Kisah-Kisah Perjalanan: Ngarai Hijau di Pangandaran

Ngarai hijau
Perahu membawa kami mengarungi aliran sungai yang berwarna hijau tosca. Cantik sekali warnanya. Di kanan kiri adalah vegetasi hijau yang membuat mata terasa segar. Kami menyusuri ngarai hijau di Pangandaran kala itu.

Kami beruntung hari itu cuaca cerah. Semalam juga tidak hujan. Alhasil kami mendapatkan warna air yang kehijauan. Biasanya jika musim hujan maka airnya bisa kecokelatan.

Suasana tenang dan damai. Kulihat di kejauhan ada biawak tapi tidak nampak mengancam. Lalu kami memasuki kawasan dengan tebing hijau. Inilah salah satu alasan daerah Cukang Taneuh disebut ngarai hijau atau green canyon. Indah seperti berada di suatu negeri hijau.

Ngarai hijau
Si petugas kemudian menawarkan kami untuk body rafting. Menyusui sungai yang beraliran cukup deras dengan badan dan pelampung, tanpa perahu atau ban.

Wah sepertinya menyenangkan walau agak deg-degan. Aku memutuskan ikut serta mencobanya.

Kami menggunakan pelampung, lalu kami pun dipandu untuk menyusuri sungai. Aliran yang cukup deras membantu kami untuk bergerak maju.

Ah segarnya dan sensasi body rafting ini asyik. Agak bikin was-was sekaligus seru.

Lalu kami memasuki bagian air yang mengalir seperti tirai. Wah cantiknya seperti tirai air. Di sini kupu-kupu dengan sayap berwarna kuning juga rajin menampakkan diri.

Ngarai hijau
Lalu mulailah tempat buat wisatawan untuk adu nyali. Melompat ke air dari tebing. Nampaknya asyik. Tapi aku ragu dan hanya bisa menikmati aksi beberapa wisatawan.

Badanku segar oleh air sungai kehijauan ini. Mataku juga segar oleh panorama vegetasi yang serba hijau.

Gambar dokpri dan Ariestania

Tinggalkan Balasan