oleh

mengapa saya memilih profesi perawat

-Terbaru-Telah Dibaca : 1,617 Orang

FROM NURSE WITH LOVE

From nurse with love artinya dari perawat dengan cinta. Mengapa saya membuat judul ini? Karena perawat memiliki cinta dan dedikasi tinggi untuk pasien dan masyarakat. Pasien pun diberikan pelayanan yang terbaik dan membantu orang lain. Pekerjaan perawat selalu disepelekan, Orang-orang pasti menjawab “apa enaknya jadi perawat?”, ” Perawat gajinya ga tinggi-tinggi amat.”, “perawat kebanyakan perempuan”.

Dan saya sendiri tidak tahu bagaimana sekolah keperawatan. Saya lulusan dari sma,yang hanya diajari sekilas tentang kesehatan, beda dengan yang smk keperawatan yang mana sudah diajarkan tentang teori dan praktek menjadi perawat. Setelah lulus sma, banyak teman saya yang masuk di poltekkes dan akfar. Dari situ saya bertanya-tanya tentang jurusan kesehatan. “Kuliah di keperawatan enak tau, bisa langsung kerja.” Ujar teman saya yang sedang melanjutkan studi keperawatan di poltekkes malang.

Setelah gagal daftar akademi permasyarakatan, saya mulai diarahkan bude saya untuk mencari sekolah keperawatan/poltekkes. Dari situ saya mulai mencari informasi tentang perkuliahan perawat dan bertanya-tanya baaimana cara masuk ke poltekkes. Ucap teman saya “wah, mau jadi anak kesehatan ini”. Saya mencoba daftar di poltekkes melalu uji tulis, tetapi karena pandemi di undur sampai waktu yang tidak ditentukan, setelah diundur sekitar 1 bulan, sistem pendaftaran yang dari uji tulis dirubah menjadi sistem nilai rapor dan hasil nya saya tidak diterima di poltekkes.

Dan akhirnya saya diarahkan ke akper polri. Saya mendaftar disana dan melalui beberapa tes dan saya diterima di akper. Sebenarnya saya tidak ada niatan untuk sekolah keperawatan, apalagi kebanyakan perempuan, ada juga laki-laki tapi hanya beberapa saja. Saya diceritakan bagaimana sekolah kesehatan oleh anak bude saya yang sekarang menjadi dokter di RSUD bekasi. “Jadi tenaga kesehatan adalah pekerjaan mulia, bisa menolong orang, dan bisa langsung bekerja.”, setelah mendengarkan ucapan tersebut, saya mulai menyakini kelak saya menjadi perawat.

Menjadi perawat mungkin bukan hal yang mudah, harus berada di garda terdepan untuk membantu agar bisa sehat kembali. Banyak tantangan dan reaksi cepat tanggap dalam penanganan. Perawat juga harus bisa berkemampuan berkomunikasi dengan baik.

Hal itu mendorong saya untuk menjadi perawat, dan tak lupa juga dukungan dari orang tua. Saya sangat suka menolong orang meskipun saya tidak yang menolong ketika waktu saya kesusahan. Setelah masuk di akper saya, sudah mengetahui banyak hal tentang kesehatan dari dosen dan teman-teman. Dan dari sini saya bangga menjadi perawat dan ingin melanjutkan ke jenjang S-1 keperawatan jika sudah bekerja sebagai perawat.

Cinta dan dedikasi perawat itu sangat tinggi, seperti halnya dengan pahlawan. Karena bisa membuat orang yang dulunya pasrah dengan keadaannya jadi memiliki semangat untuk sehat. Allah SWT yang menyembuhkan orang sakit (Asy-syaafi) melalui perawat. Banyak yang menyebut perawat itu malaikat tak bersayap, tetapi jika pakai sayap namanya pesawat terbang.

Nama : Ramadhan Yogie Patnarajja

20030

Pancasila

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan