Asa itu masih ada !! Rivalitas hanya 2x45menit

 

Kerukunan artinya adanya suasana persaudaraan dan kebersamaan antar semua orang walaupun mereka berbeda secara suku, agama, ras, dan golongan. Kerukunan juga bisa bermakna suatu proses untuk menjadi rukun karena sebelumnya ada ketidakkerukunan serta kemampuan dan kemauan untuk hidup berdampingan dan bersama dengan damai serta tenteram. (berhubungan dengan Pancasila sila 1 yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa)

Kerukunan adalah modal utama demi kelangsungan pembangunan hajat hidup sebuah bangsa. Pembangunan tidak dapat berjalan sempurna apabila sumberdaya manusianya tidak memiliki sikap saling menghargai di antara sesamanya.

Adanya saling pengertian, hormat-menghormati, dan adanya kesamaan visi secara umum yang menghapus segala bentuk perbedaan akan dapat mewujudkan bentuk kerukunan yang dinamis. Sikap itu harus tumbuh, baik secara vertikal (pemerintah dengan rakyat) dan horizontal (antarsesama anggota masyarakat).

Tidak Di pungkiri sering terjadinya konflik antar suku,ras,atau golongan karena perbedaan pendapat termasuk hal kecil seperti saling ejek menimbulkan konflik sampai sekarang, contohnya konflik supporter sepakbola  The Jakmania Vs Viking, ketika berbicara 2 supporter ini sudah banyak cerita baik itu konflik hingga keributan baik saat pertandingan bahkan tanpa ada pertandingan serta Dikenal sebagai salah satu negara yang menggilai sepakbola, mengendalikan tumbuhnya suporter sepakbola di tanah air bukanlah perkara sepele. Apalagi hampir di setiap kota, ada sebuah kesebelasan sepakbola yang amat dibanggakan warganya

Ada banyak versi cerita di social media awal mula konflik kedua supporter ini, sangat disayangkan jika sepakbola yang seharusnya menjadi hiburan murah rakyat Indonesia, tapi bisa menjadi konflik berkepanjangan sampai sekarang. Kabar terakhir duka perseteruan antar 2 supporter yaitu Alm. Haringga Sirla (dari supporter the jak) yang nekat menonton langsung pertandingan antara persib vs persija di bandung kala itu. Nasib berkata lain, Alm. Haringga meninggal dunia setelah ketahuan dia adalah supporter the jakmania.

Masih ada banyak lagi sisi negatif dari fanatisme suporter yang merugikan banyak pihak, termasuk para suporter itu sendiri. Hal inilah yang wajib dibenahi agar segalanya menjadi lebih baik dan suporter sepakbola tak selalu dipandang sebagai gerombolan orang yang suka bikin onar.

Sudah banyak aksi perdamaian yang di lakukan untuk kerukunan 2 supporter ini, baik pemerintah ataupun persatuan supporter Indonesia. Mungkin kerukunan bisa terjadi kalau dendam yang lama itu bisa hilang dan di ganti dengan saling pelukan, pertanyaannya kapan itu terjadi ? mau sampai berapa korban akibat ketidak rukunan sepakbola di Indonesia ? semoga supporter Indonesia mampu menjaga kerukunan demi sepakbola Indonesia maju dan negara kesatuan republic indonesia.

Karena Kalau dibiarkan, ideologi berbalut kebencian akan menjadi warisan secara turun menurun. Cukuplah sampai disini perselisan tersebut, jangan ada korban lain akibat kekerasan mengatasnamakan suporter. Bukanlah damai itu lebih indah dari pada perselisihan dan permusuhan yang berkepanjangan.

Mereka berdamai dan bergerak atas inisiatif sendiri karena timbulnya rasa persaudaraan dan kebersamaan diantara satu dengan yang lain. Saat pertandingan didalam lapangan mungkin menjadi rivalitas. Tetapi diluar lapangan mereka tetap bersaudara, Suporter sejati adalah yang mempersatukan rivalitas menjadi solidaritas dalam bingkai identitas, Kebhinekaan.

Mendukung tim kesayangan dengan cara yang benar adalah hal yang tak bisa ditawar. Jangan mudah tergoda atau terpancing eksistensi yang pada ujungnya menimbulkan dampak buruk untuk semua orang. Datang ke stadion dengan tertib, membeli tiket pertandingan, menyanyikan lagu-lagu penyemangat tanpa tendensi untuk menghina pihak lain, menerima apapun hasil laga dengan rasional, dan menyampaikan kritik secara elegan adalah cara-cara positif yang patut dilakukan secara massif

Fanatik terhadap tim kesayangan adalah suatu hal yang lumrah di dunia sepakbola. Namun sebagai manusia yang dikaruniai akal, tentu kita wajib memiliki kontrol atas perasaan itu sehingga apa yang kita lakukan sebagai pendukung klub sepakbola, tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain, apalagi sampai menghilangkan nyawa karena sepakbola tidak diciptakan untuk tindakan keji seperti itu. Bangkitkan Sepakbola Indonesia Sebagai Pemersatu Bangsa, Bukan pemecah bangsa.

Kerukunan Menunju Kondisi Kerumunan Warga Bisa terjadi konflik diatas bisa menghasilkan perdamaian tanpa harus lagi merugikan satu sama lain. Kelompok 3 Kewarganegaraan – 1A Akper Polri

Tinggalkan Balasan