Hidup 100 Persen Generasi Muda Setelah Setop Narkoba

Hidup 100 persen
Hidup 100 persen itu sadar dan sehat selama masa pandemi covid-19. Patuh protokoler kesehatan dan mengikuti tes rapid untuk tahu kondisi kesehatan tubuh (dok.windhu)

 

Peredaran narkotika tak surut.Termasuk saat pandemi covid-19 melanda. Menyusup ke semua kalangan dan menyasar generasi muda. Larangan setop narkoba tak lagi mempan. Generasi muda perlu langkah nyata hidup 100 persen tanpa narkoba. 

 

Coba deh simak pemberitaan media siar, cetak, dan elektronik.  Pengungkapan dan penangkapan terkait kasus narkoba selalu terjadi.

Pandemi malah jadi salah satu celah untuk penyebarluasan peredaran. Semakin cerdik dengan menggunakan cara online.

Deputi Pencegahan BNN Irjen Pol Anjan Pramuka Putra menyampaikannya saat membuka Forum Diskusi Trending Topik Di Kalangan Media, yang diadakan BNN di Hotel Bidakara Jakarta, 22 Oktober 2020.

Kata Anjan, jangan lupakan peredaran narkoba yang tetap aktif meski kini sedang fokus pada penanganan covid-19. Saat pandemi, kepolisian mengungkap jaringan internasional peredaran gelap narkoba sebanyak 797 kilogram metamfetamin di Serang, Banten, pada 22 Mei lalu.

Forum Diskusi Trending Topik di Kalangan Media
Forum Diskusi Trending Topic di Kalangan Media di Hotel Bidakara, Kamis 22 Oktober 2020. (dok.windhu)

 

Dalam diskusi bertema “Menggelorakan Kampanye Nasional #Hidup100Persen – Sadar,Sehat, Produktif dan Bahagia” itu, hadir juga Purwo Cahyoko Msi (Direktur Informasi dan Komunikasi BNN), Suci Arumsari (Co-founder aplikasi kesehatan Alodokter) dan Amanda Valani (Head content of Narasi), yang dipandu Deni Dharmapala (Kasubdit Media Non Elektronik)

Indonesia, yang akan menghadapi bonus demografi tahun 2045 sangat potensial sebagai lokasi pemasaran narkoba. Ingat, bisnis narkoba menggunakan prinsip ekonomi.

Semakin banyak barang (suplai), harganya akan semakin murah. Sebaliknya, dengan sedikit barang, harganya semakin mahal.

Nah dengan pangsa pasar yang luas itu, memungkinkan banyaknya ketersediaan barang untuk pengedar dan pemakai (demand). Survey 34 provinsi di Indonesia tahun 2019 menunjukkan jumlah sebanyak 1,8 %  atau 3,42 juta orang terpapar narkoba. Menyedihkan, bukan?

Slogan BNN #hidup100persen
Slogan #hidup100persen hadir saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasiona pada 26 Juli 2020. (dok.windhu)

Memutus Rantai dan Menekan Jumlah Pengguna

Lalu apa tindakannya?  Langkahnya ada dua, yakni memutus mata rantai dan menekan jumlah pengguna. Kalau tidak ada pengguna dan permintaan, pelaku bisnis narkoba mungkin berpikir ulang.

Lantaran terkait hukum bisnis ekonomi itulah, maka suplai barang haram dan peredaran pun bisa lebih dikendalikan.

Namun, melakukan kedua langkah ini tak semudah mengatakan Setop Narkoba. BNN menyadari generasi milenial dan generasi Z   hidup pada zaman internet, ponsel, dan komputer. Mereka tidak cukup hanya dengan larangan.

Slogan Setop  Narkoba lalu diganti slogan baru  #Hidup100persen pada Hari Anti Narkotika Inernasional (HANI) pada 26 Juli lalu, yang dicanangkan Wapres RI Ma’ruf Amin.

Menurut Direktur Informasi dan Komunikasi BNN Purwo Cahyoko Msi,  #Hidup100Persen merupakan slogan/tagline yang menandai perubahan citra BNN sebagai garda utama Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba.

BNN mengubah pola otoritatif menjadi aspiratif. Dari yang terkesan kaku selama ini menjadi lebih fleksibel dan memberi solusi.

“Hidup 100 Persen dengan  Sadar Sehat Produktif dan Bahagia jadi capaian,”tutur Cahyoko.

Sadar,  artinya mampu  menikmati hidup dengan sadar internal  dan situasi sekitar.

Sehat,  bisa menikmati hidup dengan pola hidup sehat fisik dan mental, serta pola konsumsi makanan baik.

Produktif, artinya mampu menikmati hidup dengan berkarya dalam bidang/pekerjaannya.

Hidup 100 persen
Dengan hidup 100 persen maka sadar, sehat, produktif, dan bahagia dalam menjalani hidup. (dok.windhu)

 

Kenyang Larangan, Butuh Pilihan

Dengan Hidup 100 persen yang diharapkan jadi gerakan massal, generasi muda bisa lebih aspiratif,  bahagia dan sehat tanpa narkoba.

Untuk itu,  BNN sebagai garda utama pencegahan dan pemberantasan narkoba melakukan perubahan citra. Larangan berubah menjadi pilihan. Otoritatif menjadi aspiratif. Kaku menjadi fleksibel.

Generasi muda sudah kenyang larangan dan butuh pilihan. Mereka tidak mempan larangan.

Sebaliknya, dengan segala alasan dan motivasi, tetap menyalahgunakan narkoba. Generasi muda perlu pilihan lain sebagai alternatif dan butuh role mode untuk menguatkan hidup tanpa narkoba.

Richard Thaler, pemenang nobel ekonomi tahun 2017 dalam bukunya berjudul Nudge Improving Decisions about Health, Wealth, and Happiness menegaskannya.

Pada dasarnya, manusia tidak selalu bertindak secara rasional. Bahkan, cenderung  irasional meski bisa mengantisipasi polanya

Nah mengingat hal itu, maka arahkanlah manusia dengan tawaran pilihan yang baik dan  sedikit sentuhan kecil. Nantinya, ia akan melakukan perilaku yang baik.

Sehingga kesimpulannya, bila ingin seseorang melakukan sesuatu maka mudahkanlah untuk melakukannya. Make it easy.

Ubahlah perilaku seseorang yang negatif ke arah yang lebih baik dengan memberikan pilihan, daripada pendekatan yang bersifat larangan.

Slogan #Hidup100persen  (sehat, sadar, produktif,bahagia)  sebagai pilihan gaya hidup tanpa narkoba

Upaya citra baru BNN yang lebih fleksibel dan menarik bagi khalayak sasaran itu salah satunya melalui REAN.ID (Rumah Edukasi Ani Narkoba).

Generasi muda dapat menyalurkan kemampuannya sesuai dengan kondisi saat ini. Ada video, fotografi, tiktok, dan menulis artikel.

Hidup 100 % artinya  menghargai dan memaknai hidup, menjauhkan hal tidak bermanfaat, seperti narkoba.

Dengan sadar dan sehat, maka bisa produktif. Sehingga, tujuan hidup tercapai dan bahagia sepenuhnya.

Keren Tanpa Narkoba
Generasi muda, Lo Keren Tanpa Narkoba!(dok.windhu)

Seberapa penting hidup 100  persen?

Mengenai pentingnya hidup 100 persen, ada baiknya bertanya  pada Suci Arum Sari, co-founder aplikasi kesehatan Alodokter. Perempuan ini masih kuliah saat terkena penyakit langka Hernia Nukleus Pulposus (HNP) tipe 5.

Nyeri kakinya sempat menimbulkan kelumpuhan. Suci merasa tak kuasa dengan masalahnya.

Apalagi ketika itu, informasi penyakit  secara online belum mudah. Kalaupun ada, tidak jelas sumbernya.

Keterbatasan menyadarkan Suci tentang pentingnya Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia untuk menggapai hidup 100 persen.

Kaki boleh lemah. Namun, tubuh dan pikiran tetap bisa produktif. Suci menciptakan Alodokter, aplikasi kesehatan online terkemuka Indonesia.

Siapapun kini bisa mencari informasi kesehatan yang akurat secara online karena ada narasumbernya dari kalangan medis.Pengalaman Suci merupakan contoh pentingnya hidup 100 persen.

Bersyukurlah memiliki pikiran yang sadar dan tubuh yang sehat tanpa narkoba. Generasi muda bisa menjadi lebih produktif. Sudah pasti akan menjadi lebih bahagia.

Kebahagiaan.Ya, itulah rasanya saat semua hasil tes rapid seluruh rekan Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD), menunjukkan non reaktif.

Dengan tubuh yang sehat, kegiatan dapat berlangsung dengan baik.Selalu ada harapan dan cita-cita. Jadi, yuk  mari hidup 100 persen!

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

2 komentar