Kebebasan

Kebebasan Tung Widut Sisihkan empat windu kekangan Dengan hati luka menerjang kawat berduri yang melingkar di jari manis Batalkan janji suci yang penuh kepalsuan Tak lagi ada rindu yang membuat

Kebersamaan Terakhir

Kebersamaan Terakhir Tung Widut Sederhana tapi  mengena Akhir sebuah  perjuangan di bangku kelas Akhir sebuah gelauan nilai dalam selembar kertas Sadar kebahagiaan sementara Sebagai ungkapan rasa Membuka mata untuk masa

Mengapa Malam

Mengapa Malam Tung Widut Gelap merangkak di ufuk barat Mengurai pekat yang nanti akan datang semakin dalam Tak kan ada rembulan dalam cerita semalam Hanya bintang bertaburan gemerlip tersenyum manja

Burung Malam

Burung Malam Tung Widut Mengepakkan sayap membelah gelap Sendirian bercuit unjuk diri Salahkah dia saat membanggakan suaranya Mengapa mereka bertanya namanya Saling cerita sejak kedatangannya Merasa risih adanya Tak suka

Mahkota Sang Penulis

Mahkota Sang Penulis Tung Widut Perlahan kata demi kata ditoreh Pada layar kaca bercahaya Setiap detak jantung mulai merajut Cerita yang dikais dari mata hati Perlahan kata terukir di selembar

Menitik Malam

Menitik Malam Tung Widut Sepi meraja dalam gelam Tak setitik bersinar dilangit  gelap Bulanpun tak terlihat Pekat telah menanti di peraduan Layar lap top masih menyala terang Seakan di usir

Pertemuan Pertama

Pertemuan Pertama Tung  Widut Karisma terpancar dari senyuman Di balik masker tertangkap dengan rasa Setiap eja kata  santun terdengar Terbersit jiwa santai bak angin pantai mendamaikan Seribu harapan sejuta angan

Berkerumun

Berkerumun Tung Widut Bersama dalam ruang Saling bercerita tanpa batas Tak ada sekat berarti Gembira bersama menjadi alasan Melupakan sebentar soal pandemi Atau tak pernah ada dan sudah sirna Tanpa

Secangkir Teh Hangat

Secangkir Teh Manis Tung Widut Malam makin larut Sepi menggelayut bercerita sendirian Diantara gulita menelan cahaya mentari Hitam menghilangkan pandangan kita Kaki terlalu pegal Jalan seharian tanpa jeda Pintu rumah

Terejam Hari

Terejam Hari Tung Widut Kata manis terucap dengan bibir yersenyum masyuk setiap irang yang mendengar Hati bertauta dalam ruang persahabatan Tetap hangat walau petir telah menyambar Hujan badai sebagai hiasan