Kisah-Kisah Perjalanan: Monyet Bergincu

Monyet bergincu

Suatu ketika kami menuju Taman Wisata Alam Pengandaran. Di sini wisata utamanya adalah gua-gua Jepang. Setelah puas menyusuri gua kami pun menuju pantai.

Taman Wisata Alam Pangandaran ini nyaman untuk dijelajahi. Masih banyak pepohonan yang membuatnya rindang dan tak terasa panas.

Kami kemudian menuju pantai untuk kembali ke pantai Pangandaran. Dari sini kami akan menyewa perahu untuk menyeberang sekitar 10-15 menitan.

Lalu kami melihat sesuatu. Wah ada monyet. Aku langsung waspada.

Aku takut bertemu monyet. Ada kejadian di mana seekor monyet penjaga kamar mayat yang kabur lalu hinggap ke bahuku. Sakit…cakarnya yang tajam mencengkeramku. Sejak itu aku waspada dengan mereka.

Dulu juga ada kisah monyet di tempat pemandian Wendit di Malang yang cukup ganas. Mereka suka merebut makanan dan barang milik pengunjung. Kueku yang berisi kacang hijau seplastik dicuri mereka ketika aku diajak bibi ke sana. Sejak itu aku juga tak pernah kembali ke sana.

Monyet itu juga nampaknya mengincar barang kami. Aku memegang tasku erat-erat.

Tapi perhatiannya kemudian teralihkan. Ia mengambil sesuatu benda di pasir pantai.

Ooh ia mengambil lipstik. Entah punya siapa. Mungkin milik pengunjung yang jatuh.

TWA Pengandaran

Kocaknya ia mengulaskan lipstik itu ke bibirnya. Aku melongo. Dari mana ia tahu lipstik itu untuk mewarnai bibirnya.

Tapi memang monyet itu cerdas dan pandai meniru.

Monyet itu bergincu. Bibirnya merah merona dan ia nampak bangga.

Ia lalu naik pohon. Ia tak mengganggu kami sama sekali. Kawanku pun langsung sigap mengambil gambarnya.

Selamat tinggal monyet bergincu.

Tinggalkan Balasan