Indahnya keberagaman di Taman Peranginan Tasek Lama

Kota Bandar Seri Begawan merupakan ibukota Negara Brunei Darussalam yang asri, cantik, bersih dan tentu saja sepi.

 

Lalu kemana saja kita dapat jalan -jalan sambil olah raga di pagi hari? .

Ternyata tidak jauh dari Hotel Radisson yang dulu bernama Hotel Sheraton utama di jalan Tasek terdapat sebuah Taman yang menjadi lokasi favorit masyarakat bandar untuk mencari angin sekaligus berolahraga dan juga bersosialisasi .

 

Pagi itu dengan menggunakan kaos dan celana pendek serta sepatu olahraga saya sudah bersiap keluar dari hotel dan kemudian berjalan kaki menyusuri jalan Tasek yang sepi .

 

Setelah melewati Jalan Berita ada sebuah hotel yang juga tidak kalah tua dengan Hotel Sheraton yaitu The Terrace , hotel apartemen ini selalu tampak sepi dari luar.  Masih berjalan beberapa raya meter dan yang tampak juga hanya beberapa apartemen berlantai 4 yang tampak tua dan kusam sampai akhirnya melewati jalan Sentosa .

 

Setelah itu akhirnya kita sampai ke Jalan Tasek lama dan kemudian belok kanan serta memulai perjalanan dengan sedikit mendaki bukit.

Akhirnya kita pun sampai di pintu gerbang tempat rekreasi bernama resmi “Taman Peranginan Tasek Lama” . Total jalan kali sekitar 1.3 km dengan waktu tempuh 16 menit. Lumayan mencari keringat di pagi hari yang cerah .

 

Disini terdapat beberapa papan yang berisi informasi , peta dan direktori serta kuga larangan dan anjuran bagi pengunjung taman rekreasi ini. Yang jelas taman jni bisa dikunjungi dengan gratis loh.  Ada juga fasilitas mushola dna toilet yang terawat rapi dan bersih.

 

Memasuk taman , sebuah jalan beraspal yang lumayan lebar menanti kita. Jalannya lumayan mendaki sehingga dapat dianggap sebagai bagian dari berilah raja sambil jalan-jalan mencari angin. Suasana lumayan ramai . Banyak orang yang berjalan baik sendiri berita ataupun berkelompok .

 

Ada beberapa tempat yang mengasyikan di kompleks taman Peranginan Tasek lama ini. Salah satunya adalah Taman Jepun yang berisikan pepohonan khas Jepang dan juga kursi atau hiasan dari batu dengan nuansa Jepang yang pas.


Sebelum itu ada juga tempat refleksi buat kaki dimana kita bisa berjalan di bati baru kerikil dengan telanjang kaki.

 

Ada juga banyak peralatan berolahraga yang dicat warna-warni . Semuanya berfungsi dan terawat dengan baik sehingga bagaikan fitness Centre di alam terbuka .  Saya pun mencoba bermain beberapa alat fitness tadi.

Setelah puas bermain, saya terus berjalan mendaki menuju ke pelataran dimana kita bisa melihat sebuah air terjun kecil yang lumayan cantik.  Airnya cukup deras karena awal September sudah mulai masuk musim penghujan di Brunei.

 

Ada juga sebuah tembok yang digunakan untu latihan panjat tebing. Dan sebuah jembatan kayu yang cantik untuk menuju ke berbagai track di hutan Tasek  Lama .

 

Tiba tiba saja terdengar suara musik yang riang dan di jalan yang tdk kita lalui ada sekelompok orang sedang berolahraga bersama dengan gerakan gerakan taichi yang sangat anggun dan luwes.

 

Seorang perempuan Tionghoa berusia 50 tahunan tampak menjadi pemimpin olahraga taichi di lagi hari ini. Berbagi gerakan dengan tarikan nafas dan rentangan tangan dan kaki diperagakan .

Siapa saja boleh bergabung dan dengan senang hati saya juga ikut di barisan paling belakang . Karena tidak tahu bagaimana gerakannya , cukup mengikuti irama musik sambil mengintip contoh gerakan.

Peserta taichi sangat beragam. Tua muda, lelaki perempuan , dan juga dari berbagai etnis baik Tionghua maupun Melayu yang banyak juga berolahraga sambil memakai hijab.

 

Puas berolahraga saya kemudian beristirahat sebentar di salah  satu kursi sambil memperhatikan orang-orang yang terus ber taichi .

 

Setelah sekitar satu jam lebih bermain dan berolahraga sambil berwisata di taman yang mengasyikan ini, kami kemudian kembali ke hotel menyisir jalan Tasek.

 

Sebuah pagi yang sangat menginspirasi di Taman Peranginan Tasek Lama , Bandar Seri Begawan .

 

BSB, September 2015

 

Tinggalkan Balasan