Kisah-Kisah Perjalanan: Melaut

Melaut
Ketika melihat samudera yang luas, aku merasa antusias sekaligus was-was. Oh sungguh tepat negeriku disebut negeri bahari, wilayah perairannya sungguh luas. Dan sungguh beruntungnya kami sebagai negeri kepulauan. Lautan ini sungguh menakjubkan.

Aku ingin melaut. Baik dengan perahu tradisional atau perahu cepat untuk jarak pendek, kapal feri, kapal Pelni, maupun kapal pesiar. Tapi jangan lama-lama, sekitar beberapa jam dan ketika laut tenang. Pasalnya aku pernah melaut sekitar enam jaman ketika laut sedang bergejolak. Aku pun mual-mual dan terkapar.

Ketika laut tenang dan perjalanan singkat, oh rasanya menyenangkan naik jenis mode transportasi apapun. Ketika naik perahu nelayan kita bisa merasai air laut mengenai wajah kita. Singgah dulu ke pulau A atau B, sekalian snorkeling dulu.

Apabila naik feri, maka rasanya asyik untuk mengobrol bersama sahabat sambil menikmati pemandangan di sekeliling. Ada kapal feri lain melintas, oh ada pulau juga di sana. Lebih asyik lagi jika ditemani kopi dan biskuit.

Jika Kalian belum pernah melaut maka cobalah mengenal laut. Pasalnya negeri kita adalah kepulauan dan kakek nenek moyang kita bangsa pelaut. Melaut dan kita akan lihat betapa kayanya negeri kita ini yang kapal tradisionalnya juga termasyur.

Tinggalkan Balasan