Mak Yati Namanya

Kula Menulis Asyik

Di Pipir Imah Kula jajan kadaharan, Ma Yati padagangna.
( Dibelakang rumah saya jajan makanan ringan, Ma Yati penjualnya).

Dokpri

Sambil jajan, Kula berlempar obrolan tentang sakit gigi.

Kebetulan bangung tidur siang karena minum obat sakit gigi ada obat tidurnya.

” Daripada sakit gigi lebih baik sakit hati” lirik lagu album om Meggi Z. betul juga biar perumpamaan itu logis, tapi tak berharap keduanya.Hehe.

Ma Yati panggilannya, masih muda namun anak-anak kecil memanggilnya”Ma”.

Dagangan yang dijajakan, Baso cilok,baso biasa, es kacang, lupis, dan banyak lagi jajanan tradisional lainnya.

Dokpri

Setiap pagi berkeliling ke pelosok kampung Muncang.
” Basoooo…..jajan…..jajan….yeuuuh…kadieu…kadieu”. Itu teriakan iklan Ma Yati saat berjualan.

Kebetulan siang ini, Kula yang terakhir jajan. Dari sepupu hingga keponakan kumpul jajan.

Semua kenyang hanya tiga puluh lima ribu rupiah Kula harus bayar.

” Sabaraheun Ema” Kula bertanya.
” Tilu puluh lia rebu Eun pak” jawab Ma Yati.
” Geura keliling Bae Ma nyah”
” ke samper artos na ka rompok Kula”
” Muhun pak tenang bae”

Itulah baiknya Ma Yati, sering Kula seperti itu, Alhmdulillah tak ada yang terlewat untuk membayarnya.

Bila Kula jajan Ma Yati tak banyak bertanya.
Terkadang salut melihat Mak Yati berjualan,tak sedikit makanan yang di tenteng nampak berat.

Namun terlihat orangnya ceria dan cerewet.

Pernah Kula bertanya.
” Ma cape teu jualan kieu”
” Atuh cape pak, TOS kuamaha deui ja lumayan keur jajan anak Jeung ngabantu salaki,” ungkapnya.

Terasa pasrah dan bahagia Ma Yati mengungkapkan perjuangannya bedagang membantu ekonomi keluarga.

Basoo………baso Saha deui nu arek melii., teriak Ma Yati bergegas menawarkan dagangannya sambil berlalu.

Mak Yati dinanti setiap pag. Semangat ma Yati untuk menjadi insan UMKM kecil sejati.

Salam Literasi
Asikin Widi Jatnika

 

Tinggalkan Balasan

News Feed