oleh

Menyerah vs Berserah

menyerah
Gambar: Ilustrasi menyerah

Perjalanan hidup manusia tidak selalu sesuai dengan harapan yang diinginkan atau direncanakan. Apa yang sudah dipersiapkan dan direncanakan seringkali berbeda dengan kenyataan yang dihadapi.

Hidup kita sangat terbuka dengan dinamika kehidupan. Ada jalan berliku, halus dan terjal, naik dan turun yang membuat kita harus jatuh dan bangun saat menjalaninya. Bagi sebagian orang, realita dinamika kehidupan ini seringkali kurang disadari sehingga bagi kurang dapat diterima. Akibatnya, orang merasa frustasi, sulit menerima kenyataan, dan mulai marah serta mempersalahkan orang lain. Tidak jarang, orang bahkan mempersalahkan Tuhan sendiri.

Dinamika kehidupan menghadirkan air mata dan juga senyuman. Dalam air mata, doa, pengorbanan, dan senyuman keberhasilan, ada aneka warna jejak yang ditinggalkan.

Kedua sisi roda kehidupan manusia itu menuntut ketabahan terutama saat berbagai persoalan datang mengusik hidup manusia. Selain itu, tuntutan kesabaran dan kerendahan hati diperlukan saat kegembiraan datang menghampiri hati manusia. Keduanya sama-sama ingin mengarahkan hati manusia agar selalu belajar akan makna kehidupan itu.

Kadang, perasaan terlalu lama berada “di bawah”, ratapan dan keputusasaan dalam mencari jalan keluar atas persoalan hidup terpancar melalui mata manusiawi kita.

 

Kisah Inspiratif: Dua Orang Buta dan Sang Tabib

Dalam sebuah kisah, ditampilkan dua figur orang buta yang biasa hidup susah, menderita dan tersingkir. Dalam kisah tersebut, kedua orang buta itu bertemu seorang tabib yang penuh kuasa menyembuhkan. Banyak ajaran-ajaran baik dan kesembuhan telah dilakukannya bagi banyak orang. Kedua orang buta itu berinisiatif untuk mengikuti Sang Tabib karena mereka yakin, ia dapat menyembuhkan mereka. Tentu akan sulit sekali untuk membayangkan,  kedua orang buta itu saling menuntun dalam kondisi yang sama sambil mencari dan mengikuti Sang Tabib. Pada kenyataannya, kedua orang buta itu terus berusaha untuk mengikuti kemana pun Sang Tabib pergi. Setiap kali Sang Tabib berhenti di sebuah tempat untuk mengobati dan memberikan kata-kata inspiratif dan motivasi bagi orang banyak, kedua orang buta itu dapat bertemu dan mendengarkan dia. Keduanya lalu berseru dan berusaha menghampiri Sang Tabib untuk menyampaikan keinginan mereka. Sang Tabib segera menghampiri lalu mengobati keduanya dan sembuh.

 

Belajar Dari Kisah Inspiratif

Dalam kisah Dua Orang Buta dan Sang Tabib di atas, setidaknya terdapat dua hal penting untuk disimak. Pertama, usaha atau kerja keras. Kedua orang buta itu tidak diam, tidak duduk-duduk saja di pinggir jalan sambil mengemis, tidak bersikap pasif dan menanti belas kasihan orang. Mereka bangun dan mengikuti Sang Tabib.

Upaya “bangun dan mengikuti” bukanlah sebuah kegiatan yang mudah bagi dua orang buta. Perlu usaha, kerja keras, dan ketekunan yang sifatnya berkelanjutan. Bila berhenti, harapan akan sirna dan penderitaan kembali menghampiri. seraya memohon belas kasihan Tuhan.

Kedua, keyakinan. Dua orang buta sangat yakin bahwa sosok tabib itu dapat membawa mereka keluar dari situasi sulit yang mereka alami. Tindakan berseru sesungguhnya telah menggambarkan kesadaran atas keterbatasan mereka secara manusiawi. Kesadaran itu dapat dimiliki banyak orang, tetapi kebanyakan berhenti pada kesadaran itu saja.

Kedua orang buta itu yakin pada pertolongan yang akan menjadi jawaban atas harapan dan doa mereka. Keyakinan itulah yang mendorong mereka untuk bergerak. Begitu besarnya keyakinan itu sehingga mereka menerobos hambatan keterbatasan dalam dirinya. Betapa, keyakinan yang sungguh-sungguh kuat mampu memotivasi diri dengan begitu besar.

 

Insight

Dalam menghadapi dinamika kehidupan, dua hal yang hampir sama ini tampak sulit dibedakan, yaitu menyerah dan berserah.

Menyerah bersifat pasif, tanpa usaha, dan kita kalah. Masa depan dilihat hanya sebagai kegagalan dan kegelapan. Bagai ikan di dalam gelas yang hanya bisa berputar-putar tanpa harapan. Harapan atas sesuatu sesungguhnya menuntut satu hal yaitu tidak menyerah.

berserah
Gambar: Ilustrasi berserah

Berserah bersifat aktif, terus berusaha untuk menang melawan kesulitan. Orang yang mampu berserah, dapat melihat masa depan sebagai titik terang yang akan dicapai, meski saat ini, cahaya itu masih tampak samar. Orang yang mampu berserah adalah orang percaya dalam imannya kepada Sang Pencipta. Ia mampu melihat keterbatasan dalam dirinya, dan percaya bahwa Sumber Kekuatan Mahabesar akan memberinya kekuatan melalui cinta-Nya yang besar.

Bagi penulis, sangat menarik untuk terus membaca dan menghayati berulang-ulang kalimat yang penuh makna ini:

” Kadang kita tidak tahu maksud Tuhan atas hidup kita. Bahkan kita seolah menjadikannya sangat berat. Tetapi kita tetap harus menjalani hidup ini. 

Walau aku lupa akan segala hal dan tak ada harapan yang bisa menolong, aku yakin bahwa Dia yang tak pelupa akan tetap mendampingi aku sampai akhir hidupku.

Iman memberi kekuatan rahmat dalam diri manusia untuk meyakini bahwa ada kuasa yang melebihi kekuatannya dan kekuatan dunia yang menakutkan. Orang beriman percaya bahwa kekuatan itu berasal dari Allah Sang Pencipta, Sang Mahacinta.***(kps)

 

Sumber Gambar:

https://www.bola.com/ragam/read/4543861/40-kata-kata-inspirasi-agar-tidak-mudah-menyerah-bijak-dan-penuh-motivasi

https://www.finansialku.com/jangan-menyerah-ini-8-alasannya/

Kunjungi blog Penulis

Komentar

Tinggalkan Balasan