Narkoba, Corona dan Hidup 100 Persen

Saat ini pusat perhatian kita adalah pandemi Covid 19 yang telah melanda lebih dari tujuh bulan. Virus Corona telah meluluhlantakkan kehidupan manusia di setiap lini. Tetapi akibatnya, kita jadi abai dengan persoalan narkoba.

Padahal, para pemakai narkoba adalah orang yang sangat lemah fisik dan mentalnya. Justru mereka menjadi rentan terhadap serangan virus Corona. Jika mereka tidak mendapat penanganan khusus, maka korban yang jatuh akan semakin banyak.

Dalam seminar yang mengangkat tema “Hidup 100 Persen”, BNN mengungkapkan keprihatinannya akan pandemi Covid 19. Karena itu, sebelum dimulai, diadakan rapid test kepada para peserta untuk memastikan kondisi yang dimiliki masing-masing individu. Kami, 14 blogger yang diundang, juga menjalani tes tersebut. Alhamdulillah semuanya non reaktif.

Hidup 100 persen berarti menjaga kesehatan lahir dan batin. Kita menghindari apa saja yang bisa melemahkan imun tubuh, terutama narkoba.  Di saat pandemi ini, kebutuhan untuk makan jauh lebih tinggi daripada kebutuhan narkoba.

Memang tak dapat disangkal, mafia narkoba tidak pernah berhenti bekerja. Oleh karena itu, para pemakai narkoba sudah seharusnya disadarkan bahwa tetap berusaha hidup adalah hal penting.

Inilah sebabnya slogan BNN diganti dengan “Hidup 100 persen”. Anjuran di masa lalu, dinilai tidak mrmpan. Slogan ini diharapkan dapat membuka mata dan hati para pemakai narkoba. Setidaknya juga membuat generasi muda untuk menjaga diri dari narkoba.

Bagi kami para blogger, Hidup 100 persen adalah mutlak. Sebab kami ingin terus memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara dengan menyebarkan kebaikan. Banyak informasi bermanfaat yang bisa kami sampaikan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan