Dalam Diam

Tung Widut

 

Jangan bunuh aku dengan cintamu

Pengorbanan ku memang tak berarti

Lebih baik aku menderita

Dari kau tinggal tanpa kabar

 

Rumah tangga yang baik saja

Tak tahu mengapa diterjang badai

Karena tindakan mu

Aku memilih bertahan dalam derita

 

Tatapan mataku dapat dilihat isi hatiku

Betapa menderitanya

Tapi itu irama hidup

Demi cinta aku bertahan

 

Menanti di depan pintu

Setiap hari dengan sejuta doa

Terucap dari bibir penuh harap

Kau kembali menuju pintu ini

Pintu yang kau lewati terakhir kali

 

27022024

Tinggalkan Balasan

News Feed