Belajar STEM di Negeri Tiongkok

BELAJAR STEM DI NEGERI TIONGKOK

Sri Hartono, SMP Negeri 1 Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah

 

STEM merupakan Pendekatan dalam pendidikan dimana Sains, Teknologi, Enjiniering/Rekayasa, dan Matematik terintegrasi dengan proses pendidikan berfokus pada pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan daya cipta dalam kehidupan profesional. Pendidikan STEM menunjukkan kepada siswa bagaimana konsep, prinsip, teknologi, enjiniering dan matematik digunakan secara terintegrasi untuk mengembangkan produk, proses dan sistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Bulan Maret 2019 selama 21 hari, 50 guru dari berbagai daerah di Indonesia difasilitasi oleh Kemdikbud melakukan pelatihan tentang pembelajaran STEM dan HOTS di negeri Tiongkok. Tempat pelatihan di China University of Mining and Technology (CUMT) di kota Xuzhou, propinsi Jiangsu, Tiongkok. Waktu pelatihan dari tanggal 3 Maret sampai 24 Maret 2019. Sebelum berangkat diberi pembekalan selama 4 hari dan setelah pulang ke Indonesia membuat laporan selama 2 hari di Jakarta.

 

Tujuan pelatihan guru ke luar negeri untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran. Tujuan khusus adalah pendalaman substansi materi, pengalaman nyata dan wawasan interaksi antar budaya, pemahaman system Pendidikan di RRT, pengalaman mempelajari proses pembelajaran di kelas, pengalaman dalam penilaian hasil belajar dan wawasan pengembangan implementasi kompetensi abad 21 dan revolusi industri 4.0.

 

Agenda pelatihan sangat padat terdiri dari orientasi pendidikan di negeri Tiongkok, pemahaman tentang Bahasa, kaligrafi dan budaya Tiongkok, observasi pembelajaran di sekolah, dan pengembangan teknologi berbasis STEM.  Pengalaman yang luar biasa dapat mengikuti pelatihan ini dimana Tiongkok adalah negara dengan penguasaan teknologi yang luar biasa, akan tetapi sangat mencintai dan berusaha untuk melestarikan budayanya dengan sangat baik. Keberhasilan pendidikan dan kemajuan teknologi di negeri Tiongkok sangat dipengaruhi oleh kecintaan warga negara pada budayanya sendiri.

 

China yang sekarang bernama Tiongkok pada awalnya mengadopsi teknologi dari negara lain seperti Perancis, Jepang, Jerman dan Amerika. Saat ini Tiongkok memiliki ciri khas tersendiri dan menjadi negara maju dengan penguasaan teknologi luar biasa. Penerapan STEM yang sangat tinggi dan menyentuh sendi-sendi kehidupan pada seluruh lapisan masyarakat. Alat transaksi perdagangan, kendaraan listrik, robotik, bisnis, perkantoran, pendidikan, konstruksi,  dan kereta cepat merupakan contoh penerapan STEM.

 

Dalam pembelajaran model yang digunakan Inquiry dan Problem Base Learning untuk menghasilkan siswa yang kritis dan kreatif sehingga menjadi manusia yang inovatif. Dengan teknologi, guru dapat mengajar tiga kelas dari tiga sekolah berbeda dalam waktu yang sama. Robotik diajarkan dari jenjang yang paling rendah sampai ke jenjang tertinggi. Kasih sayang merupakan faktor utama dalam pendidikan karakter.

 

Kota Xuzhou adalah kota pendidikan yang cukup padat, aman, bersih dan indah. Sungai di tengah kota yang jernih menunjukkan kedisiplinan masyarakat untuk selalu hidup bersih. Taman dan danau yang bersih, indah dan rapi serta dijaga menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.

Harapan negara kepada peserta pelatihan dan menjadi kewajiban guru sebagai agen perubahan untuk berinovasi dan berkreasi dalam pembelajaran. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah diseminasi di tempat kerja, kabupaten dan provinsi. Banyak pengalaman yang dapat diterapkan di kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Persaingan global menuntut manusia memiliki kompetensi untuk menghadapinya. Dengan penerapan STEM dan HOTS dalam pembelajaran akan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi abad 21 dalam menyongsong revolusi industry 4.0.

 

Prestasi:

 

Juara I OGN kabupaten Wonogiri, Juara I guru berprestasi kabupaten Wonogiri, Juara I PKB kabupaten Wonogiri, Juara III Inobel tingkat Nasional.

 

Karya Ilmiah: 4 buah PTK, 2 buah Best Practice, 2 buah Alat Peraga, 2 buku ISBN, 2 Artikel Ilmiah popular

 

Pembimbingan: 2x OSN IPA tingkat nasional dan 1x medali perunggu, 3x LPIR tingkat nasional dan 1x medali perak

 

 

Tinggalkan Balasan