oleh

Cara Melakukan Penilaian Online Sederhana dalam Pembelajaran Jarak Jauh (2)

Gambar: Ragam Media Pendukung Penilaian Online dalam Belajar Online dan Jarak Jauh. Sumber: Dok. Pribadi.

Selain dalam pembelajaran tatap muka, belajar online dalam mode pembelajaran jarak jauh membutuhkan beragam aktifitas penilaian untuk merangsang kemampuan siswa. Berikut ini beberapa kegiatan yang bisa menjadi pilihan penilaian untuk aktifitas siswa selama belajar online.

Simulasi Dialog

Simulasi dialog adalah cara melatih siswa lewat percakapan yang terkait kehidupan nyata mereka. Misalnya percakapan dengan orang tua, teman, atau orang lain.  Saat merancang aktivitas percakapan berdasarkan situasi yang mungkin dihadapi siswa dalam pendidikan atau kehidupannya, beri tahu mereka apa tujuan pembelajaran.  Rancang pula (jika memungkinkan) tempat yang aman untuk mempraktikkan reaksi dan tanggapan mereka.

Katakanlah, dengan simulasi dialog sederhana. Guru dapat membantu siswa-siswinya menguasai keterampilan melakukan dan menerima panggilan lewat telepon, layanan pelanggan atau menguji seberapa baik mereka dipersiapkan untuk wawancara kerja. Kegiatan ini juga dapat menjadi alat pendukung pembelajaran yang baik bagi para siswa. Terutama bagi mereka yang akan segera tamat dari SMK/SMA untuk menambah pengalaman memasuki dunia kerja atau bangku kuliah.

Platform Pendukung Simulasi Dialog

Guru bisa membuat simulasi dialog sederhana dalam pembelajaran jarak jauh. Misalnya guru dapat membuat aktivitas yang mirip dengan simulasi dialog secara manual. Namun, kali ini guru meminta siswa untuk berkelompok 2-4 orang. Jika belajar menggunakan aplikasi meeting online seperti Zoom atau Google Meet, guru bisa menggunakan slide presentasi sederhana dengan menampilkan naskah dialog. Kemudian guru mengundi siswa siapa yang berperan sebagai A, B, atau C.

Jika pembelajaran menggunakan media komunikasi grup WhatsApp, guru membagi siswa ke dalam kelompok beranggotakan 2-4 siswa. Kemudian guru menentukan 3 sampai 5 topik. Lalu mengundinya kepada tiap-tiap grup siswa. Setelah topik dan grup siswa terbentuk, selanjutnya guru meminta siswa untuk merekan aktifitas dialog mereka.

Dalam melakukan simulasi dialog, siswa bisa menggunakan Zoom Meeting free 40 menit untuk merekam. Bisa pula menggunakan panggilan video WhatsApp. Jika kualitas jaringan tidak maksimal, siswa cukup merekam suara mereka. Lalu rekaman video atau suara tersebut siswa kirimkan lewat email atau WhatsApp kepada guru.

Editor Video Simulasi Dialog

Selain itu siswa bisa masing-masing merekam narasi percakapan mereka kemudian menyatukannya. Siswa yang memiliki keahlian mengedit video dan suara dapat membuat/mengedit video simulasi dialog menggunakan aplikasi Kinemaster, PowerDirector, Bandicam, iSpring TalkMaster, dan tidak menutup kemungkinan siswa bisa menggunakan aplikasi TikTok untuk menghasilkan videonya.

Khusus untuk Zoom Meeting, saat ini telah tersedia fasilitas breakthrough room. Fasilitas ini bisa menjadi media siswa berdiskusi atau melakukan dialog. Guru selaku admin tinggal membuat beberapa room untuk beberapa kelompok siswa yang telah terbentuk. Siswa yang tergabung ke dalam satu room bisa merekan dialog mereka. Namun, tentunya setalah guru memberikan akses merekam video mereka.

Penilaiannya bisa menerapkan apa yang guru lakukan seperti pada kuis biasa. Siswa akan mendapatkan poin maksimal untuk kelancaran melakukan dialog. Jika percakapannya dalam bahasa Inggris maka guru bisa memberikan penilaian pada pronunciation, fluency, vocabularies dan grammar.  Nilai minimal berlaku pada kelompok/siswa yang dialognya tidak akurat atau narasi dialognya tidak sesuai topik percapakan yang telah dibagikan sebelumnya.

