menuju sebuah cita-cita

  • Anastesya alfatiha wijaya
    20042. Tk 1B
    Akademi keperawatan polri

CITA-CITA KU
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh …..
Salam sejahtera untuk kita semua,sholawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada junjungan alam yaitu Sayyiduna Wamaulana Muhammad SAW. Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih kepada bapak Thamrin Dahlan,SKM,Msi selaku dosen dari salah satu mata kuliah yang ada di Akademi Keperawatan Polri yaitu mata kuliah PANCASILA karena telah memberi saya tugas untuk menceritakan perjalanan cita-cita saya dari kecil hingga sekarang.
Haii perkenalkan nama saya Anastesya Alfatiha Wijaya,saya lahir di Bekasi pada tanggal 09 februari 2002 saya mempunyai orangtua yang hebat yang mampu membesarkan saya hingga saat ini. Nama ibu saya adalah Dewi Hamdani dan nama ayah saya adalah Djayadi,saya terlahir dari keluarga yang sederhana namun mengasyikkan dan saya sangat bersyukur memiliki kedua orangtua seperti mereka,tanpa mereka mungkin saya tidak akan ada di dunia dan mungkin saya tidak akan besar seperti ini. Aaammiin
Mamah dan papah saya selalu bilang kepada saya dari saya masih anak-anak “Raih lah cita-citamu setinggi mungkin,berusaha lah sebisa mu ingat Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang lebih berat dibatas kemapuan Hamba-Nya.” Saya ingat sekali pesan kedua orangtua saya sejak saya kelas 3SD di SDN JAKAMULYA II Bekasi. Namun mendengar cerita orangtua dari masa ke masa bahwa cita-cita saya dari saya masih balita adalah ingin menjadi seorang Dokter sehingga kedua orangtua saya pun membelikan saya mainan Dokter-Dokteran, ya karena itu karena saya ingin sekali menjadi Dokter. Mendengar cerita orangtua saya dahulu saya pun bingung dengan diri saya sendiri pada saat itu kenapa saya ingin sekali menjadi Dokter padahal saat itu cita-cita saya ingin sekali menjadi guru,karena melihat guru di sekolah itu baik-baik,ramah-ramah,cantik-cantik,dan ada yang ganteng juga sih …… hehehe. Maka dari itu cita-cita saya waktu SD ingin menjadi seorang guru,karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa tanpa guru mungkin saya tidak akan bisa mengenal huruf A-Z dan mengenal angka 0-1000+++ saya salut kepada guru-guru yang mengajar karena rasa sabar dalam mendidik sangat lah tinggi dan dari situ pun saya selalu memotivasi diri saya agar bisa menjadi guru “anastesya pasti bisa menjadi guru agar dapat membagi ilmu kepada anak-anak SD” sampai akhir penghujung SD pun saya belajar dengan rajin agar saya dapat masuk ke SMP NEGERI dan alhamdulillah usaha tidak mengkhianati hasil.

