oleh

Putri Kusuma Wardani, Tunggal Putri Masa Depan

-Berita, Olahraga-Telah Dibaca : 105 Orang

Putri Kusuma Wardani adalah pebulutangkis muda kita yang saat ini tengah menanjak karirnya. Dara kelharian tahun 2002 ini semakin mampu bersaing di kancah perbulutangkisan Dunia.  

Turnamen Australian Open 2022 adalah turnamen terakhir dalam rangkaian BWF World Tour pada tahun ini sebelum World Tour Final di Bangkok Thailand pada Desember nanti.

Gadis belia ini ikut serta dalam turnamen tersebut kendati akhirnya kandas di perdelapan final Australian Open 2022 yang berlangsung di Sydney, Kamis (17/11/22).

Adalah pemain senior asal Jepang, Nozomi Okuhara yang menundukkannya dalam pertarungan ketat selama 3 gim, 21-17, 16-21 dan 21-17. Bagi Putri ini adalah laga pertamanya menghadapi pemain putri Jepang dalam karir bulutangkisnya.

Putri KW, pemegang Orleans Masters 2022 adalah pemain muda kelahiran 2002 yang saat ini memiliki ranking BWF, 38 Dunia. Sejauh karirnya, Putri sudah menjalani 150 laga dengan rincian 108 laga menang dan kekalahan 42 laga.

Untuk pemain muda yang masih berusia 20 tahun apa yang telah Putri jalani adalah sesuatu yang cukup membanggakan walaupun baru pernah meraih satu gelar dalam turnamen di Orleans Masters dengan level BWF World Tour Super 100. 

Namun jika dibandingkan dengan Nozomi Okuhara yang sudah banyak makan asam garam dunia bulutangkis Dunia, tentu prestasi Putri bagaikan langit dan bumi.

Pemain tunggal asal Jepang kelahiran tahun 1995 ini adalah unggulan 4 di turnamen ini. Nozomi Okuhara sudah berlaga sebanyak 458 laga selama karirnya.

Pemain dengan tinggi hanya 156 cm ini adalah juara All England tahun 2021. Postur tubuhnya yang tidak tinggi bukan menjadi kendala bagi Okuhara untuk bisa mencapai prestasi tinggi.

Pemain ini sangat ulet dan tangguh dengan stamina yang kuat. Hal itu terbukti bagi Putri bahwa sosok Nozomi adalah lawan yang sangat menantang.

Putri akhirnya tunduk dari Nozomi Okuhara. Namun dari pertandingan tersebut, Putri banyak belajar dan bisa mengukur sejauh mana saat ini kemampuannya di tengah para elit tunggal putri Dunia. 

Walaupun kalah dalam laga tersebut, tetapi Putri sudah memberikan perlawanan yang melelahkan bagi Nozomi Okuhara. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rubber games dalam duel tersebut.

Pemain belia kita ini mampu memperlihatkan dengan ketat pengumpulan poin demi poin mulai gim pertama, gim kedua hingga gim ketiga. Putri sempat mengungguli Nozomi di gim kedua untuk memaksakan rubber games.

Meskipun kalah tetapi mampu memberikan perlawanan berarti dan bisa mengambil pelajaran berharga dari laga menghadapi Okuhara tersebut. Tetap semangat anak muda. Bravo Merah Putih.

Salam @hensa.

Komentar

Tinggalkan Balasan