Survey/Polling Online

Jajak pendapat memungkinkan guru mendapatkan umpan balik langsung dari siswanya tentang pengalaman belajar mereka. Polling dapat digunakan untuk mengukur apa saja,  mulai dari kepuasan belajar hingga mengapa seorang siswa membuat pilihan tertentu selama pelajaran. Polling online sangat menarik bagi siswa karena memungkinkan mereka untuk berbagi pendapat, membuat diri mereka didengar, dan masalah mereka bisa cepat terselesaikan.

Guru juga dapat menggunakan pertanyaan dalam bentuk polling jika ingin dengan cepat menarik dan memfokuskan perhatian pelajar siswa pada sesuatu yang penting atau mencairkan suasana selama sesi ceramah atau wawancara online. Untuk yang terakhir, guru cukup melakukan survei perasaan siswa.

Gambar: Survey Online lewat Zoom. Sumber: Dok. Pribadi.

Nah, bagaimana cara membuat pertanyaan polling online? Misalnya, jika seorang guru menyelenggarakan pembelajaran menggunakan Zoom, ia dapat menggunakan dukungan alat bawaan untuk melakukan jajak pendapat. Zoom sudah menyediakan falisitsa polling ini. Ada juga beberapa platform online khusus seperti iSpring QuizMaker dan SurveyMonkey yang memungkinkan guru membuat, mengirim, dan menganalisis survei. Kahoot, Quizzes, dan Mentimeter yang berbasiz gamification pun bisa bemanfaat untuk penilaian berbasis polling.

Game Online

Penilaian online berbasis aktivitas game artinya mengubah serangkaian pertanyaan tes menjadi sebuah game. Misalnya, permainan trivia mungkin meminta siswa untuk menjawab sejumlah pertanyaan dalam jangka waktu tertentu dan memberikan poin berdasarkan jumlah jawaban yang benar.

Penilaian berbasis gamification tentunya lebih menyenangkan, dan bukan semata tes. Gamification dapat menjadi indikator yang baik untuk mengukur keterampilan dan pengetahuan yang sebenarnya. Selain itu, game telah terbukti meningkatkan pembelajaran dengan mendorong pengembangan keterampilan non-kognitif, seperti disiplin, pengambilan risiko, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Tambahkan aktivitas permainan dalam penilaian jika ingin melibatkan dan menantang siswa dengan cara yang tidak tradisional. Bermain game dalam sesi penilaian bekerja dengan baik dalam melatih kreatifitas siswa. Di beberapa tempat ternyata siswa mereka berprestasi oleh karena menikmati berkompetisi dengan rekan-rekan mereka dalam pembelajaran berbasis gamification.

Melakukan  penilaian online berbasis gamification, guru bisa memnggunakan Kahoot, Quizzes,  Mentimeter, ProProofs Quiz Maker, Quizlet, GimKit, Formative, dan Plickers yang dapat menambahkan pengalaman bermain game ke dalam kelas online. Quizlet, Quizzes dan Kahoot adalah aplikasi populer yang dapat memberi manfaat bagi guru untuk membuat pembelajaran dan penilaian interaktif yang bergerak cepat dalam mode permainan. Misalnya, Quizlet memungkinkan guru untuk membuat seperangkat kartu belajar online untuk mempelajari istilah dan definisi. Sementara dengan Kahoot, guru dapat membuat kuis yang menarik dan membiarkan siswanya mencetak poin dengan menjawab dengan cepat dan benar.

Peer Evaluation and Review

Melakukan penilain selain lewat guru, siswa pun bisa terlibat melalui evaluasi dan review teman sejawat. Evaluasi antar sesama teman sekelas kakan menjadi tantangan tersendiri bagi siswa. Bagaimana tidak menantang, mereka akan bertindak seolah-olah telah menajdi guru untuk teman mereka.  Aktifitas ini memungkinkan siswa untuk meninjau dan mengedit pekerjaan satu sama lain. Kegiatan semacam itu memberi setiap peserta kesempatan untuk merefleksikan pengetahuan mereka dan kemudian mengomunikasikan umpan balik mereka secara konsisten dan terstruktur.

