Ronaldo Akhiri Piala Dunia dengan Tangisan

Ronaldo harus mengakhiri Piala Dunia 2022 dengan tangisan pilu ketika Portugal harus mengakui keunggulan tim Kuda Hitam, Maroko dengan skor tipis 0-1. Nasib tragis bagi skuad asuhan Fernando Santos.

Laga yang sangat dramatis ini berlangsung Sabtu (10/12/22) pukul 22.00 WIB di Al Thumama Stadium. Sekitar 44 ribu penonton menyaksikan laga itu yang merupakan suporter bagi kedua tim.

Gol tunggal kemenangan Maroko terjadi pada menit ke-42. Hasil sundulan dari striker mereka, Youssef En-Nesyri yang memanfaatkan umpan lambung dari bek kiri, Yahia Attiyat Allah.

Terjadinya gol emas ini sangat menakjubkan ketika En-Nesyri melompat tinggi berduel dengan kiper Portugal, Diogo Costa.

Bola sundulan striker Maroko bernomor punggung 19 itu keras memantul terlebih dulu ke atas rumput lalu menembus jala gawang Portugal.

Pasukan Singa Atlas dari Afrika ini sebenarnya hanya memiliki 24 persen kepemilikan bola. Namun mereka sangat efektif melakukan serangan balik cepat.

Portugal turun ke lapangan tanpa menyertakan Cristiano Ronaldo sebagai starter. Mereka mendominasi permainan pada semua lini. Namun Maroko juga sangat kuat dalam menerapkan pertahanan mereka.

Selecao das Quintas memiliki paling tidak 11 peluang tembakan. Walaupun demikian hanya ada 3 tembakan yang tepat sasaran. Enam tembakan lainnya melenceng dari target. Kiper Maroko mengamankan dua tembakan mereka.

Gambaran dominasi Portugal juga dapat kita lihat dari jumlah 9 tendangan sudut dan sebanyak 32 kali umpan silang ke mulut gawang Maroko.

Dengan kemenangan ini Maroko berhak tampil di babak semi final. Ini adalah pencapaian tim asal Afrika untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia.

Portugal menambah tekanan seangan untuk menyamakan kedudukan sepanjang laga di babak kedua. Pelatih Fernando Santos memasukkan Cristiano Ronaldo untuk mempertajam serangan Portugal.

Semua upaya skuad Selecao harus membentur pertahanan kokoh pasukan Singa Atlas Afrika yang bertahan dengan gagah berani.

Bahkan Maroko yang harus tampil dengan 10 pemain karena satu pemain mereka mendapat dua akumulasi kartu kuning. Mereka tetap mampu mempertahankan keunggulannya untuk lolos ke semi final.

Selamat untuk Singa Atlas dari Afrika

Salam bola @hensa.

Tinggalkan Balasan