oleh

Cabak Kota

-Puisi, YPTD-Telah Dibaca : 77 Orang

Cabak Kota
Tung Widut

 

Terdengar jeritan di langit
Memecah hitamnya keheningan malam
Dada mendadak sesak
Merinding mendengar suara bernada tinggi

Beberapa bulan muncul setiap malam
Tak tahu apa yang di cari saat ini
Saat pagebluk menjadi perbincangan
Saat menjadi momok dari nyawa yang tak tertukar
Saat sedih terasa di mata ditelinga

Bibir tetangga ikut bertanya
Tak lazim kan ada

Burung malam merasa membawa kabar
Pertanda yang belum bisa terbaca
Burung malam bercerita
Tentang sesuatu yang tak kasat mata
Burung malam menjerit
Membuat hati teriris
Burung malam bercerita
Dari seribu kata yang mendengarkan dam merasa
Burung malam datang kala sore telah hengkang
Burung malam ada
Menjadi sebuah cerita

#21072021

 

Tentang Penulis: Widut

Belajar dan belajar di usia tak lagi muda. Lahir di Blitar 49 tahun lalu. Pengajar SMKN 2 Tulungagung ini mulai aktif menulis tahun 2017. Pada tahun 2018 finalis inobel dan lolos naskah buku (novel) Kesharlindungdikmen. Buku tunggalnya berjudul REOG KENDANG UNTUK GERESASIKU, PELANGI BERGAMBAR RASA, CIKAR MBAH BAKRI dan SEIKAT BUNGA TAMAN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed