saya di WA grup. Saya merasa tergerak untuk mengikuti karena Saya ingin memanfaatkan gawai baru saya agar menjadi berkah yang menunjang pekerjaan saya. Tanggal 26 Juni 2020 Saya mengisi link dan mengirimkan pesan WA pribadi ke bu Siti Asfiyah menginfokan jika saya sudah mengisi link. Ibu Siti membalas dan berpesan untuk mengajak teman. Untuk menunaikan amanah dari bu Siti saya meneruskan foto leaflet ke grup di SD saya. Teman satu SD saya tidak ada yang mengikuti saya, namun ada satu teman yang memberi semangat dengan mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bagus. Namun ada teman di grup lain yang mengatakan bahwa dia menginginkan akun Microsoft 365, namun dia malas mengikuti pelatihan ini karena dia tau bahwa akan ada banyak tugas. Saya tidak menghiraukannya dan berfikir saya tidak rugi jika di tengah jalan saya tidak sanggup untuk menyelesaikan toh saya tidak membayar untuk dapat mengikuti pelatihan ini. Dari kejadian inilah saya menyadari bahwa usaha kecil dengan 2 x klik untuk membagikan info sangat bermanfaat bagi orang lain. Dengan catatan bahwa info yang diberikan bermanfaat, benar dan tidak menimbulkan keresahan dan ketakutan.

  1. Mendapat kelompok baru

Di hari yang sama dimasukkan ke grup WA oleh bu Siti, dan di grup itu ternyata ada banyak guru dari SD, SMA dan SMP dari kecamatan lain. Walaupun ada beberapa teman yang sudah saya kenal saya merasa bersyukur bisa mengetahui nama dan photo profil teman sejawat walaupun saya belum bertemu dan berkenalan dengan langsung. Saya mendapat kawan baru dan ini sangat menyenangkan hati saya.

  1. Memberi Pelayanan

Tanggal 1 Juli bu Siti memberikan daftar akun bagi semua pendaftar, saya berada di urutan 60 saya terkejut karena di situ tertulis SD Saya SD Gupit 05 padalal Saya SD Gupit 02 kemudian saya menginfokan kepada bu Siti. Beliau pun langsung mengeditnya. Alhamdulillah pelayanannya sangat cepat sekali.

  1. Sebelum ada kemudahan ada kesulitan

Mulai dari sinilah kesuliatan baru saya hadapi. Bu Siti meninstruksikan untuk menginstal team di HP saya sudah melakukannya namun saya merasa bingung dengan tampilannya. Saya pun menanyakan kepada teman saya, namun teman saya juga tidak mengetahuinya. Sehingga saya pun mantap hanya menggunakan laptop tanpa Hp untuk tele conference. Webminar pertama saya adalah saya megikuti acara pembukaan oleh Bapak Darno Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo. Saya menonton bersama kakak dan keponakan saya. Kakak yang seorang Guru pun merasa tercengang betapa canggihnya teknologi sekarang. Saya pun mengatakan bahwa saya berharap bahwa virus ini akan segera berakhir dan tidak akan ada kondisi di kemudian hari yang menyebabkan terhentinya proses belajar mengajar secara tatap muka. Saya percaya secanggih apapun teknologi tidak akan menggantikan interaksi nyata. Di dalam kemudahan justru ada kesulitan bila guru tak mau belajar.

  1. Semangat belajar

Dalam meeting pertama saya menyadari bahwa banyak Guru yang mempunyai semangat tinggi, mereka berusaha untuk aktif bertanya di tengah halangan teknis seperti sinyal. Perasaan terkejut saya juga bercampur dengan hal lucu bahwa selama meeting banyak yang belum mematikan speaker dan kamera sehingga saya bisa mendengar suara batuk, suara tangisan anak, suara musik dan melihat peserta yang mengikuti meeting sembari makan bahkan sembari memasak. Saya pun juga sama saya mengikuti meeting sembari merajut tas. Saya khawatir gambar saya bisa dilihat oleh peserta lain sehingga saya menutup kamera lap top saya dengan kertas.

  1. Kesungguhan Belajar

Di meeting yang kedua banyak peserta yang terseleksi. Peserta yang aktif tidak sebanyak hari pertama. Saya pun sama, saya hanya menonton sembari merajut. Saya mengetahui seharusnya dua gawai digunakan, HP untuk mendengarkan arahan dari bu Stii dan lap top untuk langsung praktek. Saya pun akhirnya ketinggalan. Laptop saya ternyata gagal install sehingga tampilannya berbeda. Saya pun memutuskan untuk mengerjakan di warnet. Saya mengerjakan kursus online dan mengerjakan tugas selama berjam-jam. Dikemudian hari saya baru mengetahui bahwa kursus yang saya kerjakan bukan materi wajib yang harus dikerjakan. Tapi saya bersyukur dapat mengerjakan course yang berbahasa Inggris walaupun dengan beberapa kali ulang. Di hari berikutnya saya mengerjakan tugas di warnet lagi dengan 3 gadget sekaligus, computer untuk mengerjakan, Hp untuk tutorial dari you tube dan lap top untuk transfer link dan berkomunikasi di grup WA. Saya menyadari bahwa saya kurang bersungguh sungguh tetapi saya bersyukur paling tidak saya sudah mendapat ilmu. Walaupun tugas saya tidak sempurna. Saya mengupload semampu yang saya bisa. Kesungguhan belajar teruji dan siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.

