Akhirnya Tulisan Saya Menemukan Takdirnya

Bulan Juli tahun 2010 pertama kali saya bergabung di Kompasiana. Ketemu lapak bagi blogger ini serasa mendapatkan tempat bernaung, karena sebelumnya saya tidak banyak tahu dimana saya bisa menumpahkan semua kegelisahan yang ada dalam pikiran.

Ada peluang meluapkan isi pikiran, yakni di Note Facebook. Tulisan yang ada di Note Facebook inilah yang saya tayangkan di Kompasiana, pada saat awal bergabung. Seiring-sejalan, dengan terus berinteraksi dengan sesama Kompasianer, dan semakin terbuka topik pembahasan yang bisa dituliskan.

Tidak pernah terpikirkan sama sekali, kalau suatu saat tulisan-tulisan itu akan menjadi buku atau dibukukan. Dari tahun ketahun semakin produktif menulis, dengan berbagai topik. Apa yang terlintas dipikiran, dari yang sedang hangat dibicarakan, sampai yang iseng-iseng sengaja dituliskan.

Dalam kurun waktu 4 tahun di Kompasiana (2010 – 2014) terdokumentasi sekitar kurang lebih 2000 tulisan. Terinspirasi dari teman-teman yang menerbitkan buku saat itu, terutama Kompasianer senior pak Thamrin Dahlan, maka saya pun berniat membukukan artikel politik saya tentang SBY.

Dengan perantara pak Thamrin pulalah saya diperkenalkan dengan mas Shulhan Rumaru, yang kebetulan saat itu menjadi editor di Kompasiana. Gayung bersambut, mas Shulhan bersedia menjadi editor buku saya, dan dia sangat kenal dengan tulisan saya, karena dialah yang memoderasi artikel politik saya.

Terpikirkan pada saat itu untuk membukukan artikel tentang SBY, dan jadilah kumpulan artikel politik yang berjudul, “Membaca Politik Citra SBY”. Setelah kurang lebih hampir satu tahun, buku sudah siap untuk diterbitkan, namun karena situasi tidak memungkinkan, juga tidak mendapat restu dari isteri dan anak-anak saya, akhirnya buku tersebut gagal di terbitkan.

Muncul kembali ide dari mas Shulhan untuk membukukan puisi-puisi politik saya, yang menurut dia sangat ekspresif. Mas Shulhan juga sangat akrab dengan puisi-puisi saya, karena dialah yang sering memoderasi puisi-puisi yang saya tayangkan di Kompasiana. Singkat cerita, jadilah Antologi Puisi Politik yang berjudul, “Bait-bait Konstelasi”.

Lagi-lagi buku kedua ini gagal di terbitkan, terkendala oleh situasi dan restu dari isteri dan anak-anak saya. Saat itu saya hanya berpikir mungkin tulisan-tulisan saya belum menemukan takdirnya, dan saya pun akhirnya menyimpan begitu saja buku-buku yang sudah siap di terbitkan tersebut didalam file e-mail saya.

Setelah sekian tahun buku itu terpendam, tepatnya tahun 2020 baru bisa dilahirkan (diterbitkan) menjadi buku dengan dibidani Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD), yang dipimpin pak Thamrin Dahlan. Jadi buku-buku saya memang lahir dari Kompasiana, namun dilahirkan oleh YPTD, setelah 10 tahun dikandungan.

Satu novel yang pertama kali saya terbitkan, sebelum buku-buku yang diterbitkan YPTD adalah, novel “Mata untuk Aini”. Novel ini awalnya merupakan cerpen yang saya publish di Kompasiana, namun pada akhirnya saya jadikan sebuah novel, dan sempat saya tayangkan di Kompasiana.

Terbitnya novel ini berkat bantuan Kompasianer mbak Anis Hidayati. Ini untuk pertama kalinya saya menerbitkan buku, yang menurut saya memang masih perlu belajar banyak dalam hal menulis, terutama dalam menulis novel.

Perkenalan saya dengan YPTD berkat ajakan mbak Muthiah Alhasany, yang juga seorang Kompasianer. Dia menghubungi saya untuk bergabung, padahal saat dihubungi saya sedang tergolek sakit. Dalam kondisi sakit pun saya bisa terbitkan buku, karena semua buku yang sudah di edit mas Shulhan, file nya tinggal saya email ke YPTD, selang satu minggu terbitlah buku pertama saya “Bait-bait Konstelasi”.

Setelah sekian bulan bergabung dengan YPTD, dengan mengalir lahirlah buku-buku saya yang lainnya, “Takdir Tulisan” yang merupakan kumpulan artikel tentang menulis, yang pernah saya tayangkan di Kompasiana. Selanjutnya terbit pula antologi Esai saya tentang perilaku manusia, yang berjudul “Ragam Manusia”, yang isinya juga kumpulan Esai yang pernah saya tayangkan di Kompasiana.

Yang baru saya terbitkan buku tentang catatan peristiwa seputar Pilpres 2019, yang berjudul Happy Ending Jokowi & Prabowo. Buku ini terdiri dari 2 jilid, jilid pertama sudah terbit, dan jilid keduanya masih dalam penyusunan. Buku ini lumayan diterima oleh masyarakat, sama seperti buku “Membaca Politik Citra SBY”.

Ada satu lagi hasil tulisan saya di Kompasiana yang segera dibukukan, yakni cerita bersambung yang berjudul, “Cinta Seorang Politisi pada Pelacurnya”. Tulisan ini menjadi novel website pada awalnya, dan sudah ditayangkan di beberapa website. Sekuelnya, “Seruni, Catatan Isteri Seorang Politisi”, justeru sudah duluan di terbitkan.

Mana pernah terpikirkan kalau tulisan yang pernah diposting di Kompasiana akan menjadi buku, alhamdulillah akhirnya tulisan-tulisan tersebut menemukan takdirnya juga. Sampai saat ini, sudah ada kurang lebih 9 buku yang sudan di terbitkan, dan itu semua adalah merupakan kumpulan berbagai tulisan yang pernah saya posting di Kompasiana.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi bagi pembaca sekalian. Salam hangat
Ajinatha.

Tinggalkan Balasan

5 komentar