Chiara Marvella Finalis Kejuaraan Dunia Junior BWF

Chiara Marvella Handoyo bertemu putri asal Thailand, Pitchamon Opatniputh dalam laga final kejuaraan Dunia Junior BWF tahun 2023 di Spokane, Amerika Serikat yang berlangsung 2-8 Oktober 2023.  

Kedua pemain belia ini belum pernah saling bertanding sebelumnya sehingga ini adalah pertemuan pertama kalinya dalam ajang bergengsi, BWF World Junior Championships 2023.

Laga final ini berlangsung di Spokane, USA, Minggu (8/10/23) pukul 13.00 Waktu Setempat atau Senin (9/10/23) pukul 3.00 dini hari WIB.

Pada gim pertama pertandingan berjalan ketat. Chiara Marvella sempat tertinggal 3-6 dan sempat menyamakan kedudukan 6-6, tapi Pitchamon berhasil menutup interval gim pertama denga 11-6.

Chiara berupaya mengejar dan berhasil mendekati pada kedudukan 10-11 namun Pitchamon berhasil kembali meraih 6 poin berturut-turut untuk unggul 16-10 kemudian 4 poin lagi untuk keunggulannya menjadi 20-11.

Akhirnya gim pertama ini berhasil dimenangkan Pitchamon dengan 21-11. Chiara selama gim pertama ini belum menemukan permainannya.

Pada gim kedua, tunggal putri Thailand ini langsung unggul 6-0 sebelum Chiara meraih poin pertamanya. Namun Pitchamon tidak bisa dihentikan kembali dia meraih  5 poin untuk menutup interval gim kedua ini dengan 11-2.

Tunggal Putri Thailand ini terlalu tangguh bagi Chiara, akhirnya belia asal Indonesia ini harus mengakui keunggulan Pitchamon dengan skor 21-9 pada gim kedua.

Chiara kendati gagal meraih juara di ajang ini tetapi Chiara memiliki momen-momen indah ketika dia mengalahkan unggulan teratas sekaligus Juara Dunia BWF World Junior Championships 2022 sebelumnya, yaitu Tomoka Miyazaki asal Jepang.

Momen itu terjadi pada laga di perempat final, ketika Chiara berhasil menyelamatkan tiga match point pada gim ketiga. Miyazaki sudah diambang kemenangan ketika unggul 20-17, tapi terkunci dan kalah.

Padahal dalam laga itu, dari awal Chiara yang bermain buruk. Gim ketiga, ketika Chiara tertinggal 17-20, ternyata bisa mengunci pemain Jepang tersebut dan unggul 22-20 setelah dua gim sebelumnya skor 21-14 dan 18-21.

Ternyata kuncinya adalah Chiara hanya berusaha semaksimal mungkin ketika Miyazaki mendapatkan match point tersebut.

Gadis asal Klaten ini tetap bermain aman karena dia bisa merasakan Miyazaki begitu gugup menghadapi poin-poin yang dikumpulkan tunggal muda Indonesia itu.

Pemain Indonesia berusia 18 tahun itu bermain ngotot pantang menyerah sehingga membuat pemain Jepang harus kehilangan keunggulan dengan banyak melakukan kesalahan.

Drama gim ketiga itu benar-benar sangat mengesankan bagi Chiara. Bertanding selama 80 menit tidak membuat rasa lelah bagi Chiara karena berhasil memenangkan laga penting itu.

Sebelumnya Chiara pernah bertemu menghadapi tunggal putri Jepang, Tomoka Miyazaki di Kejuaraan Junior Asia pada bulan Juli 2023 yang lalu.

Saat itu Chiara harus mengakui keunggulan pemain putri Jepang ini di babak 32 besar dengan skor rubber games, 21-9, 13-21 dan 18-21.

Berdasarkan pengalaman kekalahan itu, Chiara melakukan perubahan taktikal permaiannya di laga perempat final ini.

“Saya mengubah taktik saya dari pertandingan terakhir, mencoba untuk tidak bertahan di belakang,

“Bermain dengan lebih banyak variasi pukulan dan lebih ke depan. Karena pukulan lawan dari atas sangat sulit untuk ditangani.”

Demikian Chiara mengaku kunci kemenangannya kepada situs BWFbadminton.com (8/10/23).

Bagi Chiara pantas merasa senang dengan kemenangan ini. Gadis ini jujur targetnya masuk perempat final sudah merupakan capaian yang luar biasa.

Pada babak semi final Chiara Handoyo juga menang saat menghadapi pemain China Lin Ran Huang, yang lolos ke semi final dengan mengalahkan pemain asal Italia, Gianna Stiglich 21-16 21-14 di perempat final.

Chiara sangat mensyukuri kemenangan atas pemain putri China ini. Dalam dua gim tersebut Chiara bisa melakukan terobosan permainan yang membuat dirinya memenangkan laga.

“Saya sangat bersyukur dan gembira atas hasil ini karena lawan saya adalah pemain yang sangat bagus,” kata Handoyo kepada situs resmi BWFbadminton.com (8/10/23).

Bagi Chiara, momen-momen pada babak semi final dan perempat final tersebut merupakan pengalaman yang sangat berarti. Hal itu karena laga-laga yang dia jalani membutuhkan mentalitas seorang pemain yang tangguh.

Pada masa depan, pemain-pemain belia ini akan saling bersaing dalam Dunia bulutangkis. Mereka yang saat ini masih berusia 18 tahun merupakan pemain-pemain potensial yang akan beredar di ajang BWF World Tour Super Series.

Pemain-pemain muda kita saat ini seperti Ester Nuruni, Komang Ayu Dewi, Bilqis Prasista, Stefanie Wijaya, Ruzana, Mutiara Ayu dan Chiara Marvella adalah talenta-talenta muda kita yang sangat potensial bagi penerus tunggal putri di masa depan.

Selamat untuk Chiara Marvella Handoyo berhasil meraih runner up Kejuaraan Dunia Junior BWF. Hasil ini menjadi modal berharga dalam karirnya di masa depan. Bravo Merah Putih.

Salam Badminton @hensa17.

Tinggalkan Balasan

News Feed