Takdir Menuntun Saya Memilih Profesi Perawat

Mengapa saya memilih profesi perawat?

Assalammualaikum, perkenalkan saya Yektiningtiyas Mahfirotin. Saya akan menceritakan alasan saya mengapa bisa memilih profesi perawat. Dan sebelumnya saya akan bercerita sedikit tentang cita-cita saya.

Pertama jujur aja nih, saya tidak pernah ada satu pikiran pun dibenak saya untuk menjadi seorang perawat. Karena dari kecil cita-cita saya ingin menjadi polisi wanita. Karena ada satu kekurangan saya, saya tidak dapat mencobanya. Awalnya saya pikir masih bisa dikejar dengan olahraga rutin, dan cara lain. Karena saya sangat berambisi, saya langsung mengikuti suatu bimbingan belajar dan bimbingan jasmani polri.

Selama saya menjalani bimbel, tidak ada satu pun pemikiran saya untuk tidak bisa mencapai kekurangan saya. Yang ada dibenak saya hanya optimis untuk mencapai kekurangan itu, dan menambah wawasan dan ketahan fisik saya. Tapi diakhir bimbel berjalan, ternyata kekurangan saya itu masih belum memenuhi. Sedih? memang sedihhh.. Sakit? sakit bangettt malah.. Disitu saya sempat down, tapi gk lama sih. Lagi pula buat apa sedih lama-lama. Iya tidak? hehe.. Hidup saya masih panjang, rezeki saya masih luas. Karena suatu kegagalan tuh sesuatu pembelajaran dan pengalaman. Jadi tidak perlu tangisi.

Teman-teman udah pada kuliah, sedangkan saya masih bingung mau lanjut dimana. Disaat kondisi pandemi seperti ini, saya melihat tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki tugas yang sangat mulia. Mereka tetap harus merawat pasien walau resiko yang di terima sangat besar, yaitu nyawa. Karena mereka berhadapan langsung dengan musuh yang tak kasat mata yang menular bahkan mematikan. Tetapi tidak sedikit pula yang tidak menyukai mereka, ada yang bilang memanfaatkan kondisi, bahkan dikuncilkan.

Tetapi berbeda di pandangan saya. Mereka tetaplah mulia. Mengharapkan gaji? ya wajarlah, mereka butuh makan, dan uang untuk kebutuhan hidup lainnya. Mereka rela menemani pasien pagi, siang, sore, dan malam dengan berlapis-lapis APD.

Kesimpulannya alasan saya memilih profesi perawat karena tugasnya yang mulia. Dan mereka juga bisa disebut abdi negara karena mereka mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Jadi perawat bukan hanya gelar, seragam, profesi yang menjadi alasan. Tapi tindakan kemanusiaannya yang membuat saya jatuh hati dengan profesi ini. Saya bersyukur karena saya sudah diberi kesempatan untuk menjadi seorang perawat. Dan saya berjanji saya akan selalu cinta dan bangga dengan profesi ini apapun yang terjadi.

Sekian cerita dari saya, mohon maaf jika ada salah kata atau kalimat yang menyinggung. Dan terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya ini. Semoga dapat menjadi pembelajaran dan motivasi teman-teman.

Tinggalkan Balasan