Lo Keren ! Tanpa Narkoba


Menyoal Narkoba baik pemakai atau pengedar tak hanya ditemukan pada golongan tertentu saja, pun usia tertentu tetapi barang haram tersebut sudah menyasar ke setiap unsur lapisan masyarakat bahkan ke segala usia, meskipun sadar betul akan resiko yang ditimbulkan jika bermain-main dengan narkoba, namun hingga saat ini peredaran pun pemakai tak juga berhenti bahkan sebaliknya.

Memang jika ditilik Indonesia menjadi salah satu tempat potensial tujuan peredaran narkoba. Seperti yang disampaikan Bapak Drs. Anjan Pramuka Putra, S.H, M.Hum (Deputi Pencegahan BNN), pangsa pasar di Indonesia sangat besar dimana bisnis narkoba menggunakan hukum ekonomi, semakin banyak barang maka harga barang akan semakin murah, sebaliknya semakin sedikit barang, harganya pun akan semakin mahal. Artinya, banyaknya barang akan memudahkan bagi si pengedar pun pemakai mendapatkan pasokan barang haram tersebut dan Indonesia juga hampir semua negara darurat narkoba.

“Dari hasil survey yang dilakukan pada tahun 2019 di 34 Provinsi di Indonesia, saat ini 1.8 persen atau 3,42 juta orang Indonesia yang terpapar narkoba,” ungkap Pak Anjan pada Forum Diskusi Trending Topik di Kalangan Media.

Kata Pak Anjan, ditengah bencana covid, ada satu hal yang terlupakan yaitu soal narkoba yang belum berakhir, karena covid banyak aktivitas terhenti namun narkoba tidak pernah berhenti bahkan narkoba masih aktif. Maka jangan karena fokus masalah covid, kita melupakan ancaman narkoba.

Lanjut beliau, untuk menanggulangi atau mengatasi maraknya peredaran narkoba perlu melakukan Dua Tugas, tugas pertama memutus mata rantai dan tugas kedua menekan pemakai.

Tampaknya BNN yang merupakan garda utama pencegahan dan pemberantasan narkoba, terus bersinergi dalam menanggulangi atau mencegah peredaran pun pengguna narkoba di Indonesia dengan berbagai kegiatan seperti melakukan sosialisasi akan bahaya narkoba atau mengajak masyarakat memerangi narkoba termasuk mengundang para media dan blogger pastinya juga untuk ikut mewartakan ke publik bagaimana bahaya narkoba itu, karena narkoba tidak akan membuat kalian keren.

Seperti pada 22 Oktober 2020 di Hotel Bidakara Jakarta, BNN mengadakan Forum Diskusi Trending Topik Di Kalangan Media, dengan mengusung Tema : “Menggelorakan Kampanye Nasional #Hidup100Persen – Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia”.

Luar biasa BNN, sebelum memulai forum diskusi atau sebelum memasuki ruang diskusi, bahkan begitu menginjakkan kaki di Hotel Bidakara Jakarta, semua protokol kesehatan dilakukan, panitia benar-benar mentaati himbauan pemerintah. Selain menyediakan masker dan face sheild, wajib mencuci tangan, peserta duduk berjarak sekitar 1.5 meter, selayaknya mau ujian, tak sampai disitu, semua peserta baik undangan, panitia, narasumber juga wajib melakukan Rapid Test dan itu free !! Luar biasa pelayanan BNN bukan?

Jika ada yang reaktif pastinya tidak diizinkan masuk, Alhamdulillah Puji Tuhan, semua yang hadir non reaktif, termasuk saya. Memang sebelumnya Bos YPTD Bapak Thmrin Dahlan, sudah memberitahu akan ada Rapid Test, jujur begitu saya tau, ada rasa degdegan, bukan karena apa-apa, tetapi saya paling takut jika dihadapkan dengan alat-alat medis, dan tetiba giliran saya melakukan rapid test, maka tak luput dari bidikan kamera fotografer panitia BNN yang menebar senyum ramah mungkin karena melihat saya sedkit takut namun masih sempat-sempatnya berfose lucu. Begitulah saya, terimakasih Pak Thamrin Dahlan, terimakasih BNN.

Kembali ke BNN Jika sebelumnya punya slogan untuk memerangi narkoba “Stop Narkoba” sekarang diganti dengan menggunakan slogan #hidup100persen – Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia. Konon slogan ‘Stop Narkoba’ menjadi kendala bagi kaum milenial karena generasi milenial semakin dilarang maka akan semakin penasaran. Artinya dari larangan yaitu kata ‘Stop’ maka diganti menjadi pilihan Hidup 100 persen – sadar, sehat, produktif dan bahagia ini dilauncing pada 26 Juni lalu.

“Slogan yang lama ‘Stop Narkoba’ bukan berarti juga tidak bagus, tetapi ini mengikuti program pemerintahan sekarang dan langsung ke target sasaran, dimana saat ini bahaya narkoba menyasar kesemua kalangan terlebih kaum milenial maka perlu mengubah gaya komunikasi dari yang kaku atau terlalu formal menjadi fleksibel dan menarik bagi khalayak sasaran, sehingga lebih menyentuh,” Lanjut Bapak ; Drs. Purwo Cahyoko, M.Si (Direktur Informasi dan Edukasi BNN).

Sadar artinya menikmati hidup dengan selalu sadar akan internal diri maupun apa yang terjadi di situasi sekitar. Sehat berarti menikmati hidup dengan pola yang sehat, baik konsumsi makanan, kebugaran fisik, maupun kesehatan mental yang terjaga. Produktif artinya menikmati hidup dengan selalu menghasilkan karya dalam bidang atau pekerjaan apapun yang ditekuni dengan demikian maka kebahagiaan pun tercipta terlebih sadar akan bahaya narkoba otomatis menjauhi narkoba.

Jadi mari #Hidup100Persen – Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia, maka Lo Keren !!

Gue Sukma Keren Tanpa Narkoba.

Tinggalkan Balasan