oleh

”MEMAJUKAN PERGAULAN DEMI PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA”

-Terbaru-Telah Dibaca : 7.921 Orang

Assalamualaikum wr.wb,perkenalkan nama saya Rizkia Amelia Adinda mahasiswa di  Akademi Keperawatan Polri dengan NIM 20069. Disini saya akan memaparkan butir-butir pancasila, Sila ke 3 butir ke 7 yaitu “memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa’’

Apasih arti atau makna dari butir  7 Sila ke 3? Mengapa kita harus memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa?

Sila Persatuan Indonesia mengandung nilai bahwa Indonesia menempatkan persatuan, kesatuan serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Persatuan Indonesia terkait dengan paham kebangsaan untuk mewujudkan tujuan nasional. Persatuan dikembangkan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa.

Namun demikian secara substansial dari sila ketiga ini yaitu dalam konteks kebudayaan sesungguhnya “Persatuan Indonesia” bermakna bahwa betapa pentingnya hidup bersatu padu dalam pergaulan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, bertoleransi dan damai di dalam negara yang masyarakatnya plural (majemuk), bergotong royong atau saling membantu, dalam artian yang kuat membantu yang lemah atau yang mampu dapat membantu yang kurang mampu, semuanya itu dilandasi sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa bertujuan agar
membangun indonesia yang lebih maju dengan pergaulan yang lebih baik dan berpendidikan yang bagus.

Untuk memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang berBhineka Tungga Ika, Warga Negara Indonesia dapat mengimplementasikan Sila Persatuan Indonesia dalam kehidupan agar memiliki jiwa kebersamaan yang kuat, tanpa memandang adanya perbedaan, tentunya hal ini akan membawa kepada sebuah kemajuan dan dobrakan baru. Contoh sikap Implementasi Sila Persatuan Indonesia, yaitu:

  1. Sikap Nasionalisme
  2. kenegaraan Indonesia
  3. Cinta bangsa dan tanah air
  4. Menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia
  5. Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan
  6. Menumbuhkan rasa senasib sepenanggungan yang dapat dilakukan dengan melihat perjalanan bangsa dari awal kemerdekaan sampai saat ini.

 

 Cukup Sekian,terimakasih.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed