KMAC 28. Paradigma Kurikulum Merdeka

KMAC 28. Paradigma Kurikulum Merdeka
Penulis : Theresia Martini, S.Ag., M.M

Selama melakukan berbagai kegiatan di Kota Yogyakarta, penulis semakin sempit menulis, karena banyaknya kegiatan yang harus dikerjakan.

Pada hari Rabu dan Kamis, 8 dan 9 Maret 2023, penulis sama sekali tidak dapat fokus untuk menuliskan artikel yang menyinggung tentang pendidikan, akhirnya hanya mampu mengirimkan tulisan dalam bentuk puisi.

Selain itu, penulis juga sedang mendapatkan musibah, salah satu kerabat dekat di Yogyakarta ada yang meninggal dunia, pada Rabu malam dan dimakamkam pada Kamis siang.

Kesempatan kali ini penulis, mencoba mengejar ketertinggalan untuk mengirimkan tulisan di YPTD.

Tulisan kali ini merupakan tulisan yang ke-28, sementara seharusnya sudah mengirimkan tulisan ke-30.

Lebih baik terlambat daripada menyerah, demikian niat penulis yang sudah semakin terdesak dengan berbagai tagihan menulis, mencoba untuk kembali menarikan kembali jemari yang siap akan dikirim di YPTD.

Sesuai dengan rencana dan niat penulis ingin mengupas materi tentang pendidikan, maka penulis kali ini penulis mencoba untuk mewujudkannya dengan membahas tema tentang Paradigma Kurikulum Merdeka.

Sebelum kita lihat lebih jauh, ada baiknya penulis paparkan tentang apa itu paradigma?

Secara singkat penulis sampaikan bahwa paradigma merupakan suatu sudut pandang yang kita gunakan untuk memahami masalah tertentu.

Istilah paradigma erat kaitannya disiplin ilmu dan pengembangan teori-teori yang menjadi permasalahan utamanya.

Lebih lanjut paradigma biasanya akan mengulas banyak hal terkait dengan prinsip-prinsip dasar, asumsi dan juga nilai-nilai serta metodologi yang akan digunakan untuk memahami dan memecahkan suatu masalah.

Paradigma yang berkembang sangat memberikan pengaruh pada cara pandang dan perilaku seseorang dalam menghadapi masalah.

Sementara itu, paradigma dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diperlukan sebagai dasar untuk mengembangkan pengetahuan baru dan menciptakan inovasi dalam berbagai bidang.

Demikian pula dalam dunia pendidikan, paradigma sangat dibutuhkan untuk membentuk suatu pemikiran yang komprehensif dalam merancang sebuah kurikulum.

Paradigma Kurikulum Merdeka ini sangat relevan dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, yang menuntut peserta didik untuk mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi serta mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi.

Dalam pengembangan kurikulum, paradigma Kurikulum Merdeka menjadi dasar untuk merancang kurikulum yang berorientasi pada pengembangan potensi diri dan memperkuat karakter peserta didik

Kurikulum Merdeka juga menempatkan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat mengembangkan pemahaman tentang budaya dan nilai-nilai yang ada di masyarakat sekitar.

Selain itu, paradigma Kurikulum Merdeka juga memandang partisipasi masyarakat sebagai suatu faktor penting dalam pembelajaran, sehingga siswa dapat mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial yang lebih luas.

Singkat cerita hubungan paradigma dengan Kurikulum Merdeka sangatlah penting, karena paradigma Kurikulum Merdeka menjadi dasar dalam merancang kurikulum yang berorientasi pada pengembangan potensi diri peserta didik, peningkatan karakter, pengembangan keterampilan berpikir kritis dan inovatif, dan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.

Melihat perkembangan teknologi yang ada di masyarakat saat ini, maka Paradigma Kurikulum Merdeka sangat relevan dengan tujuan pendidikan di Era Society 5.0, karena kurikulum merdeka mempersiapkan generasi yang mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang semakin kompleks dan terus berubah.

Dengan berbagai penjelasan di atas, maka paradigma Kurikulum Merdeka dapat dikatakan sebagai sebuah konsep pendidikan yang berorientasi pada pengembangan potensi diri siswa, memperkuat karakter, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta inovatif.

Kurikulum Merdeka menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar yang aktif dan berperan aktif dalam mengembangkan kompetensinya, sehingga diharapkan peserta didik dapat mengambil peran dalam membangun masyarakat yang berdaulat, mandiri, dan berkeadilan.

Semua di bahas dan dijelaskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) No. 20 Tahun 2003  yang disebut-sebut sebagai sumber kebijakan Kurikulum Merdeka, yang mengatur mengenai hak dan kewajiban peserta didik serta memberikan landasan hukum bagi penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

Selain sumber kebijakan di atas, ada beberapa sumber lain yang mempengaruhi pentingnya paradigma Kurikulum Merdeka, yaitu:

  1. Perkembangan teknologi dan globalisasi memberikan pengaruh pada perkembangan paradigma Kurikulum Merdeka, karena pendidikan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, serta memberikan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi kepada siswa.
  2. Kearifan Lokal Kurikulum Merdeka juga mengakomodasi kearifan lokal dalam pembelajaran untuk menjaga keberagaman budaya di Indonesia. Pembelajaran tidak hanya terfokus pada pengetahuan global, tetapi juga memperhatikan pengetahuan lokal yang dimiliki peserta didik.
  3. Partisipasi Masyarakat Partisipasi masyarakat dalam pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam paradigma Kurikulum Merdeka. Melalui partisipasi masyarakat, peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial yang lebih luas.

Bagaimana dengan kita, apakah kita juga siap untuk melaksanakan proses pembelajaran seuai dengan perkembangan teknologi yang saat ini berada di era society 5.0?

Semangat selalu ya sahabat guru, moga kita semua dimampukan.

 

Pangkalpinang, 10 Maret 2023

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

2 komentar