Membangun Kedewasaan Diri

Sumber gambar: rizki.gastoid.blogspot.com

 

Sebagai makhluk hidup, setiap manusia pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan lebih menitikberatkan pada hal-hal yang bersifat fisik atau biologis. Bertambahnya berat dan tinggi badan seorang anak merupakan suatu hal yang dapat dilihat pada masa pertumbuhannya, hal ini sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang masuk ke dalam tubuhnya. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan lebih bersifat kualitatif dan menekankan pada suatu fungsi, bukan materi.

Faktor usia menjadi salah satu hal yang mempengaruhi perkembangan seseorang. Seiring bertambahnya usia, seyogyanya seseorang akan memiliki kematangan pola pikir, pola sikap,dan pola tindak. Namun, adakalanya masing-masing individu memiliki tingkat kematangan yang berbeda. Misalnya ada seorang anak yang berusia 10 tahun, tetapi sudah bisa menyelesaikan tugas untuk anak usia 15 tahun, sedangkan anak yang lain hanya mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan usianya.

Berbicara kematangan atau kedewasaan seseorang tidak bisa selalu diukur dengan usia. Namun, bagaimana cara menyikapi suatu masalah hingga menemukan solusi terbaik. Kedewasaan adalah di mana seseorang menjadi lebih bijaksana dalam menyikapi suatu hal. Pada kenyataannya hingga kini masih banyak orang yang telah berumur tua dan dewasa secara fisik, tapi masih memiliki sifat kekanak-kanakan dan belum dewasa dalam menyikapi suatu masalah.

Proses kematangan atau kedewasaan seseorang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, oleh karena itu sangat dibutuhkan lingkungan yang kondusif, memotivasi, dan penuh bimbingan dari orang-orang terdekat. Jika kondisi lingkungan kurang kondusif, maka akan terjadi perlambatan dalam perkembangan seorang anak.

Dengan kata lain, kedewasaan mental itu ditandai dengan kemampuan seseorang untuk membedakan antara keinginan pribadi, keinginan kelompok, dan keinginan masyarakat. Pada akhirnya ia akan memiliki kemampuan dalam mengelola konflik atau perbedaan, antara harapan dan kenyataan.

Kualitas pribadi semacam itu tidak bisa kita raih hanya mengandalkan usia. Bahkan tidak semua orang tua itu dewasa mentalnya. Karena itu, mari kita jadikan pengalaman hidup sehari-hari untuk mendewasakan diri agar hidup kita semakin harmonis dengan apa yang terjadi dalam kehidupan nyata. Kita harus menjadi seorang pembelajar yang mampu membaca segala sesuatu yang terjadi dengan pikiran yang jernih dan akal yang sehat, sehingga setiap ucapan, perbuatan, dan keputusan yang kita ambil dapat membawa manfaat buat diri sendiri dan lingkungan. Selebihnya kita serahkan kepada Allah SWT yang maha adil dan bijaksana dalam menilai segala sesuatu.***

Referensi:

Lestari, Sudi. Psikologi Perkembangan Kognitif. Tangerang: Pustaka Mandiri. 2015

Tinggalkan Balasan