oleh

Peran Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari

-Humaniora, Sosbud-Telah Dibaca : 1,162 Orang
Sumber gambar :republika.co.id

 

Bagi sebagian orang, matematika adalah mata pelajaran yang menakutkan dan sebisa mungkin untuk menghindarinya. Pastinya ada sesuatu yang salah dalam hal ini, Kesalahan bisa berasal dari mind set awal para peserta didik yang sudah menganggap matematika itu sulit, memusingkan, dan kurang bermanfaat.

Kesalahan bisa juga berasal dari para pengampu mata pelajaran matematika, yang kurang mampu mendesain pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi para peserta didik.

Matematika hanya dianggap sebagai mata pelajaran yang terdiri dari sederet angka-angka dan simbol-simbol yang harus diselesaikan dengan sederet rumus-rumus yang memusingkan.

Padahal matematika mempunyai peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Matematika dapat digunakan dalam berdagang dan berbelanja serta dapat dimanfaatkan untuk membaca data berupa tulisan/gambar/grafik dan prosentase.

Kemampuan matematika juga menjadi syarat untuk dapat mengikuti bidang studi lain, seperti : fisika, kimia, arsitektur, farmasi, geografi, ekonomi, dan sebagainya. Dengan menguasai kemampuan matematika diharapkan para peserta didik memiliki kemampuan berpikir logis, kritis, dan praktis, serta berjiwa positif, jujur, dan kreatif.

Seiring dengan kemajuan zaman, tentunya pengetahuan semakin berkembang. Agar suatu negara dapat lebih maju, maka negara tersebut perlu memiliki para ahli dalam bidang teknologi.

Untuk menjadi seorang yang ahli dalam bidang teknologi, maka mereka harus terlebih dahulu belajar matematika sejak di sekolah dan berkelanjutan sampai ke perguruan tinggi.

Seseorang yang ingin menjadi ilmuan dalam bidang matematika, maka ia harus belajar dahulu matematika dari yang paling dasar agar memiliki bekal pengetahuan yang cukup dan untuk pembentukan sikap serta pola pikirnya.

Menurut Kemendikbud, fungsi matematika adalah untuk mengembangkan kemampuan berhitung, mengukur, menurunkan rumus dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistika, kalkulus dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuanm mengomunikasikan gagasan melalui model matematika, diagram, grafik, atau tabel.

Seorang anak atau peserta didik yang mempunyai kemampuan matematika yang baik, maka ia akan memiliki kemampuan numerik dan cara berpikir yang lebih logis dan rasional. Kemampuan matematika merupakan salah satu aspek kompetensi/kemampuan minimal yang harus dimiliki seorang peserta didik, selain kemampuan literasi dan memiliki karakter yang baik.

Ketiga aspek ini (numerik, literasi, dan karakter) akan menjadi  inti dari penilaian pada jenjang pendidikan formal sejak SD sampai SMA/SMK yang dikenal dengan nama Assesment Kompetensi Minimum (AKM), sebagai pengganti Ujian Nasional yang sudah dihapus. Rencananya AKM akan digelar pada jenjang tengah yakni kelas 4 SD,kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA/SMK.

Untuk Itu saya berharap semoga para generasi muda bangsa indonesia, khususnya para pelajar dan mahasiswa mulailah mengubah mind set yang salah terhadap matematika.

Kalaulah sementara ini matematika masih dirasa sulit, carilah satu alasan saja mengapa kita harus belajar matematika ?, dan katakanlah :” saya harus bisa, dan saya pasti bisa”. ***

Referensi :

  • Suendarti,Mamik Dr. 2019:KONSEP-KONSEP MIPA. Tangerang:Pustaka Mandiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan