Menjaga Kesehatan Jantung Dengan Tidur Teratur

Setiap individu yang ada di dunia ini pastilah memiliki paling tidak satu hal yang harus mereka penuhi dalam kehidupan mereka sehari-hari yang kita sebut kebutuhan. Salah satu teori kebutuhan manusia yang paling terkenal adalah teori Maslow. Menurut teori Maslow manusia mempunyai lima kebutuhan dasar yang paling penting meliputi : kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan dan keselamatan, kebutuhan cinta dan rasa memiliki, kebutuhan rasa berharga dan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang termasuk kedalam kebutuhan fisiologis. Tidur terjadi secara alami dan memiliki fungsi fisologis dan psikologis untuk proses perbaikan tubuh. Jika seseorang tidak mendapatkan tidur yang baik maka akan mendapatkan kerusakan pada fungsi otot dan otak karena tidak adekuatnya kebutuhan tidur, termasuk juga pada organ Jantung

Penelitan yang dipresentasikan oleh  dr. Kartik Gupta dari Henry Ford Hospital, Detroit pada acara American College of Cardiology’s 70th Annual Scientific yang menilai 14.000 orang amerika dengan cara mengikuti survey nasional kesehatan dan Nutrisi (National Health and Nutrition Examination Survey) pada tahun 2005 sampai 2010  memperlihatkan pada kelompok peserta yang tidur 6 sampai 7 jam, memiliki risiko yang paling rendah untuk mengalami penyakit jantung (seperti serangan jantung atau stroke).

Selain itu, peneliti juga menilai skor risiko kardiovascular, yaitu sebuah skor atau penilaian untuk menilai apakah seseorang akan mengalami masalah jantung dalam kurun waktu tertentu (10 tahun). Pada penlitian ini memperlihatkan bahwa risiko penyakit jantung dalam 10 tahun pada kelompok pasien yang tidur kurang dari 6 jam sebesar 4,6%, sedangkan pada kelompok yang tidur 6 sampai 7 jam dalam sehari memperlihatkan nilai sebesar 3,3%. Kedua hal ini menandakan risiko yang rendah dalam mengalami penyakit jantung menurut American College of Cardiology.

Peneliti juga menjelaskan dalam penelitian ini, bahwa “Tidur, sama pentingnya dengan menjaga pola makan, merokok dan olahraga” pada risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Tidur yang berkualitas, sebagai kebutuhan dasar manusia, sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang berakibat timbulnya gangguan pemenuhan tidur pada seseorang. WHO (1998) mengemukakan ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi tidur, yaitu ; faktor fisik, psikologis, gaya hidup, dan lingkungan

Berikut adalah beberapa tip Harvard Medical School untuk meningkatkan kualitas tidur:

  1. Hindari kafein dan nikotin empat hingga enam jam sebelum waktu tidur.
  2. Jaga agar kamar tidur gelap, tenang dan sejuk untuk meningkatkan kualitas tidur.
  3. Tetapkan rutinitas relaksasi sekitar satu jam sebelum tidur.
  4. Jangan memaksakan diri untuk tidur, jika Anda tidak tidur dalam waktu sekitar 20 menit, bangunlah dan lakukan sesuatu yang menenangkan hingga Anda merasa mengantuk.
  5. Makan malam beberapa jam sebelum tidur dan hindari makanan yang bisa membuat perut sakit.
  6. Berolahragalah lebih awal pada hari itu, setidaknya tiga jam sebelum tidur.

Syaikh Abdur Rahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Tidur merupakan satu bentuk dari rahmat Allah” sebagaimana firmanNya :

“Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya (pada siang hari) dan supaya kamu bersyukur“. [Al Qashahs/28: 73]

Jadi tidak hanya sebagai rutintas semata, tidur juga merupakan satu wujud dari rahmatNya nan luas dan kemahakuasanNya yang sempurna. Padanya tersimpan hikmah dan kemashlahatan bagi para makhluk. Tidur juga merupakan satu simbol akan kekuasaanNya untuk membangkitkan makhluk setelah Ia mematikan mereka.

Wallahu A’lam Bishawab

Tinggalkan Balasan