Slogan Sehat 100 Persen Lebih dari Sekedar Tagar

Di masa pandemi seperti sekarang ini sehat menjadi modal yang paling utama. Tidak jarang ketidakstabilan emosi dan gejala depresi malah jadi persoalan yang mengemuka. Seringkali orang jadi salah langkah lalu mengambil jalan pintas. Entah sekedar ikut-ikutan atau melemahnya iman. Narkoba mereka pilih sebagai sasaran. Padahal masih banyak hal lain yang bisa dikerjakan. Untuk sekedar mengurangi beban pikiran dan kalutnya perasaan.

Dalam rangka menggaungkan kebiasaan masyarakat untuk hidup sehat dan terhindar dari narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar acara bertajuk Forum Diskusi Trending Topic di Kalangan Media yang berjudul “Menggelorakan Kampanye #Hidup100Persen: Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia”. Acara ini berlangsung pada Kamis (22/10) dan bertempat di Ruang Binakarna, Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta.

Sehubungan dengan kondisi pandemi covid-19, Forum Diskusi yang diselenggarakan oleh BNN ini tetap mengikuti aturan yang diberlakukan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, yaitu menggunakan masker atau face shield dan tentunya menjaga jarak duduk dan meja antar peserta satu sama lain. Selain itu bagi setiap peserta yang hadir diwajibkan untuk mengikuti rapid test di ruang terpisah agar acara berjalan dengan aman dan nyaman.

Forum Diskusi luring tersebut turut dihadiri oleh berbagai kalangan. Mulai dari pewarta, blogger dan perwakilan kementerian/ lembaga, anak muda peduli hidup sehat serta tamu undangan lainnya. Tidak lengkap jika tanpa para pemateri yang hadir. Acara diskusi dan bincang santai tersebut dihadiri oleh Drs. Purwo Cahyoko, M.Si selaku Direktur Informasi dan Edukasi dari BNN. Suci Arumsari selaku Co Founder Alodokter, serta Amanda Velani selaku Head of Content dan Creative dari Narasi.

Dulu Stop Narkoba Kini Jadi #Hidup100Persen

Tagar #Hidup100Persen merupakan imej baru dari slogan BNN pendahulunya. Menggantikan tagar lama yaitu Stop Narkoba. #Hidup100Persen juga mulai diperkenalkan secara nasional oleh BNN dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020.

Selidik punya selidik ternyata tagar tersebut diinisiasi dan diresmikan oleh Wapres KH. Ma’ruf Amin pada 26 Juni 2020. Sesuai dengan tema, #Hidup100Persen yang berisikan 4 pilar komponen dalam gerakan anti narkoba yakni sadar, sehat, produktif dan bahagia.

Menurut Bapak Purwo Cahyoko, BNN kini telah berbenah dan perlahan mengubah citra dalam mengedukasi masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Setiap kampanye BNN biasanya disosialisasikan dengan gaya yang terkesan konservatif dan masih jadul. Seiring berkembangnya zaman dengan kemunculan tagar #hidup100persen tersebut diharapkan semakin banyak anak muda yang akhirnya tertarik melirik. Dari BNN pun bergegas dengan mengubah citra lewat penyelenggaraan kampanye dengan cara yang lebih fleksibel dan kekinian. Hal ini juga penting dilakukan demi keberhasilan bonus demografi yang diprediksi akan terjadi di Indonesia pada 2030-2040.

Selain tentang perubahan citra BNN, dalam forum diskusi ditambahkan bahwa kondisi pandemi tidak menurukan angka peredaran penyalahgunaan narkoba. Justru sebaliknya yang terjadi malah mengalami peningkatan signifikan. Karena para bandar dan pengedar memasok barang haram tersebut secara rapi dan sembunyi-sembunyi. Oleh karena itu, Bapak Purwo Cahyoko berharap ke depannya kampanye #Hidup100Persen tidak hanya cukup digenjot oleh BNN saja tapi juga merata diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

BNN selalu hadir dan dekat kepada masyarakat. Kampanye BNN yang dahulu sebatas larangan atau himbauan, sekarang berubah lho menjadi pilihan. Yang dulunya tipenya otoritatif, sekarang malah jauh menjadi lebih aspiratif.

Menurut hemat saya adalah jangan pura-pura ceria saat masalah mendera. Narkoba itu seperti rokok. Sekali dihisap akan terus bikin ketagihan. Kontrol emosi kamu. Ingat pakai narkoba itu ngga keren! Jadilah remaja yang berprestasi dan buat bangga orang tua di rumah. Jadilah pribadi yang tangguh dan ngga mudah terpengaruh. Pikirkan sekali lagi bahwa duniamu terlalu indah untuk kamu rusak. Sekali kalian mencoba, akan jatuh dan tersungkur selamanya.

Intinya ketika kita sadar ada kemauan untuk hidup lebih sehat. Dengan tubuh yang sehat produktifitas meningkat. Maka rasa bahagia pun akan tercipta. Aamiin

Tinggalkan Balasan

News Feed