Evolusi Tulisan Menjadi Buku

Perjalanan ini lambat.  Itulah evokusi jurnalis seorang Thamrin Dahlan. 10 Tahun berkiprah didunia tulis menulis paska pensiun rasanya belum terlalu banyak yang dilakukan untuk Literasi Indonesia.

Perjalanan lambat ibarat keong berinsut perlahan.  Pada awalnya menulis hanya untuk “membunuh” waktu.  Ternyata waktu itu bukan benda sembarang benda dia punya nyawa banyak sekali.  Bahkan wafat waktu dunia ketika tiba hari kiamat.

Sia sia siapa juga ingin membunuh waktu, tidak akan berhasil.  Paling tepat adalah menyibukkan diri pada hal positif, maka waktu itu akan bersahabat dengan anda dan saya,

Menulis hanya sebatas menulis.  Tiba tiba tahun 2012 timbul hasrat ingin mengumpulkan tulisan nan terserak itu menjadi buku. Apakah keinginan itu bisa tercapai ? Buku, bukankah itu milik sang pujangga terkenal, penulis tersohor dan orang orang hebat du dunia intelektual.

Apalah awak ini. Mungkinkah memiliki sebuah buku saja.  Sempat niat itu dipadamkan, mengingat begitu banyaknya rintangan dihadapi. Mana ada Penerbit yang mau menerima kumpulan Tulisan seorang penulis amatir pemula pula.

Evolusi bukan revolusi.  Beringsut lambat sungguh namun sangat perlahan terbuka juga jalan bagaimana penlis gaek bisa mempnyai satu kitab yang ada namanya di tertera sampul buku.

Uni  Winda Kresnadefa melalui jaringan Facebook menawarkan buku.  Awak bersegera pesan.  Lama merenung ternyata penulis seperti kita kita ini yang tidak dikenal khalayak bisa juga memiliki buku.

Timbullah semangat mengebu, ada jalan rupanya walaupun harus berbayar.  tak pengapa tahu diri awak bukan sispa siapa.  Satui hal jelas tidak ada aturan tertulis yang melarang seseorang memiliki buku. Tok.

Itulah Penerbit Leutikaprio.com nun jauh disana Jogyakarta.   Singkat cerita, inilah Penerbit yang memberikan jasa kepada penulis amatir agar bisa memiliki buku seperti orang orang hebat itu.

Tidak tanggung tanggung, Penerbit menjanjikan buku terdaftar di Perpustakaan Nasional bahkan Internasional.  Barulah awak paham apa itu International Standard Book Number (ISBN).

Program Leutika menerbitkan buku Rp. 1.250.000.  Penulis akan mendapat fasilitas layout, cover, ISBN, tataletak sehingga benar benar berbentuk buku, hahahha. penerbit memberikan 25 buah buku ongkos kirim ditanggung sang empunya kitab.

Betapa bersoraknya awak, kegirangan bukan alang kepalang ketika buku pertama merangkangkap buku perdana berjudul Bukan Orang Terkenal terbit.   Saudara saudaraku terutama Bundo Kanduang Notaris Hj Husna Darwais bin H,. Dahlan terheran heran,

” bisa juga adunda Thamrin mempunyai buku, ini buku pertama di Keluarga Besar Petokayo”

Saking senangnya Keluarga Petokayo mengadakan syukuran berbentuk Launching Buku Bukan Orang terkenal. Alhamdulillah awak mulai dikenal dilingkungan kecil sebagai seorang Penulis Amatir yang juga Mantan Anggota Polri (bersambung)

Salamsalaman

BHP, 18 September 2020

terbitkanbukugratis.id

Tinggalkan Balasan