Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan Memanfaatkan Barang Bekas sebagai Pot Tanaman

dokumen pribadi
dokumen pribadi

Hari ini, Jumat, 5 Juni 2020 dunia mempenringati hari Lingkungan Hidup. Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini adalah Biodiversity atau Keanekaragaman Hayati. Lalu bagaimana Anda memaknai dan memperingati Hari Lingkungan Hidup tahun ini?

Di tengah pandemi covid 19, kita dituntut juga peduli lingkungan. Bagaimana kita menjaga kesehatan dengan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita. Salah satunya adalah udara yang kita hirup harus dijaga kesejukannya.

Manusia hanya membutuhkan sebanyak-banyaknya udara segar untuk hidup. Mahluk hidup yang berperan penting menjaga kebersihan udara dengan menghasilkan oksigen adalah tanaman. Tapi tanaman ini tidak bisa ada begitu saja di hadapan kita. Perlu adanya tindakan aktif yang nyata dari manusia untuk menanam tanaman hijau.

Anda juga tahu bukan, kalau kita menanam tanaman, kita juga sedang menjaga kekayaan keanekaragaman hayati di sekitar kita? Ini yang dilakukan keluarga kami di rumah beberapa hari terakhir ini. Ada kerja sama satu dengan yang lain untuk saling mendukung dalam menanam tanaman.

Pada waktu kami mebuat es buah, salah satu buah yang kami pakai adalah buah melon. Buah melon ini mempunyai banyak sekali biji. Biji-biji tersebut tidak kami buang begitu saja di tempat sampah. Benar, kami menanamnya.

Dokpri
Hal unik lainnya berawal dari ide kakak ipar saya, Mas Eri. Ternyata beliau mengumpulkan kemasan plastik bekas minyak dan kemasan plastic bekas sabun cuci piring untuk dijadikan pot. Saya awalnya heran juga kenapa plastik-plastik tebal sisa kemasan isi ulang itu dikumpulkan. Ternyata dijadikan semacam pot untuk diisi media tanam berupa tanah.

Biji tanaman melon yang sudah kami semaikan sebelumnya tumbuh tunasnya. Setelah agak besar dan bisa dipindahkan dari tempat persemaian, pot-pot dari plastik kemasan menjadi tujuan berikutnya. Tanaman-tanaman melon kecil ini dipindah ke pot buatan tersebut.

Selain itu, kami juga mengumpulkan aneka gelas plastik bekas yang juga bisa dijadikan pot tanaman. Kali ini tanaman yang kami tanam sejenis agave dengan daun berwarna putih. Hati-hati dengan tanaman agave putih ini. Ujung daunnya sangat runcing dan tajam.

Dokpri

Tanaman ini kami miliki sejak tahun 2006. Butuh waktu lama untuk bisa melihat tanaman agave putih ini berbunga.

Tahun ini saya mendapat kesempatan melihat tanaman ini berbunga. Bunganya menjulang tinggi. Bulir-bulir kecil pada bunganya ternyata menjadi semacam tunas yang bisa ditanam. Boleh dibilang itu adalah calon tanaman baru. Sungguh unik.

Awalnya kami hanya coba-coba menancapkan bulir-bulir bunga tersebut yang mulai tumbuh daun baru kecil-kecil. Ternyata benar bisa tumbuh bila ditanam. Wah senangnya hati kami. Satu bunga saja bisa menghasilkan ratusan bulir tunas bunga.

DokpriBeberapa tetangga yang lewat depan rumah ikut meminta bibit tanaman agave putih ini dan kami berikan dengan cuma-cuma.

Akhirnya kami juga menanam bulir-bulir yang awalnya dari bunga ini. Salah sayu potnya adalah gelas plastik bekas yang ada di rumah. Jadi berkebun pun tidak harus bermodalkan pot-pot yang mahal bukan? Gunakan saja barang bekas yang bisa dipakai di sekitar Anda.

Kami juga menggunakan kaleng bekas tempat cat sebagai pot untuk menanam tunas agave ini. Semua usaha menanam kembali aneka jenis tanaman sebenarna merupakan salah satu tindakan aktif menjaga eksistensi keanekaragaman hayati di lingkungan terdekat kita.

Sumber foto artikel di Kompas.comMengggunakan barang-barang bekas termasuk plastik kemasan, gelas plastik dan kaleng cat merupakan usaha lainnya menjaga lingkungan hidup dari timbunan sampah.

Bukankah ini juga menarik? Bisa memanfaatkan barang-barang bekas untuk hal berguna. Barang-barang bekas yang biasanya dibuang saja, kini dimanfaatkan ulang. Istilah kerennya ‘reuse‘.

Bagaimana dengan cara Anda memperingati hari lingkungan hidup sedunia? Saya tunggu kisah Anda. Ini kisah saya, mana kisahmu?
Mari cintai lingkungan hidup yang paling dekat dengan kita.

….
Salam sehat, salam lestari

Written by Ari Budiyanti
5 Juni 2020
World Environment Day

Pernah tayang di Kompasiana

 

Tinggalkan Balasan