Menerbitkan Buku Sejatinya Menjual Ide

Menerbitkan buku bukan semata mencari keuntungan.  Hal pertama yang wajib di yakinkan kepada diri sendiri adalah bahwa menerbitkan bku itu sejatinya Menjual Ide.

Kalimat ini saya dengar langsung dari Ustazd Dimyat. Pertama kali bersua Rabu, 14 Oktober 2020 di Percetakan Buring Margonda Depok ketika YPTD mencetak 10 judul buku. Buku Kang Dimyat S.Ag., M.Pd berjudul Pendidikan Berbasis Al Qur’an & Pancasila.

Awak terkesima mendengar kosa kata  Menjual Ide.  Bukankah ini juga merupakan jual beli bersebab bila ada kosa kata menjual tentu berdampingan dengan pasangannya yaitu membeli.  Ada transaksi disana

Sudah 31 judul buku awak terbitkan sampai Oktober 2020.  Kosa kata Menjual Ide menyadarkan diri bahwa itulah selama ini yang awak amalkan. Artinya kitika menerbitkan buku tak terbetik dalam pikiran untuk mencari keuntungan materi  atau menjual buku..  Buku dipastikan hanya untuk dihadiahkan ke kerabat dan menambah koleksi perpustakaan saja

Perpustakaan Nasional  bersedia menerima buku  ber lisensi Barcode ISBN. Alhamdulillah menjual buku sampai saat ini tak pernah dilakukan.  Bukan jumawa, mungkin hanya Buku Prabowo Presiden ku yang laku keras bersamaan dengan Pemilihan Presiden 2014.  Itupun buku di jual oleh Penerbit Partai Gerindra..

Sampai saat ini komitment menerbitkan buku  ditujukan untuk memecahkan rekor sendiri masih tidak berubah.   Buku awak memang tidak dicetak banyak,  Paling paling satu judul buku di cetak ulang hanya pada kisaran 15 – 20 saja.

Buku buku tersebut lebih banyak dihadiahkan kepada teman teman.  Buku TD tersimpan di

  1. Perpustakaan Nasional
  2. Perpustakaan Kasidah Tempino jambi
  3. Perpustakaan Al Husna Bogor
  4. Persputakaan Pribadi BHP
  5. Perpustakaan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan BHP

Terima kasih saudaraku Ustazd Dimyat.  Kini bertambah yakin ternyata kosa kata Menjual Ide itu sangat cocok dengan prinsip menerbitkan buku Thamrin Dahlan.   Menulis sejatinya Menjual Ide.  Terlebih tulisan bergenre Opini dan Puisi.  Disanalah tertuang ide sejati seseorang penulis.

Silaturahim memang benar adanya selalu saja menambah wawasan.  Selalu ada yang kita dapatkan hal hal baru dari seorang sahabat. Takdir mempersuakan awak dengan  Ustazd Dimyat.  Diskusi panjang pada proses penerbitan Buku antum menambah pengkayaan literasi Indonesia.

Anda berhasil mempopulerkan Tesis kedalam sebuah buku dalam bentuk tulisan Ilmiah Populer.  Tentu perlu perjuangan serperti anda ceritakan harus meng asing kan  diri di saung untuk menyelesaikan tugas mulia. Akhirnya  terbitlah buku sebuah buku perdana Pendidikan Berbasis Al Qur’an & Pancasila..

Luar biasa. Mahkota itu telah menjadi milik antum  Ustazd yang berkeinginan di panggil dengan sebutan Aa Dym. InshaAllah.

Salam Literasi

BHP 15  Oktober 2020

YPTD

Tinggalkan Balasan