Tikungan Menuju Surga (5)

Brak….”             Terdengar suara benturan yang keras di kejauhan. Selamet dan Pak Rono yang baru saja meletakkan karung pakan ternak pun mematung. Memasang telinga untuk mendengarkan kelanjutan dari suara benturan

Kesekian Kalinya

Kesekian Kalinya Tung Widut       Kegagalan sebuah tanda  usaha belum sempurna “Jangan berkecil hati” kata dari bibir bijak Penghibur atau semangat   Tak tahulah     Kini  roda

No More Posts Available.

No more pages to load.