  1. Saling Bantu Membantu

Dalam mengerjakan tugas pembuatan meeting saya menemui kendala. Saya mengikuti kelas teman dari sekolah lain yang tidak saya kenal tetapi saya sendiri kesulitan untuk mengumpulkan teman sebanyak 3 orang. Saya tidak bisa menghidupkan kamera sehingga teman lain yang saya lihat, tidak bisa melihat gambar saya. Dengan bimbingan dan bantuan teman yang saya kenal, saya bisa melakukan meeting. Namun meeting tersebut saya ulang karena saya belum mendownload attendance list, saya pun mengulangnya, beruntung teman saya mbak Ria dan Mbak Hesti bersedia membimbing dan meluangkan waktu. Alhamdulillah mereka baik sekali dan mau saling bantu membantu, padahal kita belum pernah bertemu.

  1. Menemukan Hal Baru

Dalam materi embed video, saya berinisiatif untuk menggunakan video saya sendiri. Saya ingin memanfaatkan sedikit ilmu saya dalam bermain alat musik. Pandemi sejak bulan Maret memaksa saya untuk tidak melanjutkan kursus musik. Sekedar untuk menjaga agar musikalitas saya tidak hilang, saya ingin mengdokumentasikan sedikit ketrampilan yang saya miliki. Jam 11 malam selepas meeting, saya merekam dengan HP sendirian. Video tersebut sangat lucu karena saya keliru menerangkan dan bingung sendiri di tengah rekaman. Saya belum pernah mengedit video, jadi tanpa saya edit saya membuat chanel you tube dan mengupload video pertama saya. Saya takut di bully jadi saya tidak mengshare link. Saya sudah sangat puas karena mengikuti pelatihan ini saya memiliki chanel you tube. Di sinilah saya menemukan hal baru.

  1. Jangan Menyerah

Saya pun mengirim pesan panjang ke bu Siti yang isinya saya sudah menyerah dan merasa kalau saya tidak mampu lagi memperbaiki tugas dan mengucapkan terimakasih telah memberikan ilmu. Bu Siti pun memberi semangat supaya saya merevisi tugas saya yang salah. Saya pun ke Warnet naik motor walaupun saya kurang enak badan. Tetapi karena tenggat waktu sudah dekat saya pun membawa bekal teh panas dan roti. Saya merevisi tugas saya dan mengirimnya. Saya bersyukur keesokan harinya nama saya masuk daftar peserta yang sudah mengerjakan tugas. Saya sangat lega. Apa yang saya lakukan ternyata membuahkan hasil nyata. Sekian pengalaman mengikuti pelatihan yang lagi lagi memberi saya kesempatan untuk mengerjakan hal yang sebelumnya tidak saya kerjakan, yaitu menulis. Jangan menyerah dan teruslah mencoba untuk berhasil.

 

Nama Saya Vitri Sulistyani ada pesan yang cocok digunakan agar terus memiliki semangat belajar bagi seorang guru: in learning you teach, in teaching you will learn.

 

Tinggalkan Balasan

57 komentar

  1. Ping-balik: Homepage
  2. Ping-balik: us pharmacy viagra
  3. Ping-balik: viagra online in usa
  4. Ping-balik: cialis soft
  5. Ping-balik: daily viagra pill
  6. Ping-balik: brand cialis online
  7. Ping-balik: viagra online pfizer
  8. Ping-balik: nolvadex-d fiyatı
  9. Ping-balik: furosemide uiterlijk
  10. Ping-balik: novo rybelsus
  11. Ping-balik: generic keflex
  12. Ping-balik: gralise vs neurontin
  13. Ping-balik: aspirin structure
  14. Ping-balik: uloric vs allopurinol
  15. Ping-balik: organic ashwagandha
  16. Ping-balik: actos dolosos
  17. Ping-balik: acarbose monoterapia
  18. Ping-balik: abilify commercial
  19. Ping-balik: robaxin in pregnancy
  20. Ping-balik: synthroid tips
  21. Ping-balik: generic voltaren
  22. Ping-balik: stromectol usa