Adapun cara membuat penilaian evaluasi sejawat, misalnya guru bisa menyiapkan rubrik penilaian untuk menjadi pedoman bagi siswa, seperti rubrik menilai tulisan membuat kalimat, menyusun paragraf, berbicara, dsbnya.  Guru dapat pula menggunakan aplikasi seperti Turnitin  Feedback Studio, memungkinkan siswa membaca, meninjau, dan mengevaluasi satu atau lebih makalah/karya tulis yang dikirimkan oleh teman sekelas mereka menggunakan rubrik atau pertanyaan penilaian yang ditentukan. Guru dapat masuk dan melacak partisipasi secara individual dalam aktivitas dan memantau komentar atau umpan balik evaluasi rekan-rekan mereka.

Nah, untuk menghasilkan praktik terbaik, guru harus memetakan dan menjelaskan dengan jelas langkah-langkah tinjauan teman sejawat ini. Sebelum siswa terlibat, maka perlu ada simulasi atau praktek dari guru. Pastikan untuk memberikan rubrik atau seperangkat pedoman untuk diikuti setiap peserta guna memastikan bahwa evaluasi dilakukan secara konsisten.

Posting Forum

Forum adalah sarana diskusi online yang diselenggarakan di sekitar suatu topik. Ini bisa tersedia di kolom komentar YouTube dan blog. Di sini guru dapat meminta siswa untuk berkontribusi pada posting forum. Ini dapat menjadi cara terbaik untuk mengukur pemahaman mereka, membangkitkan minat mereka, dan mendukung pembelajaran mereka. Dalam kegiatan ini, siswa diberi pertanyaan berpikir kritis berdasarkan pelajaran, bacaan atau artikel.  Lalu guru meminta mereka untuk merefleksikannya lewat posting komentar. Mereka melakukan postingan komentar ke forum dan rekan mereka diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan.

Gambar: Penilaian online menggunakan fasilitas posting di kolom komentar YouTube. Sumber: Dok. Pribadi.

Guru dapat menggunakan metode ini ketika ia ingin siswanya berinteraksi, berkomunikasi, dan berkolaborasi sebagai bagian dari proses pembelajaran, sambil memeriksa pemahaman mereka tentang topik pembahasan.

Lalu bagaimana cara membuat aktivitas penilaian posting forum? Mulailah dengan membuat pesan online khusus. Bagi pengguna aplikasi learning management system (LMS) seperti Ruang Guru dan Quipper terdapat beberapa platform eksternal untuk melakukan aktifitas ini. Identifikasi topik atau tema umum yang dapat guru gunakan untuk menyelaraskan pesan. Tetapkan tujuan dan pedoman partisipasi yang menjelaskan standar yang dapat selaras untuk postingan (hormati orang lain, hindari bahasa kotor atau kritik pribadi, pornografi, SARA, dll.).

Paling sederhana memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, Telegram dan grup WhatsApp untuk melakukan aktifitas penilaian berbasi posting forum ini. Selain tentunya memaksimalkan kolom komentar di YouTube, Zoom dan blog. Guru harus meninjau posting secara teratur dan memberikan umpan balik atau panduan yang membangun kepada peserta.

Penutup

Penilaian online adalah bagian penting dari eLearning,  bagian tidak terpisahkan dari pendidikan jarak jauh (PJJ) dan program belajar dari rumah (BDR). Guru harus melakukannya dengan tetap memperhatikan dengan tingkat kepedulian dan ketelitian yang sama seperti yang guru lakukan untuk membuat rencana dan konten pembelajaran. Guru tidak perlu menjadi seorang pakar digital dulu untuk melakukan penilaian online. Ingat internet dan sumber informasi telah ada dalam genggaman bapak/ibu guru. Ada banyak perangkat lunak yang memungkinkan untuk menghasilkan tugas dan penilaian online yang menarik. Silahkan pilih metode dan aplikasi yang sesuai dengan katrakteristik siswa untuk menilai pembelajaran siswa. Ketepatan pilihan dan metode akan menyelaraskan kebutuhan guru dan siswa serta hasil yang telah terprogramkan sebelumnya (pencapaian hasil).

Yulius Roma Patandean

SMAN 5 Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan

NPA. 20020400134

Komentar

Tinggalkan Balasan