Pada saat itu saya mendapatkan NEM 27,00 awalnya saya ingin sekali masuk ke SMPN terfavorite di Bekasi yaitu SMPN 12 namun apalah daya rezeki saya bukan disitu akhirnya saya cari lagi SMPN favorite ternyata ada di kayuringin bekasi yang jaraknya lumayan jauh dari rumah saya yaitu SMPN 7 Bekasi. Alhamdulillah saya keterima di SMPN 7 Bekasi, jujur saya terharu karena ALLAH memberikan saya rezeki yang nikmat dan orangtua pun turut bangga.
Di masa SMP saya ini awal masuk saya masuk kedalam kelas unggulan yaitu 72,karena unggulan disana 71-73 alhamdulillah rasa syukur saya semakin bertambah. Akhirnya saya duduk dikelaas 72 saya berkenalan dengan teman-teman saya,dan saya mendapatkan teman yang sangat baik akhlaknya masyaALLAH… dia dulunya menjadi anak pondok akhirnya saya dekati saya tanya-tanya “ko kamu mau si jadi anak pondok? Kan anak pondok itu norak-norak” dengan rasa PD saya dan mulut saya yang berbicara tidak pakai rem hehe.. dan dia pun menjawab “tidak semua anak pondok itu norak,alasan saya masuk pondok yaitu ingin memahami agama saya,saya ingin orangtua saya bangga dunia dan akhirat” dari kata kata itu saya tertarik sekali akhirnya saya kembali bertanya “apakah citaa-cita mu?” dan dia pun menjawab “cita-citaku menjadi seorang dai,seorang pendakwah wanita yang tangguh saya ingin menjadi ustadzah” masya ALLAH sekali ya…
Dari situ pun saya mulai tertarik dengan cita-cita teman saya itu,akhirnya saya memutuskan diri untuk berubah cita-cita ingin menjdi seorang ustadzah akhirnya saya belajar dengan dia tentang agama alhamdulillah nya saya ga buta-buta bangat sama hukum agama karena orangtua saya juga mendidik saya keras dalam beragama. Sampai akhirnya tiba bulan romadhon dimana setiap sekolah pasti mempunyai acara tersendiri, nah SMPN 7 ini mengadakan SANLAT “Pesantren Kilat” namun di penghujung sanlat itu banyak lomba-lomba seperti lomba : pidato bahasa arab/inggris,saritilawah,marawis,dan paduan suara antar kelas dengan membawakan sholawat. Dalam diri saya sendiri terdapat dorongan ingin sekali mengikuti lomba pidato bahasa arab akhirnya saya cerita dan minta izin kepada orangtua saya untuk mengikuti lomba tersebut akhirnya orangtua saya menyetujui untuk mengikuti lomba tersebut. Akhirnya saya mendaftar ke kaka kelas saya untuk mengikuti lomba pidato bahasa arab tersebut setelah saya daftar saya diberi selembar kertas untuk di hafalkan sampai tahap penyeleksian selesai dan di umumkan siapa pemenangnya dan pemenangnya di tampilkan di atas panggung untuk membacakan pidato arab tersebut.
Barakallah berkat doa restu orangtua ALLAH mengizinkan saya untuk menjadi pemenangnya mungkin ada gambaran sedikit tentang piagam penghargaan yag di berikan kepada saya berikut ini

Dari kejadian peristiwa itu lah saya yakin dengan diri saya sendiri bahwa saya mampu dan bisa untuk menggapai cita-cita saya sebagai seorang ustadzah. Namun beberapa bulan kemudian ada demo eskul dan saya sangat tertarik dengan eskul pramuka apalgi banyak yang bilang bahwa bila mengikuti eskul pramuka bisa menjadi seorang abdi negara yang tangguh menjadi wanita yang kuat, akhirnya berubah lagi lah cita-cita saya yang dari seorang ustadzah menjadi seorang abdi negara khusunya “Polisi Wanita” akhirnya saya mengikuti eskul pramuka tersebut,pahit manis saya terjang hanya ingin meraih cita-cita saya. Seperti biasa saya berkomunikasi terlebih dahulu bilang dan meminta izin kepada orangtua untuk mengikuti eskul tersebut,namun orangtua saya menyetujui nya sampai pada tahap penaikan pangkat regu penggalang SMPN7 yang sah saya pun kembali untuk meminta izin kepada orangtua saya,namun orangtua saya pun tetap mengizinkan akhirnya saya mengikuti pelantikan tersebut sungguh asyik menjadi anggota dari kepramukaan ,namun ada saja musibah yang terjadi saat itu yaitu kaka pramuka dari salah satu tim hilang karena tenggelam di sungai dan saat itu lah orangtua saya tidak menyetujui saya untuk mengikuti eskul itu lagi,saya juga harap maklum karena dulu saya adalah anak satu-satu nya tetapi sekarang mempunyai adik yang bernama Muhammad Ibrahim Alarkhan Wijaya dan saat saya menjadi anak satu-satu nya orangtua gabisa kasih saya kebebasan seutuhnya.

