Terejam Hari

Terejam Hari Tung Widut Kata manis terucap dengan bibir yersenyum masyuk setiap irang yang mendengar Hati bertauta dalam ruang persahabatan Tetap hangat walau petir telah menyambar Hujan badai sebagai hiasan

Menyimpan Rindu

Menyimpan Rindu Tung Widut   Takbir berkumandang menderu kan hati Makin teriris merejam di ulu Terbayang hijaunya bukit Mengelilingi surau kecil tempat mengeja huruf Allah Sungai kecil telah mencatat Setiap

Rindu

    Rindu Tung Widut Rindu hati membeku diantara  keramain ibu kota Bergeming tanpa sungkem pangkuan bunda Merana tersekat corona Siap menghujam  menghunus pedang kematian Biarkan rindu bertapa Berwujud  selaksa

  Mata Tak Mau Terbuka Tuk Widut Alarm berkali membangunkan sang tuan Berdering mendendangkan lagu semangat Lagu kesayangan Gawai terjaga seketika Berjoget seirama Dansa di mulai Dengan teman sejawat bergandeng

Kesekian Kalinya

Kesekian Kalinya Tung Widut       Kegagalan sebuah tanda  usaha belum sempurna “Jangan berkecil hati” kata dari bibir bijak Penghibur atau semangat   Tak tahulah     Kini  roda

No More Posts Available.

No more pages to load.