Puisi Satire : Negeri Seribu Pecundang
Nina Sulistiati

Tepuk tangan membahana di jagat raya
Menyambut sang juara penuh suka cita
Demi mengharumkan bangsa itu sudah biasa
Dan tak perlu jadi banyak cerita

Di negeri seribu pecundang
Pesta pora dan euforia tercipta
Sorak sorai menggema
Demi menyambut mantan pendusta

Di negeri seribu pencundang
Kebenaran kerap menjadi angan semata
Putih jadi hitam, hitam berubah putih
Bahkan bisa jadi merah dan kelabu

Cinta kasih sesama hanya jadi goresan kisah
Kedamaian hanya jadi sebuah elegi
Sejahtera hanya buat pemilik pundi-pundi
Si kaya makin jumawa, si miskin makin merana

Di negeri seribu pecundang
Banyak yang saling menyikut dan menghasut
Demi ambisi, gengsi, dan isi perut
Demi mengais harta yang tak terbilang

Di sini cicak bisa jadi biawak
Kutu busuk mengubah diri jadi kupu-kupu
Reinkarnasi menipu hati nurani
Menyakiti jutaan sanubari

Negeri seribu pecundang
Adalah surga buat para durjana
Melenggang penuh tawa ha … ha … ha …
Tanpa sadar menggoreskan dosa

Cibadak, Agustus 2022

Tinggalkan Balasan