 

Dan berikut adalah gambaran atau foto saat saya mengikuti agenda tersebut

Gugur sudah cita-cita ku untuk menjadi seorang abdi negara dengan cara mengikuti agenda eskul pramuka hehe.. tapi memang banyak kaka alumni yang keluar dari sini aktif lagi di SMA dan tiba waktunya untuk berjuang mencalonkan diri ,selamat ya untuk kaka kaka ku.
Pengalaman tersebut memang indah,pahit manis susah senang di rasakan namun jika orangtua tidak meridhoi maka berakhir lah siasia. Karena pada dasarnya ridho orangtua adalah pintu rezeki untuk anak-anaknya,apabila melawan dan keras kepala apapun yang mereka usahakan akan tetap sia-sia. Dan sampai akhir penghujung menjadi pelajar SMP orangtua pun menyuruh saya untuk terjun mamsuk ke dunia kesehatan yaitu sebagai seorang perawat,sampai akhirnya orangtua mencarikan saya sekolah menegah kejuruan keperawatan, awalnya saya ragu karena keinginan saya saat itu ingin sekali masuk SMA dan ambil jurusan IPA, tapi kemauan orangtua berbeda. Awal masuk SMK saya pun merasa bahwa saya terpaksa namun saya nikmati saya jalani akhirnya bertahan menjadi siswi SMK BINA HUSADA MANDIRI selama 3 tahun.
Jadi ini sudah menjadi penghujung cita-cita saya tidak penghujung juga si hanya saja ini lah yang sedang saya perjuangkan untuk masa depan, sebelumnya saya juga sudah pernah terjun untuk merawati pasien secara langsung dulu saya sempat PKL di RS PUSDIKKES TNI AD KRAMAT JATI,banyak penglaman yang saya ambil dari praktek tersebut dari tata tertib cara bahasa pokonya tuh kita layaknya mereka yang berseragam Tentara Angkatan Darat. Saya mendapatkan tugas di bagian ruang anak,ternyata merawat anak tak semudah yang saya fikirkan setiap dinas malam pasti ada saja tindakan entah nyempul infus atau ganti infus dan memberikan obat via IV ,berikut adalah gambaran saya praktek di RS PUSDIKKES TNI AD


Foto bersama para OJT karena sempat dinas bareng dan berebut tindakan hehe
Dan guru pembimbing SMK BHM

Selain saya praktek di RS PUSDIKKES saya pun praktek di Panti Sosial Tresna Werdha Ciracas,banyak sekali pengalaman yang saya dapat dari cerita kaka-kaka senior bahkan dari nenek dan kakek disana. Dan saya merasa kehangatan kekeluargaan dari nenek dan kakek,berikut gambaran saya praktek di PSTW

Dan langkah selanjutnya adalah saya mengikuti SerKom, yaitu sertifikasi kompetisi gelombang 1 dengan 18 tindakan dalam waktu 2jam ,latihan latihan dan latihan saya harus bisa dan gaboleh ngulang saya berdoa sudah,usaha juga sudah langkah selanjutnya yaitu ikhtiar. Alhamdulillah berkat doaa dan doa orangtua akhirnya lolos tanpa hambatan.
Berikut adalah gambaran serkom saya

Dan ini pengalaman terakhir saya selama menjadi siswi di SMK BHM ,yaitu menjalankan keperawatan komunitas yaitu terjun langsung ke masyarakat tujuannya untuk memberikan informasi mengenai pentingnya kesehatan sebelumnya saya dan kawan kawan mengkaji 50 KK dalam 1 RT lalu di kelola seberapa banyak keluhan dari warga tersebut,serta ada pengobatan gratis seperti : Tensi,cek gula darah,asam urat

Berikut gambaran saya mengenai keperawatan komunitas

Foto bersama warga dan guru pembimbing pembagian dorrprize

Pembacaan materii saya dan sejawat saya dulu hehe

Mungkin itu saja cerita saya mengenai cita-cita dari saya kecil hingga sekarang menduduki perguran tinggi, and next cita-cita saya selanjutnya yaitu ingin menjadi perawat yang profesional insyaALLAH lanjut untuk ke S1 bahkan S2 san S3 aamiinnn….

Terutama jadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa,dan ingin menjadi journalis untuk terus mengembangkan beberapa pengalaman saya kedapannya untuk bisa berbagi pengalaman berikutnya,mungkin kelanjutan file ini akan terus berlanjut apabila saya sudah lulus dari DIII AKADEMI KEPERAWATAN POLRI ini, aamiinnn…
Dan selanjutnya saya akhiri cerita ini dengan mengucapkan Alhamdulillah ,dan sekali lagi terimakasih kepada bapak Thamrin Dahlan telah menyempatkan waktu nya untuk membaca cerita saya,sehat terus panjang umur ya pakk terimakasih telah menjadi motivasi saya disaat awal-awal masuk akper
Wassalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh

Tinggalkan Balasan

1 komentar