Catatan Penguatan-2 Komite Pembelajaran Sekolah Penggerak Angkatan 1

Dokpri

Penguatan Komite Pembelajaran Sekolah Penggerak menuju Merdeka Belajar

Kegiatan penguatan komite pembelajaran dilaksanakan di SMP negeri 1 Selong, pada tanggal 19 Februari 2022. Kegiatan mulai dibuka pada pukul 08.30 wita yang diawali dengan pembukaan. Peserta penguatan terdiri dari Pengawas, kepala sekolah, dan guru yang tergabung dalam sekolah penggerak.

Melalui sambutan dalam pembukaan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur menyampaikan bahwa kegiatan penguatan penting untuk diikuti secara serius. Terutama dalam melaksanakan pembelajaran paradigma baru melalui pemberlakuan kurikulum merdeka belajar atau kurikulum paradigma baru. Terkait dengan kurikulum baru Pak Kadis menyampaikan bahwa diberikan kebebasan kepada sekolah untuk memilih. Sekolah yang sudah siap dapat menggunakan kurkulum baru. Sedangkan bagi sekolah yang belum siap dapat menggunakan kurikulum 2013. Sekolah penggerak sebagai pioneer pelaksanaan kurikulum baru harus menggunakan kurikulum paradigma baru pada sekolah masing-masing.

Setelah pembukaan, peserta masuk ke ruangan untuk mendapatkan pendampingan dari pelatih ahli masing-masing. Situasi agak gerah membuat peserta kurang nyaman.

Pada penguatan ke-2 di kelas 03, Pelatih Ahli (PA) mengawali kegiatan belajar dengan meminta peserta untuk menggambar sesuatu yang menjadi keunikan masing-masing atau merepresentasikan karakter pribadinya. Selanjutnya salah seorang peserta mewakili peserta lainnya untuk mempresentasikan atau menjelaskan makna yang ada di balik gambarnya.

PA kemudian menginformasikan materi awal yaitu menngelola sumber belajar. Saat masuk kepada materi peserta ditugaskan menjawab pertanyaan dalam lembar kerja tentang cara pengumpulan dan penyimpanan data, hal-hal yang dilakukan peserta untuk berbagi hasil Diklat kepada rekan lain, dan cara membagi dokumen sumber belajar kepada orang lain.

Pada lembar kerja 1, peserta diminta menjawab pertanyaan reflektif yang terdiri dari 2 bagian. Pertama tentang pengelolaan sumber belajar. Pada bagian ini peserta diminta menjelaskan bentuk-bentuk praktek pengumpulan dokumen sumber belajar di sekolah. Pertanyaan lainnya pada bagian imi tentang hal-hal yang dilakukan atau tindak lanjut setelah mengikuti kegiatan diklat agar pengetahuan hasil pelatihan dapat diakses oleh rekan sejawat yang lain.

Masih pada bagian pertama peserta ditugaskan untuk menjelaskan cara menyimpan file dan membagikan hasil pelatihan berupa materi narasumber, video pelatihan, atau video pembelajaran, supaya dapat mudah diakses oleh rekan sejawat yang lain. Masih pada pertanyaan bagian pertama peserta juga diminta menganalisis tantangan di sekolah dalam mendokumentasikan sumber belajar di satu tempat yang mudah diakses oleh semua anggota komunitas belajar di sekolah masing-masing.

Pada bagian ke dua, peserta diarahkan untuk menjelaskan pengalaman yang paling berkesan sekaligus tantangan yang dihadapi ketika peserta menjalankan tugas sesuai dengan perannya (guru/kepala sekolah/pengawas) terkait dengan pembelajaran paradigma baru yang disertai alasan sampai dianggap sebagai tantangan. Peserta juga ditantang untuk menjelaskan cara mengatasi tantangan tersebut.

Masih pada bagian ke dua, peserta diminta menjabarkan perubahan yang terlihat atau terjadi setelah berhasil mengatasi tantangan yang dihadapi serta prinsip atau nilai pembelajaran yang dapat diperoleh dari pengalaman tersebut. Apabila berhadapan dengan tantangan yang sama di masa depan peserta diklat diharapkan dapat menjelaskan kemungkinan tindakan berbeda untuk mengatasi tantangan.

Setelah mengisi lembar kerja refleksi berdasarkan kelompok asal sekolah di atas peserta diminta mempresentasikan hasilnya dihadapan peserta lain.

Tahap kegiatan selanjutnya dari kegiatan penguatan 2 ini adalah “Menyusun Cerita Praktik Baik terkait dengan Pembelajaran Paradigma Baru”. Memasuki topik ini, saya baru menyadari bahwa ada hubungan kegiatan awal (menggambar dan bercerita tentang gambar) dengan topik yang akan dipelajari.

Sesuai dengan substansi kegiatan, peserta ditugaskan secara berkelompok (sekolah) membuat kerangka cerita tentang pembelajaran paradigma baru yang telah dialami. PA memberikan formula kerangka cerita yang dapat dijadikan acuan peserta dalam mengerjakan tugas. Kerangka cerita itu terdiri dari 1) Situasi yang dihadapi (latar belakang), 2) Tantangan yang dihadapi, 3) bentuk aksi yang dilakukan, dan 4) refleksi hasil dan dampak yang menyangkut langkah kegiatan, efektivitas kegiatan, respon orang lain, strategi yang dilakukan, faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan kegiatan.

Sama dengan tugas sebelumnya, peserta dari setiap sekolah mempresentasikan atau menceritakan kerangka cerita yang telah disusun dalam kelompok masing-masing.

Bagian lain dari kegiatan penguatan 2 adalah menuliskan semacam testimoni dengan pola “berbagi pengalaman dengan teknik 6 topi”. Teknik ini semacam pertanyaan yang membutuhkan refleksi tentang perasaan dan tingkat kepuasan peserta dalam kegiatan tersebut.

Tugas terakhir masih berkutat pada hasil refleksi. Bagian akhir refleksi masih berhubungan dengan kegiatan penguatan yang tertuang dalam firamida. Hanya saja refleksi terakhir lebih menyasar kepada kesan pemateri dan ide materi yang disampaikan oleh nara sumber dan rekan sejawat.

Ahad, 20 Februari 2022

Tinggalkan Balasan