oleh

Butir-Butir Pancasila sila ke -3, Yaitu: Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa

-Sosbud-Telah Dibaca : 1.360 Orang

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi wabarakatuh perkenalkan nama saya Nurul Izzah, disini saya ingin memaparkan pengertian dari butir butir pancasila sila ke-3 yaitu, mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa. Sebelumnya masuk ke dalam topik pembahasan, mari kita mengenal apa itu Pancasila ?Pancasila adalah pilar ideologis negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskertapañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima ideologi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada alinea ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945. Setelah anda sekalian mengetahui apa yang di maksud dengan Pancasila, saya akan menjelaskan sedikit tentang Pancasila sila ke 3,yaitu masyarakat Indonesia terdiri dari beragam pulau, etnis, suku, bahasa daerah, agama, warna kulit, dan sebagainya, namun tetap wajib mendapat persamaan kedudukan, serta persamaan kesejahteraan dibawah naungan pemerintah guna menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Salah satu contoh mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa ialah mengikuti upacara bendara yang biasa di laksanakan setiap hari senin. Mengapa  upacara bendara masuk dalam contoh mengembangkan  rasa cinta tanah air dan bangsa ? jawabannya adalah karena kegiatan upacara bendera, semoga bisa menumbuhkan sikap nasionalisme dalam benak para pelajar. Upacara bendera ini juga dilaksanakan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi merebut kemerdekaan.

Tak hanya upacara bendera, contoh lainnya adalah menggunakan produk-produk dalam negeri. Selama ini kita pasti kenal dengan produk dari luar negeri yang kualitasnya bagus, akan tetapi produk dalam negeri tak kalah bagus kulitasnya dibandingkan dengan produk dari luar negeri. Contohnya produk dalam negeri yang sering digunakan ialah  tissu passeo. Tissu paseo merk tissu ini mungkin tidak asing di teling kita semua, siapa yang menduga bahwa tissu paseo adlaah buatan dalam negeri yang berhasil di ekspor ke eberbagai negara pada tahun 1998 hingga kini.

Tak hanya tissu, indomie goreng juga merupakan produk dalam negeri yang berhasil menjadi mie “Go International” sungguh menakjubkan bukan? Mengusung produk mie instan yang sangat laris di manca negara, Indofood senantiasa berinovasi menawarkan dan merilis produk-produk makanan kepada konsumen di dalam negeri maupun luar negeri. Merek mie instan yang paling populer adalah “Indomie” dengan cita rasa soto yang sangat disukai masyarakat di seluruh dunia. Selain harganya yang terjangkau, cita rasa indomie juga hampir menyerupai cita rasa aslinya. Oleh karena itu, masyarakat yang berada di luar negeri dan kangen dengan cita rasa soto khas Indonesia, akan lebih mudah menemukannya di dalam semangkuk mie instan dari Indofood.

Tak hanya bangga dengan produk dalam negeri yang berkualitas bagus, Indonesia juga perlu mengembangkan semangat giat belajar bagi penerus generasi selanjutnya. Siswa yang giat belajar seharusnya telah mengamalkan nilai nilai pancasila khususnya sila ketiga. Dikarenakan sila tersebut mengajarkan bahwasanya hak seseorang untuk belajar guna kepentingan pembangunan nasional.  Tak hanya itu, belajar dengan giat juga dapat meningkatkan prestasi anak bangsa dengan harapan ke depannya negara ini menjadi negara yang berkembang pesat dan tentu saja ingin menjadi negara yang maju. Maka dari itu untuk generasi muda zaman sekarang, marilah rajin-rajin belajar.

Sekian dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. (Aamiin)

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Nurul Izzah

20065

1B angkatan 27

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed