Beda Cemoe dan Angsle

Cemoe

Sekilas makanan bernama cemoe dan angsle ini mirip. Bahan utamanya adalah roti tawar dan santan. Tapi keduanya ini memiliki rasa yang berbeda, seperti apakah?

Aku mencobai cemoe ketika singgah di Nganjuk. Pada waktu itu kami berangkat dari Jakarta ke Malang melalui jalan-jalan utama sebelum adanya tol Trans Jawa. Perjalanan terasa begitu panjang dan seolah-olah tak berakhir. Lalu karena lapar dan haus kami pun singgah di sebuah kedai untuk menyantap pecel pincuk, teh, dan cemoe.

Aku sendiri hanya penasaran apa sih cemoe. Aku baru kali pertama itu mendengarnya. Kok namanya lucu dan menarik. Kemudian yang datang adalah semacam angsle, tapi berbeda.

Cemoe di sini disajikan dalam kondisi hangat dengan isian berupa kacang tanah dan potongan roti tawar. Warnanya kecokelatan, tidak putih karena santannya encer. Ketika kucicip aku langsung bilang makanan ini berbeda dengan angsle.

Ia tak manis, rasanya hangat karena ada jahenya tapi ia lebih ke rasa gurih daripada manis. Unik. Aku baru kali itu mencobanya dan belum pernah lagi menjumpainya.

Sementara angsle itu dominan manis. Santannya lebih kental dan tidak menggunakan jahe, kecuali dicampur dengan ronde. Isinya ada roti tawar, kacang ijo, ketan putih, pacar cina alias mutiara, dan petulo. Angsle mudah dijumpai di Malang.

Angsle
Meski penampilannya mirip-mirip, dua daerah yang dipisahkan sekitar 200an kilometer ini memiliki kuliner yang berbeda nama dan rasa. Menarik.

Tinggalkan Balasan