Rindu

    Rindu Tung Widut Rindu hati membeku diantara  keramain ibu kota Bergeming tanpa sungkem pangkuan bunda Merana tersekat corona Siap menghujam  menghunus pedang kematian Biarkan rindu bertapa Berwujud  selaksa

  Mata Tak Mau Terbuka Tuk Widut Alarm berkali membangunkan sang tuan Berdering mendendangkan lagu semangat Lagu kesayangan Gawai terjaga seketika Berjoget seirama Dansa di mulai Dengan teman sejawat bergandeng

Kesekian Kalinya

Kesekian Kalinya Tung Widut       Kegagalan sebuah tanda  usaha belum sempurna “Jangan berkecil hati” kata dari bibir bijak Penghibur atau semangat   Tak tahulah     Kini  roda

, ,

Datangkan Rindu

Datangkan Rindu Tung Widut Cerita lama yang sudah lama pergi Panggil kembali dengan alunan musik Serentetan nafas bahagia yang dulu terangkai Kini hadir kembali Nada rindu setiap kali ada Bila