Aku, kita, dan kalian dalam generasi milenial

NAMA : Heru Wicaksono
TINGKAT: IB
NIM : 20057

Hidup merupakan pilihan, jika di ibaratkan harga 1 botol botol diwarung dengan harga Rp.5000, berbeda harga di hotel bintang 5, dijual dengan harga Rp. 40.000. Kenapa bisa berbeda? Padahal bentuk dan rasanya sama, tidak ada yang berbeda, yang membuat berbeda adalah, tempat dan suasana, diberi fasilitas yang lenkap, dengan ac, dan diberi gelas yang mewah, dengan pemandu yang cantik dan ramah yang menuangkan teh tersebut, jadi tinggal kita memilih ingin menjadi seperti di warung/ di hotel bintang 5, kita yang akan membuat diri kita berharga.

Untuk mencapai itu semua kita harus menjadi pribadi yang baik, mengasah kemampuan kita sesuai profesi, selalu berbuat baik, supaya kita bisa dianggap lebih berharga.

Semangat juang generasi milenial saat ini mengkritisi setiap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro dengan rakyat, karena rakyat merupakan ibu kandung bagi bangsa indonesia.

Saya lihat akhir-akhir ini banyak sekali aksi demonstrasi di kota-kota besar, menuntut keadilan kepada pemerintah yang ingin mengesahkan RUU Omnibus law, yang di anggap pasal-pasal tersebut ada yg merugikan pekerja, oleh karena itu buruh seluruh indonesia dan mahasiswa turun aksi.

Saya teringat dengan perkataan Bung Karno “perjuangan di zaman ku lebih mudah karena melawan bangsa asing, perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan rakyat sendiri” .

Demonstrasi boleh-boleh saja, karena kita merupakan negara demokratis, tanpa ada nya kericuhan, mengapa terjadi kericuhan? Karena aspirasi mereka tidak didengar oleh pemerintah, karena komunikasi yang kurang baik menyebabkan kesalahpahaman antara pemerintah dan rakyat.

Mengimplementasikan semangat juang untuk generasi muda menurut saya adalah dengan cara memberikan hal yang terbaik bagi nusa dan bangsa, ikut serta dalam kegiatan yang positif, berjuang sesuai profesi masing-masing, bersikap jujur dalam melaksanakan tugas.

Tinggalkan Balasan