oleh

Komjen Pol (P) Drs. Anton Bahrul Alam

-Islam, Peristiwa, YPTD-Telah Dibaca : 48 Orang

Masjid Polisi.

 

Akhirnya tercapai juga keinginan muhibah (38) ke Masjid Al Ikhlas Mabes Polri pada hari Jumat, 17 September 2010. Masjid dengan bangunan kokoh yang terletak di tengah tengah perkantoran Mabes Polri ini tidak asing lagi bagi saya, karena memang hampir lebih 15 tahun mengabdi di lingkungan dekat Baitullah ini. Tiga tahun terakhir sejak pindah ke BNN, saya sudah jarang takziah ke Masjid Al Ikhlas yang tadinya hanyalah sebuah masjid sederhana, sehingga kami bersesak – sesak ketika shalat Jumat pada waktu itu.

 

Renovasi besar besaran Masjid dilakukan setelah reformasi sekitar tahun 2000 an, setelah kedudukan Polri berada diluar organisasi TNI.

 

Selama proses renovasi Masjid, tempat shalat Jumat sementara berpindah ke Wisma Bhayangkari yang terletak di komplek perkantoran seberang jalan Trunojoyo. Bangunan lama di bongkar habis dan dalam waktu tidak begitu lama berdirilah bangunan Masjid Al Ikhlas dengan megahnya, berlantai dua serta memiliki menara yang cukup tinggi dan anggun.

 

Dibagian dalam ruang Masjid tidak terdapat tiang satupun, dengan plafon tinggi dan di dinding bagian muka dituliskan kaligrafi artistik yang sangat indah.

 

Masjid ini mampu menampung lebih dari 2000 jamaah, Alhamdulillah, inilah Masjid kebanggaan warga Tribrata.

 

Irjen Pol Drs. Anton Bahrul Alam, SH.

 

Terkadang saya malu menuliskan reportase muhibah dari masjid ke masjid bila dibandingkan dengan muhibah yang telah dilakukan oleh Bapak Anton Bahrul Alam. Beliau sejak bertugas menjadi Kapolwil Bogor, kemudian Kapolda Kepulauan Riau,

 

Wakadiv Humas, Kapolda Kalsel, Kapolda Jawa Timur dan saat ini menjabat Staf Ahli Kapolri bahkan mungkin lebih lama lagi sebelum itu, telah memakmurkan masjid dengan mendirikan shalat fardhu di mana azan dikumandangkan, berjamaah serta di awal waktu.

 

Entah sudah berapa banyak masjid yang telah di datangi pak Anton sampai saat ini, ratusan bahkan sudah mencapai ribuan, karena Beliau setiap Shalat, terutama shalat Subuh selalu shalat di masjid yang berbeda. Ketika saya bertugas ke Banjarmasin kota seribu Masjid, Pak Anton mengatakan ; sudah lebih dari 300 masjid bersama anggota Polri, saya datangi dan silaturahmi sekalian pembinaan kambtibmas di masjid masjid wilayah Polda Kalsel, Masya Allah……

 

Saya mengenal Pak Anton Bahrul Alam sejak lama, namun persaudaraan menjadi lebih lebih dekat, ketika beliau manjabat sebagai Kapolda Kepri. Pada saat itu, kami Khadimullah Masjid Jami An Nur sedang mendirikan menara Masjid. Melalui kerabat Kombes Pol Drg. Surya Wirawan salah seorang pejabat teras Polda Kepri, kami menyampaikan niat mohon bantuan dana untuk menyelesaikan menara setinggi 30 meter dengan arsitektur serupa dengan menara Masjid Rasulullah Nabi Muhammad SAW (Nabawi) Madinah.

 

Serta merta beliau mengirimkan bantuan sumbangan dana dan kemudian dengan se izin Allah SWT, berdirilah bangunan menara Masjid kami yang menjulang tinggi, terlihat dari jauh sebagai syiar Agama Islam, proses pembangunan menara hanya 90 hari. Alhamdulillah, sampai saat ini Pak Anton sering takziah ke Masjid Jami An Nur, terutama pada Majelis Taklim Hari Putih yang dilaksanakan setiap tanggal 14 bulan Hijriah bada’ Shalat Maghrib sampai Shalat Isya.

 

Majelis ditutup dengan doa, silaturahmi dengan jamaah warga komplek Polri di lanjutkan dengan makan malam bersama di nampan. Pak Anton terkesan dengan cara makan satu nampan untuk empat orang, yang merupakan Sunah Rasulullah ini.

 

Sebelum shalat Jumat, saya menemui pak Anton, ternyata beliau sedang rapat. Sambil menunggu waktu shalat saya mengunjungi Museum Polri. Museum ini berlantai 3 dan terus terang baru sekali ini dan sudh pensiun pula saya menunjungi pusat sejarah Polri ! (perlu laporan reportase khusus untuk museum ini)

 

Waktu shalat masih 45 men it lagi, saya silaturahmi ke Kapus Labfor Brigjen Pol Budiono, ST dan Ses Kombes Pol Saman Azhar, kami bercerita tentang kebaikan kebaikan Almarhum DR Ismandiya. Tak lama berselang masuklan ke ruangan Kapuslabfor tempat kami berbincang, seorang anggota Polri yang sering muncul di Televisi, Kombes Pol Marwoto,Kkabid Penum Div Humas Polri. Beliau menginginkan informasi tambahan tentang teknisi pesawat Shukoi Rusia yang menginggal di Makasar.

 

Azan telah terdengar, bergegas kami turun dan menuju masjid Al Ikhlas. Jamaah sudah penuh, ingin ke lantai dua saja, namun di lantai satu masih ada celah celah untuk ikut berjamaah. Suara Khatib sangat besar, berat, berenergi, mantap. Khatibm menjelaskan tenang metaforse ulat, kepompong dan menjadi kupu kupu, yang kemudian di ta’wilkan kepada ibadah shaum serta hidup dan kehidupan masnusia di dunia fana ini.

 

Alhamdulillah, akhirnya seusai shalat, saya berjumpa dengan Irjen Poll Drs. H Anton Bahrul Alam. Setlah bertukar salam dan berbagi cerita sebentar, pak Anton kelihatan terburu buru karena akan meyelesaikan tugas menyaipakan bahan paparan Kapolri.

 

Sambil meninggalkan masjid kebaggaan Polisi ini, saya berpikir alangkah bahagianya Polri (terutama saya) seandainya Bapak Anton menjabat sebagai Waka Polri.

 

Insya Allah pembinaan mental, disiplin, dedikasi dan loyalitas Personil Polri di seluruh Nusantara akan lebih baik dengan pendekatan kembali kepada kebenaran, yaitu Agama. Mungkin saja, carut marut yang terjadi di Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini akan sirna dan citra Polri sebagai, pengayom, pelindung dan pelayan Masyarakat akan terwujud,…. Insya allah.

 

Salam Literasi

Komentar

Tinggalkan Balasan